Gerakan Ayah Teladan Indonesia
Deskripsi
Tujuan utama dari edukasi kepada calon ayah mengenai peran pentingnya dalam keluarga adalah untuk membangun kesadaran bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan tugas bersama yang memerlukan keterlibatan aktif ayah demi tumbuh kembang anak yang optimal. Edukasi ini bertujuan membekali calon ayah dengan pemahaman mengenai dampak positif kehadiran mereka terhadap kecerdasan emosional, kognitif, dan kepercayaan diri anak di masa depan. Selain itu, bimbingan ini ditujukan untuk menciptakan pembagian peran yang harmonis dalam rumah tangga, sehingga ayah mampu menjadi sistem pendukung (support system) utama bagi ibu, terutama dalam menjaga kesehatan mental ibu selama masa kehamilan hingga pengasuhan balita.
Dalam pelaksanaannya, edukasi ini dilakukan melalui sesi diskusi interaktif atau lokakarya khusus yang memaparkan bentuk-bentuk keterlibatan nyata ayah, seperti memberikan stimulasi bermain pada anak, membantu tugas domestik, hingga memberikan dukungan psikologis bagi istri. Calon ayah diajak untuk memahami konsep "ayah siaga" yang tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga siap secara fisik dan emosional dalam setiap tahapan perkembangan anak. Petugas atau fasilitator biasanya menggunakan media visual atau studi kasus untuk menunjukkan bahwa keterlibatan ayah sejak dini dapat mencegah terjadinya stunting melalui pengawasan gizi keluarga dan menciptakan lingkungan rumah tangga yang penuh kasih sayang serta bebas dari kekerasan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh Kementerian Agama dalam hal ini adalah KUA Manggala yang dihadiri oleh penyuluh KB, Calon Pengantin dan Pihak KUA