Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR)
Deskripsi
Dalam rangka merespons Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak Rubela yang terjadi di wilayah Kecamatan Sipatana, Puskesmas Sipatana bersama Pemerintah Kelurahan Tangikiki melaksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR) secara massal. Campak Rubela (Measles Rubella/MR) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Campak ditandai dengan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai batuk dan/atau pilek, serta dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, radang otak (ensefalitis), bahkan kematian. Rubela atau campak Jerman umumnya bersifat ringan pada anak, namun sangat berbahaya bila menyerang ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan seperti kelainan jantung, katarak, dan ketulian (Congenital Rubella Syndrome/CRS) . Kegiatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus Campak Rubela di masyarakat, meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, serta mencegah meluasnya wabah yang dapat menimbulkan kesakitan berat, kecacatan, dan kematian. ORI dilaksanakan sebagai respons cepat terhadap KLB tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, guna memberikan perlindungan segera kepada anak-anak yang rentan dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang .
Kegiatan penyuntikan imunisasi ORI MR yang dilaksanakan di [Sebutkan lokasi, misal: Posko Kesehatan Kelurahan Tangikiki, beberapa Posyandu, atau Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Kelurahan Tangikiki] ini dihadiri oleh anak-anak sasaran usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun se-Kelurahan Tangikiki beserta orang tua/wali, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sipatana yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan tim imunisasi, para kader Posyandu, Lurah Tangikiki, Ketua TP-PKK Kelurahan, Bidan Kelurahan Tangikiki, serta perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat yang turut mendukung kelancaran kegiatan .
Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta khususnya orang tua dan anak menjadi lebih memahami bahwa Campak Rubela adalah penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta menyadari bahwa rubela pada ibu hamil dapat menyebabkan kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan. Para orang tua juga menjadi lebih paham tentang pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal untuk melindungi mereka dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Anak-anak yang telah diimunisasi mendapatkan perlindungan dari penyakit Campak Rubela dan komplikasinya yang serius, sekaligus turut melindungi saudara-saudara mereka yang belum bisa diimunisasi dan ibu hamil di lingkungan sekitarnya melalui terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) .
Kegiatan ini terlaksana berkat usaha yang dilakukan oleh Puskesmas Sipatana bersama Pemerintah Kelurahan Tangikiki, kader Posyandu, para guru, dan tokoh masyarakat dalam mengajak dan memotivasi para orang tua untuk membawa anaknya mengikuti imunisasi ORI MR, serta mengadvokasi pentingnya respons cepat terhadap KLB Campak Rubela di tingkat kelurahan melalui berbagai pendekatan, termasuk sosialisasi dari rumah ke rumah (sweeping) dan imunisasi di sekolah-sekolah. Kolaborasi ini terwujud dengan bantuan dan fasilitasi dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo melalui penyediaan tenaga medis terlatih, logistik vaksin MR rantai dingin (cold chain), perlengkapan medis (safety box, auto disable syringe), serta dukungan teknis dalam pelaksanaan ORI yang sesuai dengan standar operasional prosedur penanggulangan KLB yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan .
Kegiatan ORI Campak Rubela ini terlaksana dengan antusias peserta yang cukup baik. Para orang tua berbondong-bondong membawa anak-anak mereka ke lokasi imunisasi, menunjukkan kepedulian dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya melindungi buah hati dari wabah yang sedang terjadi. Para tenaga kesehatan dari Puskesmas Sipatana dan kader bekerja dengan sigap, ramah, dan telaten dalam melayani ratusan anak, memberikan edukasi singkat kepada orang tua sebelum dan sesudah penyuntikan. Suasana haru dan kebersamaan terasa ketika para ibu menenangkan anak-anaknya yang rewel atau menangis, sementara petugas dengan sabar memberikan imunisasi satu per satu sambil sesekali menghibur dengan canda. Kehadiran Lurah, Ketua TP-PKK, dan tokoh masyarakat yang ikut memantau dan menyemangati warga semakin memperkuat sinergi antara Puskesmas, pemerintah kelurahan, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kesehatan di Kelurahan Tangikiki. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kolaborasi yang solid antara Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dan seluruh elemen masyarakat, respons cepat terhadap wabah dapat berjalan efektif demi menyelamatkan generasi masa depan dari ancaman Campak Rubela .