Gambaran Umum


Desa Sari Buana merupakan salah satu desa yang terbentuk sebagai hasil pemekaran wilayah dari desa induk, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan pelayanan pemerintahan yang lebih efektif. Nama “Sari Buana” sendiri memiliki makna filosofis, di mana “Sari” berarti inti atau yang terbaik, dan “Buana” berarti dunia atau wilayah, sehingga diharapkan desa ini menjadi tempat yang subur, makmur, dan sejahtera bagi masyarakatnya.

Pada awalnya, wilayah Desa Sari Buana merupakan kawasan hutan dan lahan perkebunan yang kemudian dibuka oleh para pendatang dari berbagai daerah. Mereka datang untuk mencari kehidupan yang lebih baik, membuka lahan pertanian, dan menetap secara berkelompok. Seiring waktu, terbentuklah permukiman yang semakin berkembang menjadi dusun-dusun kecil.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk serta perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat, wilayah ini kemudian diusulkan untuk menjadi desa definitif. Setelah melalui proses administrasi dan persetujuan pemerintah daerah, akhirnya Desa Sari Buana resmi berdiri sebagai desa mandiri.

Sejak berdiri, Desa Sari Buana terus mengalami perkembangan, baik dalam bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian masyarakat. Mata pencaharian utama penduduk umumnya adalah pertanian dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1486
Jumlah Kepala Keluarga
395
Jumlah PUS
287
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
108
Keluarga yang Memiliki Remaja
230
Keluarga yang Memiliki Lansia
96
Jumlah Remaja
300
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
217
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
70

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Perusahaan (CSR)
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
dedy fandri lumiwu
199001212023211019
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 15 orang pokja terlatih
dari 20 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0