Gambaran Umum
Desa Bacem terletak di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora dan memiliki wilayah seluas 284.050 km2. Dengan jumlah penduduk
sebanyak 1837 jiwa.
Desa Bacem
terdiri dari 3 dusun
yakni Dusun Bacem,
Dusun Manyaran, dan Bulu, serta 3 RW, dan 11 RT. Desa Bacem memiliki wilayah yang berupa dataran. Sebagian besar penduduknya
bekerja di sektor pertanian. Dari 1837 keluarga di Desa Bacem semua
menggunakan Linstrik PLN. Bahan bakar yang digunakan untuk memasak oleh sebagian
besar keluarga di Desa Bacem adalah LPG. Sumber air minum, mandi dan mencuci sebagian besar keluarga
adalah ledeng dengan meteran (PAM/PDAM).
Sementara itu,
Dusun Bacem
terdiri dari 7 RT dan
memiliki luas wilayah 200,020 km2 serta jumlah penduduk 1077 jiwa. Penduduk laki-laki di dusun
ini sebanyak 535 jiwa
dan penduduk perempuan 542 jiwa. Jumlah Kepala Keluarga di dusun Dusun
Bacem
sebanyak 364 KK dan 230 Pasangan Usia Subur (PUS).
Peserta KB Aktif (PA) sampai dengan bulan Mei 2018 adalah 195 akseptor dan Peserta KB Baru
(PB) sebanyak 2
akseptor. Alat kontrasepsi yang menjadi primadona yakni suntikan dengan jumlah
akseptor sebanyak 110 orang, pil (18 akseptor), dan implant (56 akseptor). Akseptor yang menggunakan
MOP di Dusun Rawak Hulu sebanyak 2 orang, yang menggunakan MOW 1 orang,
dan 5 orang
menggunakan IUD. Sementara itu, sampai dengan bulan Mei 2018, terdapat 27 perempuan yang
sedang hamil di dusun ini. Dusun Bacem terdiri dari 60 keluarga yang memiliki balita, 70 keluarga yang memiliki remaja,
dan 55
keluarga yang memiliki lansia.
Dusun lainnya yakni Dusun Bulu dan Manyaran yang terdiri dari 4 RT dan dihuni oleh 377 penduduk laki-laki serta 383 penduduk perempuan. Wilayah dua Dusun tersebut mempunyai areal seluas 84,030 km2.
Kepala keluarga
di dusun manyar dan bulu berjumlah 220 KK dengan jumlah PUS sebanyak 147 pasang. Peserta Aktif KB pada bulan Mei 2018 adalah 120 akseptor, sementara PB
sebanyak 1
akseptor. Sebagian besar PUS menggunakan alat kontrasepsi suntik (86
akseptor). Hanya 2 akseptor yang menggunakan IUD, dan sisanya sebanyak 18 orang menggunakan pil untuk
menunda dan mengatur kehamilan.
Permasalahan desa Bacem adalah banyak warga yang menggunakan alat kontrasepsi suntik, sedangkan yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang sangat minim.
Program desa Bacem adalah adanya program Bumdes yaitu penggemukan sapi dengan membuat kelompok-kelompok untuk program penggemukan sapi.
produk unggulan Kampung KB "Mandiri" adalah minuman instan seperti : kunir asem, beras kencur, jahe, dan temulawak. kemasannya juga sangat menarik sehingga hal ini dapat mempermudah dalam pemasarannya. selain secara online produk minuman instan ini juga dititipkan ditoko-toko pusat oleh-oleh.