Gambaran Umum


Sejarah terbentuknya Desa Pulias Desa Pulias mula-mula terbentuk dari tiga Perkampungan yaitu, Kampung Palrias atau Pulias, Kampung Abaling dan Kampung Pantad atau Pantai. Yang mula-mula didiami oleh Masyarakat, waktu ialah Kampung Abaling (Kampung Tua) di buktikan dengan adanya Makam tua yang oleh Masyarakat setempat disakralkan yang konon menurut mereka bahwa Makam tersebut milik salah seorang penyebar Agama Islam, yang namanya mereka tidak tahu persis, hanya mereka juluki dengan sebutan Syeh Datu Salramat. Jika akan terjadi sesuatudikampung ini, apakah bencana alam, wabah penyakit maupun serangan orang-orang jahat, Ketiga batu Nisan diatas Makam etrsebut akan memberikan isyarat kearah mana tempat tujuan yang aman untuk menyelamatkan diri. Berikut salah satu bukti sejarah bahwa kampong ini terdapat kuburan milik kerabat Raja-raja yang memerintah di Tolitoli yaitu, Makam Sitti Intan Bantan Matia Matapis. Karena menurut cerita dikampung ini merupakan tempat persembunyian kerabat Raja Tolitoli jika terjadi kekacauan atau serangan kepusat Pemerintahan pada saat itu. Abaling sendiri menurut tutur katamasyarakat setempat berasal dari kata Nabarli atau artinya Jadi (Bahasa Tolitoli). Dalam pengertiannya adalah tanam-tanaman yang di tanam di kampong ini dapat tumbuh dengan subur, dialeg orang Tolitoli Nabarli atau Jadi, terbukti sekarang bahwa Kampung Abaling penghasil komoditi cengkeh terbesar di Kecamatan Ogodeide, dan pada jaman penjajahan Belanda di kampung ini pernah dibuka Perkebunan Kapas oleh pemerintah Colonial Belanda, dan dibangun jalan dengan kerja Rodi sebagai akses transportasi darat sehingga dapat dilalui oleh kendaraan. Sejak Indonesia merdeka tahun 1945, Kampung Abaling sangat sulit terjangkau atau terisolir, jalur atau jalan yang muda di tempuh pada waktu itu adalah melalui Laut. Seiring dengan perkembangan Negara ini, sejak merdeka tahun 1945 tempat atau perkampungan pertama dan muda dijangakau lewat laut adalah Kampung Pulias. Maka sejak Indonesia merdeka tahun 1945 dikampung Pulias ini telah dibentuk Pemerintahan Desa. Pada saat itu Kepala Desa disebut Kepala Kampung. Kepala Kampung pertama adalah LATONGE MOITO, Beliau yang menjabat tahun 1945 S/D 1955. Pulias itu sendiri menurut tutur kata masyarakat setempat adalah PARLIAS atau PALIAS artinya MELESET (tidak kena sasaran). Konon menurut cerita masyarakat setempat dipulau ini oleh leluhurnya ditanam semacam benda bertuah atau ajimat penangkal, yang disebut PALRIS/PALIAS, karena kampong ini merupakan pintu gerbang masuk wilayah tiga perkampungan yang ada didesa Pulias. Jadi setiap musuh atau bencana alam maupun wabah penyakit tidak akan masuk ke kampung ini. Dalam perkembangannya dikampung ini dari Raja-raja Tolitoli beserta Pemuda Agama Islam yang menetap bersama masyarakat setempat, mereka bersama-sama membuka lahan Pertanian untuk menanam Padi sebagai persiapan makanan, maka di kampong Pante dibuka lahan tempat menanam Padi. Konon menurut cerita pada waktu itu, padinya sangat subur dan berbuah lebat kelihatan kuning keemasan laksana pasir ditepi pantai sehingga mereka namakan NAMANTAD BERPANTAI atau dialeg mereka PANTAD sehingga kampung tersebut dinamakan Kampung Pantad atau sekarang Dusun Pante. 2.2. Sejarah Pemeritahan Desa Pulias Mula-mula kampung Pulias ini masih bergabung dengan kampung Nalu sejak jaman penjajahan belanda, yang di kepalai oleh seorang kepala kampung yang bernama SONA. Namun setelah kemerdekaan RI tahun 1945, kampung Pulias dimekarkan menjadi satu kampung dengan tetap menggunakan Pulias sebagai nama kampungnya dan bagian-bagian yang menjadi wilayahnya pada saat itu adalah Pulias kepulauan, kabetan, Labuan lobo, dan sambujan. Yang kemudian semua daerah ini juga di mekarkan menjadi satu kampung atau desa. Kepala kampung atau kepala desa Pulias yang pertama LATONGE MOITO masa jabatan adalah 1945 s/d 1955 atau dalam kurun waktu 10 tahun kemudian diganti oleh BACO LATONGE MOITO yang juga merupakan anak kandung dari LATONGE MOITO, menjabat dari tahun 1955 s/d 1967. Pada tahun 1967 kepala kampung BACO LATONGE MOITO jatuh sakit, yang akhirnya di tunjuklah SAPARIN selaku pelaksana harian tugas kepala kampung sampe dengan tahun 1968. Dan pada tahun yang sama diadakan pemilihan kepala kampung dengan mengajukan dua orang calon masing-masing adalah USMAN L. MOITO dan SAPARIN, dari hasil pemilihan tersebut suara terbanyak di menangkan oleh USMAN L.MOITO. masa jabatan USMAN L.MOITO terbilang singkat dari akhir tahun 1968 hingga awal tahun 1976, di karenakan satu dan lain hal kepala kampung USMAN L. MOITO di berhentikan dari jabatannya kemudian ditunjuklah HASAN MARHUM oleh camat baolan yang saat itu di jabat oleh Drs. ARIF LAMAKA, dan menjalankan masa tugasnya dari tahun 1977 s/d 1981. Tahun 1981 HASAN MARHUM mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh DANSE MUHAMMAD, yang menjabat dari tahun 1981 s/d 1999 atau selama 2 periode. Pada tahun 1999 diadakan kembali pemilihan langsung kepala desa dengan mengajukan 2 calon yaitu MOH. NASIR ROIEH dan ANDI MATALATTA. Dari hasil pemilihan tersebut maka MOH.NASIR ROIEH menjadi kepala desa terpilih, menjabat hingga 2 periode sampai pada tahun 2013, Kemudian Pada tahun 2013 diadakan kembali pemilihan langsung kepala desa dengan mengajukan 4 calon yaitu : 1. SUARNO M. MOITO 2. ARIANTO HI. TA’A 3. USMAN SULA 4. NAHANG Dari hasil pemilihan tersebut maka USMAN SULA menjadi Kepala Desa terpilih sampai saat ini. Demikian Gambaran singkat tentang Desa Pulias, adapun yang menjabat sebagai Kepala Kampung dan Kepala Desa sejak terbentuknya Desa Pulias sampai saat ini adalahL: 2.3. Pembagian Wilayah Desa Pulias Luas dan Letak Desa Pulias mempunyai luas wilayah 36.329.6 Km dan Berjarak 24 Km dari Ibukota Kecamatan Ogodeide, secara geografis Desa Pulias berada pada 00°57”47.21” LU - 00°59”34.33” LU dan 120°40””45.39” BT – 120°45”5189” BT. Desa Pulias Berbatasan dengan : Sebelah Utara berbatasan dengan : Laut Sulawesi Sebelah Selatan berbatasan dengan : Kecamatan Lampasio Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Sambujan dan Labuan Lobo Sebelah Timur berbatasan dengan : Kecamatan Baolan Terkait dengan administrasi pemerintahan, wilayah Desa Pulias terbagi ke dalam Empat wilayah Dusun sebagaimana tercantum dalam Tabel 2.1 berikut ini. Jumlah Wilayah Dusun NO DUSUN RW RT 1 Dusun 1 X 3 2 Dusun 2 X 2 3 Dusun 3 X 3 4. Dusun 4 X 1 JUMLAH X 9 Sumber Data : Sekretariat Desa Pulias Tahun 2015 2. 4. Kondisi Geografis Profil Kampung KB Desa Pulias adalah sekumpulan keterangan yang diperoleh secara langsung dari sumbernya yang dapat memberikan gambaran tentang potensi dan permasalahan suatu wilayah. Dimaksudkan sebagai catatan data yang menunjukkan keberadaan suatu karakter Desa/Kelurahan secara menyeluruh, yaitu gambaran tentang potensi yang meliputi Alam, Penduduk, Kelembagaan, Sarana/Prasarana, dan permasalahan yang dihadapi baik yang bersumber dari keadaan menurut karakter Desa/Kelurahan maupun yang timbul sebagai akibat dari kegiatan pembangunan itu sendiri. Pentingnya penyajian data dan informasi yang akurat dan tepat waktu diera desentralisasi dewasa ini untuk memberikan gambaran keberhasilan dalam pembangunan Desa menjadikan buku Profil Kampung KB. Desa Pulias sangatlah dibutuhkan. Dengan reformasi total disegala bidang tidak terkecuali Desa/Kelurahan maka pencapaian keberhasilan pembangunan Desa/Kelurahan perlu disajikan dengan sistim informasi yang efektif dan efisien termasuk penerbitan buku profil Kampung KB Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Tahun 2018. Desa Pulias memiliki jarak tempuh dari ibu kota Kecamatan, Kabupaten, dan Propinsi sebagai berikut : NO ORBITASI JARAK TEMPUH WAKTU TEMPUH 1 2 3 Jarak keIbu kota Kecamatan Jarak keIbu kota Kabupaten Jarak keIbu kota Propinsi 22 km 18 km 482 km 1 Jam 0,5 Jam 12 Jam

Desa Pulias memiliki 4 (empat) Dusun dengan Jumlah Penduduk mencapai 1.986 Orang dengan

Jumlah penduduk Laki-laki 998 Orang dan jumlah penduduk Perempuan 988, jumlah Keluarga 495 Keluarga, dengan rincian sebagaimana pada tabel di bawah ini :

1. TOPOGRAFI LUAS KEMIRINGAN LAHAN 1. DATARAN (25 %),  PERBUKITAN (30 %) 3. PEGUNUNGAN (45 %)

2. KLIMATOLOGI : a. SUHU : 34 °C b. CURAH HUJAN : 11 S/D 25 %

3. LUAS WILAYAH MENURUT PENGGUNAAN

a. TANAH SAWAH : 64 Ha.

b. TANAH KERING : 84 Ha.

c. TANAH BASAH : 13 Ha

d. TANAH PERKEBUNAN : 4.819 Ha.

e. TANAH FASILITAS UMUM : 93 Ha.

f. TANAH HUTAN : 1.107 Ha.

JUMLAH TOTAL : 6.180 Ha PuliasKecamatan Ogodeide  mempunyai luas wilayah 36.329,6 Km.


Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1708
Jumlah Kepala Keluarga
1702
Jumlah PUS
265
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
150
Keluarga yang Memiliki Remaja
256
Keluarga yang Memiliki Lansia
134
Jumlah Remaja
513
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
177
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
88

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
ELVINA
198012182014092001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 12 orang pokja terlatih
dari 12 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0