Gambaran Umum


GAMBARAN UMUM

KAMPUNG KB LAILANGGA

DESA LAILANGGA KECAMATAN WADAGA

 


A.      KONDISI DESA

1.    SEJARAH SINGKAT DESA LAILANGGA

Lailangga saat ini sebelumnya dikenal dengan nama Kampung Lasosodo yang merupakan penggabungan 2 bahasa yakni Laso bahasa Bugis dan Sodo bahasa Buton yang bermakna kaompu memiliki rasa malu yang tinggi yang tidak mau dijajah dengan pegorbanan jiwa, aqidah Islam tidak bisa dirobek-robek oleh penjajahan.

Penggabungan 2 kata yang kemudian digabung menjadi Lasosodo adalah bentuk penolakan umat Islam yang berada di Muna atas penjajahan Belanda dan segala bentuk politik Belanda terhadap bangsa Indonesia tepatnya di Galampano Kantolalo yang merupakan benteng pertahanan Islam di Muna. Perlawanan tersebut ditandai dengan adanya sumpah Sapati Baluluwu oleh Alimuhamad (orang arab) yang merupakan suami dari Waode Pole anak dari Omputo Sangia yang saat itu mereka sedang berada di Betawi (Jakarta saat ini) bersama dengan Zainal Abidin yang merupakaadik kandung dari Kantolalo. Sumpatersebut kemudian diucapkan dengan duduk di atas kulit kambing dan berada di hadapan para penjajah Belanda dengan bunyi sumpahnya sebagai berikut Witeno Wuna Panaembali Dapoandeane bhe Daga, Witeno Wuna Panaembali Dafofoniane Motano Oe, Witeno Wuna Panaembali Naehambiane Lumbasupe Tanaomba Nakumana Gau Paenatumuntu Panalumagi Pana Sumoo Nekanduluano.

Pada Tahun 1963 dimana ini adalah awal terbentuknya desa merupakan cikal bakal lahirnya nama Desa Lailangga, dimana pada saat itu Kampung Lasosodo yang dikepalai oleh seorang Kepala Kampung malaksanakan musyawarah yang melahirkan suatu kesepakatan Kampung Lasosodo dibuah menjadi Desa Lailangga yang berkedudukan di Lasosodo. Nama Lailangga sendiri merupakan nama orang yakni anak dari Lamarati bergelar Kapitalau yang merupakan Raja Muna IX (kesembilan).

Kepala Desa pertama Desa Lailangga bernama La Faamu, tetapi pada saat itu tugas-tugas Kepala Desa tidak berjalan lancar karena adanya gerombolan diti yang belum aman, sehingga pemerintahan dikembalikan menjadi status kampung. Lalu pada tahun 1966 dengan adanya struktur organisasi pemerintahan tertentu akhirnya Desa Lailangga dapat berjalan lancar dengan wilayah pemerintahan meliputi Kampung Katobu dan Kampung Kampani yang kemudian terjadi pemekaran dari Kampung Katobu yakni Desa Lindo tahun 1976 sedangkan dari Kampung Kampani yakni Desa Lasosodo tahun 1997 hingga saat ini.

Demikian secara singkat yang dapat kami sampaikan mengenai sejarah Desa Lailangga atas kekurangannya kami harapkan masukan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.


Para Pejabat Kepala Desa Lailangga dari Awal Berdirinya hingga saat ini :

                                             


Tabel 1. Nama-Nama Kepala Desa Lailangga

 

 

NO.

 

N A M A

MASA JABATAN

 

KETERANGAN

1.

La Faamu

1962-1966

Tidak berjalan baik (gangguan diti)

2.

L.M. Ane

1966-1976

Diorbit di Desa Lindo

3.

La Ode Kalapanda

1976-1979

Masalah Kesehatan

4.

La Ode Pasaingga

1979-1981

Melanjutkan

5.

La Ode Hariki

1981-1984

Ditarik di Kecamatan

6.

L.M. Idrus. Blk

1984-1986

Ditarik di Kelurahan

7.

La Sale

1986-1988

Kembali sekcam

8.

La Mpurege

1988-1990

Masalah Kesehatan

9.

La Ode Hidu

1992-1997

Selesai Masa Bakti

10.

La Ode Lamula

1997-2000

Meninggal 2000

11.

La Ode Pasaingga

2000-2002

Melanjutkan

12.

L. Honta. B

2002-2007

Selesai Masa Bakti

13.

La Madi

2007

Meninggal 2007

14.

La Ode Herimudin

2007-2008

Melanjutkan

15.

La Ode Maladi

2008-2013

Mundur dari Jabatan

16.

Madjid Haluna

2013-2020

Melanjutkan

 

17.

 

La Ode Salahudin

2020- Sekarang

 

Kepala Desa Sekarang

 


B. DEMOGRAFI

 Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakatDesa Lailangga merupakan salah satu dari  7 desa dan merupakan ibukota

 


Kecamatan Wadaga dengan kondisi gegrafis sebagai berikut :

 

Tabel 2. Kondisi Geografis Desa Lailangga

 

No

Uraian

Ket.

1.

Luas Wilayah

: 1.490,37 ha

 

 

 

 

 

 

Lahan pertanian sangat cocok untuk semua jenis tanaman

2.

Jumlah Dusun

: 3

3.

Jumlah RT

: 6

4.

Batas Wilayah

 

Sebelah Utara

 

Sebelah Timur

 

Sebelah Selatan

 

Sebelah Barat

 

 

 Desa Latompe dan Desa Lalemba

 

Desa Lasosodo dan Desa Katobu

Desa Katobu dan Desa Lindo

 

Kampung Lama Tongkuno

5.

Topografi

 

Luas Lahan

 

- Perbukitan

 

 

 

: ± 89,44 Ha


 

 

- Datar

 

Ketinggian  di  atas  permukaan laut

: ± 1.400,93 Ha

 

: ... Km

 

6.

Klimatologi

 

Suhu

 

Curah Hujan

 

Kelembaban Udara

 

Kecepatan Angin

 

 

: 27oC 29oC

 

:

 

:

 

:

7.

Luas Lahan Pemukiman

: 46,66 Ha

8.

Luas Lahan Pertanian

: 569,18 Ha

9.

Luas Kawasan Hutan Lindung

: 783,10 Ha

 

 


C. KEADAAN PENDUDUK


   Jumlah Penduduk


Secara umum Desa Lailangga memiliki 401 Kepala Keluarga dan 1.401 Jumlah Jiwa dengan perincian sebagai berikut :

 


Tabel 3. Jumlah Penduduk

 

No

RW

RT

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

KK/L

KK/P

Jml. KK

 

1

 

001

001

178

174

352

67

27

94

002

71

80

151

31

20

51

 

2

 

002

001

148

171

319

56

30

86

002

115

125

240

52

18

70

 

3

 

003

001

76

97

173

37

12

49

002

79

87

166

33

19

52

Total

667

734

1401

276

125

401


Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur

               Data  ini  bermanfaat  untuk  mengetahui lajpertumbuhan  penduduk  dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Lailangga dapat dilihat sebagai berikut :


Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Umur

 

No

Golongan Umur

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

0 5 Tahun

50

59

109

2

6 10 Tahun

71

60

131

3

11 15 tahun

77

71

148

4

16 20 Tahun

73

89

162

5

21 25 Tahun

66

73

139

6

26 30 Tahun

61

58

119

7

31 35 Tahun

51

48

99

8

36 40 Tahun

41

49

90

9

41 45 Tahun

49

41

90

10

46 50 Tahun

33

41

74

11

51 55 Tahun

29

26

55

12

56 60 Tahun

25

34

59

13

> 60 Tahun

41

85

126

Total

667

734

1401


Jumlah Penduduk Menurut Agama


Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Lailangga mayoritas beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut :

• Islam          : 1.401 Orang

 Kristen       : 0 Hindu : 0, Budha : 0

Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel berikut. berikut :

Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No.

Tingkat Pendidikan

Jumlah ( orang )

1.

Belum Sekolah

110

3.

Tidak Sekolah

54

4.

SD/Sederajat

168

5.

Tamat SD / sederajat

225

6.

SMP/Sederajat

83

7.

Tamat SLTP / sederajat

138

8.

SMA/Sederajat

94

9.

Tamat SLTA / sederajat

242

10.

D3

9

11.

Tamat D1, D2, D3

18

12.

S1

140

13.

Lulus Sarjana / S-1

114

14.

S2

0

15.

Lulus Sarjana / S-2

4

16.

S3

0

17.

Lulus  Sarjana / S-3

0

 


Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan

                         Pekerjaan penduduk di Desa Lailangga sebagian besar masih berada di sektor pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Data menurut mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada Tabel  berikut ini :

Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

 

No

Mata Pencaharian

Laki-Laki

Perempuan

Jumlah

1

Pegawai Negeri Sipil (PNS)

21

17

38

2

TNI / POLRI

4

0

4

3

Pedagang

4

4

8

4

Peternak

0

0

0

5

Petani/Pekebun

208

158

366

6

Karyawan Perusahaan

1

0

1

7

Pegawai Honorer

17

30

47

8

Tidak Bekerja

42

43

85

9

Wiraswasta

20

6

26

10

Mengurus Rumah Tangga

0

142

142


 

11

TKI

2

0

2

12

Sopir Mobil

2

0

2

13

Guru Ngaji

1

0

1

14

Tukang Batu

1

0

1

15

Anggota DPRD

2

0

2

16

Pensiunan

7

3

10

17

Pengacara

1

0

1

18

Buruh

3

0

3

19

Pelajar/Mahasiswa

190

188

378

20

Belum Pekerja

141

143

284

 


D. KEADAAN SOSIAL

 

Banyaknya kegiatan Kelompok Masyarakat di Desa Lailangga seperti Remaja Masjid, Karang Taruna, PKK Dharma wanita, Majelis Talim, Posyandu, Kelompok Arisan merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dan edukasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.


Berikut ini keadaan sosial Desa Lailangga :

 

Tabel 7. Kesejahteraan Warga

 

No

Uraian

Jumlah

1

Jumlah Kepala Keluarga

401 KK

2

Jumlah Kepala Keluarga Sangat Miskin

66 KK

3

Jumlah Kepala Keluarga Miskin

238 KK

4

Jumlah Kepala Keluarga Sedang

77 KK

5

Jumlah Kepala Keluarga Kaya/Sejahtera

20 KK

 

 

Tabel 8. Pengangguran

 

No

Uraian

Keterangan

1

Jumlah penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja

693Orang

2

Jumlah angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun

693 Orang

 


E. KEADAAN EKONOMI

Desa Lailangga sebagaian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani yang mayoritas memeluk agama Islam dan juga memiliki kepatuhan terhadap adat dan tradisi. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Muna Barat. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja  baik dengan pengembangan potensi wisata maupun dengan melakukan pelatihan, pendampingan dan penguatan usaha kecil untuk pengembangan usaha di bidang perdagangan.


F. PRASARANA DAN SARANA DESA

Pembangunan masyarakat desa diharapkan bersumber pada diri sendiri (kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.


1. Prasarana & Sarana Kesehatan

 

Tabel 9. Prasana dan Sarana Kesehatan

 

No

Prasarana & Sarana

Jumlah

Ket.

Sumber Daya & Sarana

Ket.

 

1

 

Gedung Posyandu

 

1 Unit

 

Baik

Kader Posyandu 1

Kader Posyandu 2

5 Orang

5 Orang

 

2

 

Gedung Posbindu

 

-

Tidak

Ada

Kader Posbindu 1

Kader Posbindu 2

5 Orang

5 Orang

 

3

 

Gedung Lansia

 

-

Tidak

Ada

Kader Lansia 1

Kader Lansia 2

5 Orang

5 Orang

 

4

 

Gedung Polindes

 

-

Tidak

Ada

Bidan Desa

Perawat Desa

1 Orang

1 Orang


 

 

 

5

 

 

Rumah Sehat

 

 

-

 

Tidak

Ada

Bidan Desa Perawat Desa KPM

Kader

1 Orang

1 Orang

1 Orang

30 Orang

 

 

2. Prasarana & Sarana Pendidikan

 

Tabel 10. Prasarana dan Sarana Pendidikan

 

No

Prasarana & Sarana

Jumlah

Ket.

Sumber Daya & Sarana

Ket.

1

Gedung PAUD

1 Unit

Baik

Guru PAUD

2 Orang

2

Gedung TK

1 Unit

Baik

Guru TK

2 Orang

3

Gedung TPQ

1 Unit

Baik

Guru Ngaji

4 Orang

4

Gedung SD

1 Unit

Baik

Guru SD

11 Orang

5

Gedung SMP

-

-

Guru SMP

3 Orang

6

Gedung SMA

1 Unit

Baik

Guru SMA

Orang

 

 

3. Prasarana & Sarana Umum Lainnya

 

Tabel 11. Prasarana & Sarana Umum Lainnya

 

 

No

 

Prasarana & Sarana

 

Jumlah

Ket.

Sumber Daya & Sarana

 

Ket.

 

1

 

Masjid

 

1 Unit

 

Baik

Pegawai Sara

Pengurus Masjid

4 Orang

Ada

 

2

 

Lapangan Olahraga

 

1 Unit

 

Baik

Pelatih

Tribun

 

Tidak Ada

 

3

 

Gedung Serbaguna

 

-

 

-

Tokoh Adat Lomba Adat Pentas Seni

 

Ada

4

Gong & Gendang

1 Paket

Baik

-

-

5

Pos Kamling

-

-

Linmas Desa

Ada

6

Sumur Umum

29

Baik

Masyarakat

Ada

7

Balai Pertemuan

1 Unit

Rusak

Masyarakat

Ada

 

 

 

 

8

 

 

 

 

Pasar Desa

 

 

 

 

1 Unit

 

 

 

 

Rusak

Penjual Pembeli Mandor

Petugas Kebersihan

Sumur Listrik Toilet

Penampung Air

Ada Ada Ada Ada Rusak Baik Rusak

Tidak Ada

9

MCK Umum

1 Unit

Rusak

-

-

 

10

 

Jalan Usaha Tani

 

M

 

Tidak

Terawat

Masyarakat/Petani

Pemotong Rumput

Handsprayer

Ada

Ada

Ada

11

Bangsal Jadi

1 Set

Baik

-

-

12

Meja Hidangan

4 Buah

Baik

-

-

13

Kursi Rapat

190 Buah

Baik

-

-

 

14

 

Tempat Pemakaman

2 Unit

1 Unit

Memadai

Tdk. Memadai

 

-

 

-

 

 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1295
Jumlah Kepala Keluarga
317
Jumlah PUS
171
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
95
Keluarga yang Memiliki Remaja
189
Keluarga yang Memiliki Lansia
96
Jumlah Remaja
138
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
136
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
35

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
AYU FITRIANI, S.Kep
199307272022212001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Tidak Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 0 orang pokja terlatih
dari 20 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0