Pemberian Susu bagi Anak yang kurang Gizi
Watumela
Dipublikasi pada
17 September 2025
Deskripsi
Tujuan utama pemberian susu pada anak yang mengalami kurang gizi (termasuk stunting) adalah untuk mempercepat perbaikan status gizi, mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang optimal, serta mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.
Berikut adalah rincian tujuan dan manfaat pemberian susu pada anak kurang gizi:
- Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Esensial: Susu kaya akan kombinasi unik lebih dari 10 nutrisi penting, termasuk protein berkualitas tinggi, karbohidrat (sumber energi utama), lemak sehat, kalsium, vitamin D, fosfor, zat besi, dan berbagai mikronutrien penting lainnya. Nutrisi ini sering kali tidak terpenuhi melalui asupan makanan biasa pada anak kurang gizi.
- Mendukung Pertumbuhan dan Perbaikan Sel Tubuh: Protein dalam susu sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot dan tulang. Kalsium, vitamin D, dan fosfor sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan penguatan tulang serta gigi, yang krusial untuk mengejar pertumbuhan tinggi badan pada anak stunting.
- Meningkatkan Berat Badan: Susu, terutama jenis pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) atau susu tinggi kalori yang diresepkan dokter, dirancang dengan kepadatan energi dan nutrisi yang lebih tinggi untuk membantu anak mencapai berat badan sehat.
- Meningkatkan Energi dan Fungsi Kognitif: Asupan gizi yang cukup dari susu memastikan anak memiliki energi yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari dan mendukung perkembangan otak, konsentrasi, serta proses belajar.
- Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh: Nutrisi dalam susu, seperti protein dan mikronutrien, berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh anak, sehingga tidak mudah sakit, yang mana penting dalam siklus penanganan gizi buruk.
- Mencegah Komplikasi Kesehatan: Dengan memperbaiki status gizi, risiko terjadinya penyakit kronis dan komplikasi lain yang terkait dengan malnutrisi dapat dikurangi.
Pemberian susu pada anak kurang gizi sering kali merupakan bagian dari program intervensi gizi terstruktur dan dalam beberapa kasus memerlukan pengawasan dokter spesialis anak, terutama jika menggunakan susu medis khusus (PKMK).
Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.
Sesi Kegiatan Perlindungan