Gambaran Umum
PROFIL DENTITAS
KAMPUNG KB
1. Nama Kampung KB :
Kampung KB Desa Natar
2. Alamat : Desa Natar
Kec. Natar Kab. Lampung Selatan
Prov. Lampung
3. PEMBINA
SITI ROKHMAH MANFAATI, SKM
NIP. 19780116 200604 2007
No. HP 082279913539
4. INFORMASI KAMPUNG
KB
NO. SK Pengukuhan Nomor : 9 TAHUN 2024. Tanggal 29 Januari 2024
Dikeluarkan oleh Kepala
Desa / Lurah
Gambaran Umum
PROFIL
KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DESA
KECAMATAN NATAR
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2023
I. Pengertian Kampug KB
Kampung KB pertama kali dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal
14 Januari 2016 di Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat.
Pengertian Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara
yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK
(Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) dan
pembangunan pada sektor terkait lainnya yang dilaksanakan secara
sistematik dam sistematis.
II. Tujuan
Tujuan umum dibentuknya Kampung KB adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK
dimana terdapat keterpaduan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait
lainnya yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis dalam rangka
mewujudkan keluarga kecil berkwalitas.
Desa Natar memiliki salah satu kriteria pembentukan Kampung KB
yaitu banyaknya jumlah penduduk miskin dan keluarga Prasejahtera dan Keluarga
sejahtera 1 yaitu sebanyak 53,5% penduduk miskin dari jumlah KK (data desember
2023).
Pada bulan Januari Tahun 2024 Desa Natar ditetapkan sebagai
Kampung KB Kecamatan Natar yang ditetapkan dengan SK Kepala
Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan
Nomor : 9 Tahun 2024 tanggal 29 Januari 2024, dengan
tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat
proses pembangunan di Desa Natar
Dibentuknya Desa Natar menjadi Kampung Keluarga Berkualitas
Kecamatan Natar dengan harapan agar taraf hidup dan kehidupan
masyarakat di Desa Natar dapat meningkat dan proses
percepatan pembangunan di Desa Natar dapat dilaksanakan secara
cepat dan tepat guna, agar dapat segera mengubah Desa Natar yang semula termasuk dalam katagori desa miskin menjadi sejajar dengan desa
lainnya yang sudah maju.
III. Dasar Pembentukan Kampung KB
Undang – undang dan Peraturan yang menjadi dasar pembentukan Kampung KB adalah
sebagai berikut :
1. Surat Edaran Mendagri No. 440/70/SJ tanggal 11 Januari
2016, yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota
2.
Surat Kepala BKKBN RI No. 309/RC.300/B1/2016 tanggal 02 Februari 2016 tentang
Instruksi Pelaksanaan Kampung KB.
3.
SK Gubernur Lampung No. G/68/B.VI/HK/2016 tentang Pembentukan Pokja Kampung KB
4.
Surat Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Lampung :
- Surat No: 2390/BL.101/J.5/2015 tentang Pembentukan
Model Kampung KB
- Surat No: 88/HL.101/J.5/2016 tentang Pencanangan
Kampung KB Tingkat Kabupaten / Kota.
IV. Sekilas tentang Desa Natar sebelum menjadi
Kampung KB
Desa Natar adalah merupakan desa dengan luas wilayah
± 1615 Ha , terdiri
dari 11 dusun dan 56 RT dengan jumlah
penduduk pada tahun 2023 adalah 16041 jiwa dan
jumlah Kepala Keluarga (KK) adalah 4496 KK. Desa Natar termasuk dalam kategori desa berkembang dan perlu peningkatan pembangunan di
karenakan masih sangat kurangnya infra struktur terutama akses jalan dan
jembatan yang menuju ke Desa Natar, minimnya fasilitas sosial
terutama fasilitas kesehatan dan pendidikan dan tingginya jumlah keluarga
miskin yang termasuk kategori keluarga prasejahtera dan sejahtera 1.
Mata pencaharian sebagian besar masyarakat adalah petani pekebun, buruh
tani dan pekerja lepas dengan tingkat penghasilan yang jauh dibawah rata
rata UMR (Upah Minimum Regional).
Potensi perekonomian di Desa Natar sebagian besar adalah
lahan pertanian yaitu sawah tadah hujan seluas ± 22 Ha dan
lahan perkebunan terutama perkebunan singkong dan jagung seluas
± 249 Ha, dengan kondisi tanah yang merupakan tanah lempung yang
subur, namun rendahnya kwalitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang
disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan
masyarakat serta kurangnya modal serta bantuan menyebabkan sebagaian
besar masyarakat hanya berprofesi sebagai buruh tani dan pekerja lepas.
V. Kondisi Sosial Budaya
NO URAIAN JUMLAH KETERANGAN
1. Kependudukan :
a. Jumlah penduduk
: 16041 Orang
b. Jumlah KK
: 4496 Keluarga
c. Jumlah penduduk laki-laki : 8211 Orang
d. Jumlah penduduk perempuan : 7852 Orang
2. Kesejahteraan sosial :
a. Jumlah KK Prasejahtera
: 903 Keluarga
b. Jumlah KK Sejahtera 1
: 1503 Keluarga
c. Jumlah KK Sejahtera 2
: 1045 Keluarga
d. Jumlah KK Sejahtera 3
: 795 Keluarga
e. Jumlah KK Sejahtera 3+
: 250 Keluarga
3. Data Keluarga Berencana :
a. Jumlah Pasangan Usia Subur
: 2557 PUS
b. Peserta KB Aktif
: 1405
1. IUD
: 59 Orang
2. MOW
: 48 Orang
3. MOP
: 2 Orang
4. Implan 146 Orang
5. Suntik
: 940 Orang
6. Pil
: 162 Orang
7. Kondom
: 25 Orang
c. PUS Bukan Peserta KB
: 1100 PUS
d. Hamil
: 48
e. Tidak hamil
: 1052
f. Keluarga sasaran Kelompok BKB
: 1331
g. Keluarga sasaran Kelompok BKR
: 2621
h. Keluarga sasaran Kelompok BKL
: 1086
i. Keluarga ikut Kelompok UPPKS
: 0
j. Remaja yang ikut Kelompok PIK-R
: 37
4. Tingkat Pendidikan :
a. Tidak / belum sekolah
: Orang
b. Tidak tamat SD / sederajat
: .......... Orang
c. Tamat SD /sederajat
: 2139 Orang
d. Tamat SMP / sederajat
: 4570 Orang
e. Tamat SLTA / sederajat
: 6105 Orang
f. Diploma I /II/III/IV/S1
: 539 Orang
g. S/2
0 Orang
5. Mata pencaharian :
a. Petani
: 256 KK
b. Pedagang
: 921 KK
c. PNS/TNI/Polri
: 877 KK
d. Pegawai Swasta : ..........
e. Wiraswasta
: .............
f. Pensiunan
: ............
g. Pekerja lepas
: 2172
h. lainnya
: ..............
i. tidak bekerja
: ..........
5. Agama :
a. Islam
: ...........
b. Kristen
: ..........
c. Khatolik
: .............
d. Hindu
: ...........
e. Budha
: ............
VI. Sarana dan prasarana
NO URAIAN JUMLAH
KETERANGAN
1 Balai Desa 1
2 Kantor Kepala Desa 1
3 Gedung PAUD 3
4 Gedung TK 4
5 Gedung SD/MI 4
6 Gedung SLTP 2
7 Gedung SLTA 2
8 Gedung TPQ ............
9 Masjid / Mushola 33
11 Polindes ........
12 Posyandu 7
13 Jembatan -
14 Lapangan Bola 2
15 Lapangan Bola Volly 1
16 Lapangan Bulu
Tangkis -
17 Poskamling 11
18 Gereja 2
19 Wihara -
20 Pura -
VII. Kondisi Geografis
NO URAIAN KETERANGAN
1. Luas Wilayah 664 Ha
2. Jumlah Dusun 5 Dusun
3. Jumlah RT : .............
1. Rt 001
2. Rt 002
3. Rt 003
4. Rt 004
5. Rt 005
6. Rt 006
7. Rt 007
8. Rt 008
9. Rt 009
10 Rt 010
4. Batas Wilayah :
a. Sebelah utara Desa
.............
b. Sebelah selatan Desa
................
c. Sebelah barat Desa
................
d. Sebelah timur Desa
..................
5. Topografi :
a. Tingkat kemiringan
tanah ...............
b. Ketinggian dari permukaan
laut
6. Hidrologi
7. Klimatologi :
a. Suhu (rata-rata) 27 c
b. Curah hujan
c. Kelembaban
d. Kecepatan angin
8. Luas lahan Pertanian :
a. Sawah tadah hujan
.............. Ha
b. Sawah tegalan
c. Kebun
karet ............. Ha
d. Kebun sawit
............. Ha
e. Kebun
Singkong .............. Ha
f. Kebun belum produktif ...............
Ha
9. Luas Pemukiman penduduk
Gambaran Umum
PROFIL
DESA
Sejarah Desa Natar
Pada awalnya Desa Natar adalah merupakan hutan belantara yang dibuka pada tahun 1803 dipimpin dua orang bersaudara yaitu : TUAN RAJA LAMA Dan TUAN DULU KUNING ,keduanya salah satu termasuk keturunan RATU BALAU. Pada masa ratu balau sedang jaya, wilayahnya berada dibukit singgalang yaitu suatu bukit dekat way lunik antara teluk betung – panjang. Pada mulanya kurang lebih tahun 1801 masuklah pemerintah penjajah belanda kedaerah lampung. Tujuan belanda antara lain ingin menguasai keratuan balau. Tetapi semua keturunan dan ahli waris ratu balau tidak mau dijajah oleh belanda pada masa itu, namun karena merasa tidak mungkin untuk melawan Penjajahan belanda dengan kekuatan pada saat itu maka keturunan dan ahli waris keratuan balau terpaksa mengungsi ketempat lain, sebagian pindah dan menetap didesa kedamaian bandar lampung dan sebagian lagi pindah dan menetap didesa Natar sekarang.
Adapun nama Natar diberi atas kesepakatan dan persetujuan dari dua orang bersaudara tersebut diatas, yaitu tuan raja lama dan tuan dulu kuning, karena pada waktu itu setelah dicari kesana kesini lokasi yang tepat dan cocok untuk tempat tinggal, akhirnya ditemukan daerah yang rata yaitu stasiun PJKA pasar lama sampai sungai way rumbay sekarang.
Setelah itu lebih jelas
diketahui bahwa yang turut meresmikan Desa Natar atau Tiyuh
Natar itu adalah terdiri dari suku-suku sebagai berikut :
1.
BUAY KUNING BALAU
2. BUAY KUNING
GEDUNG
3. RULUNG TENOH BIH
4. RULUNG BUJUNG
5. BUAY PEMUKA
PATI
Kelimanya membuat
suatu kesepakatan dan sekaligus menyimpulkan Pantun Tiyuh Adat yaitu :
DELOM BANGSA
KUMALA, LAIN SAI TALI NANGGAI
JEJAMA BINTANG LIMA SEPAKAI
DI JAKNI PESAI.
Pada tahun 1917 pemerintah belanda
membuat jalan kereta api dan jalur wilayahnya membelah Desa Natar (saat itu
masih Kampung Natar) maka pada tahun itu pula bergeserlah ketempat Desa Natar
sekarang ini.
Dalam ketentuan Administratif pemerintahan waktu itu Desa Natar adalah Bandar Natar, pada tahun 1925 berubah menjadi Distrik IV Natar. Pada tahun 1945 berubah lagi menjadi Asisten Wedana Natar kemudian pada tahun 1960 berubah menjadi Kecamatan natar.
Demografi Desa
Desa Natar terletak di dalam wilayah
Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung jarak Desa Natar ke
Ibu kota Kecamatan sekitar 2 Km dan ke Ibu Kota Kabupaten Sekitar 92 km,
terletak di Jalan lintas Sumatra, serta terdiri dari 11 dusun yang memiliki
batasan- batasan sebagai berikut :
-
Sebelah Utara
berbatasan dengan Desa Merak Batin.
-
Sebelah Selatan
berbatasan dengan Desa Pemanggilan.
-
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sidosari
-
Sebelah Barat
berbatasan dengan Desa Negara Ratu dan Negeri Sakti
Desa Natar memiliki luas wilayah 1.615
Ha, yang terdiri dari lahan pemukiman 24,63 Ha, lahan persawahan tadah hujan 22
Ha, ladang/tegalaan 249 Ha, sekolah 3.215 Ha, jalan 16.950 Ha, dan lapangan
sepak bola 0,7 Ha.
Secara Geografis dan Geologis, iklim
Desa Natar sama seperti halnya desa-desa lain di Indonesia mempunyai dua musim
yaitu musim panas dan musim hujan. Musim panas
pada bulan Maret sampai dengan Oktober, sedangkan musim hujan terjadi
pada bulan September sampai dengan Februari.Dengan suhu rata-rata 17ºc-33ºc.
Hal tersebut berpengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan pertanian yang
ada di Desa Natar.
Desa Natar mempunyai jumlah penduduk 16.041 jiwa yang terdiri
dari laki-laki :
8.203 jiwa, perempuan : 7.838jiwa, yang terbagi dalam
11 dusun.
Tabel
2.2
a. Jumlah penduduk :
|
NO |
NAMA DUSUN |
J U M L A
H |
||
|
LK |
PR |
KK |
||
|
1 |
Natar II |
864 |
883 |
353 |
|
2 |
Sindang Sari |
767 |
730 |
300 |
|
3 |
Taqwa Sari |
581 |
555 |
240 |
|
4 |
Sari Rejo |
954 |
889 |
522 |
|
5 |
Margataqwa |
475 |
458 |
167 |
|
6 |
Sukarame |
557 |
500 |
263 |
|
7 |
Sukamaju |
817 |
758 |
455 |
|
8 |
Tanjung Rejo
I |
877 |
833 |
477 |
|
9 |
Tanjung Rejo
II |
775 |
697 |
299 |
|
10 |
Natar I |
1022 |
1057 |
556 |
|
11 |
Sukarame
Pasar |
522 |
492 |
270 |
|
|
J u
m l a h |
8211 |
7852 |
3902 |
Sosial Budaya
Penduduk Desa Natar berasal dari
berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya yang paling
dominan berasal dari Pulau Jawa karena Desa Natar di posisikan sebagai area
Trans Lokal, sebagian ada yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa tengah,
Jawa Barat, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra selatan, Bali, Ambon,
Keturunan China, Keturunan Belanda, Keturunan India. Sehingga tradisi-tradisi
musyawarah mufakat , gotong royong dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan
masyarakat sejak adanya desa natar dan hal tersebut secara efektif dapat
menghindarkan dari benturan-benturanantar kelompok masyarakat.
Sosial Ekonomi
Kondisi masyarakat Desa Natar secara kasat mata terlihat
jelas perbedaannya antara Rumah Tangga yang berkategori miskin,
sangat miskin, sedang dan kaya. Hal ini disebabkan
karena mata pencahariannya di sektor yang berbeda-beda pula, sebagian besar di
sektor non formal seperti buruh bangunan, buruh tani, petani sayur
(konvensional dan hidroponik), buruh perkebunan kelapa sawit dan sebagiaan
kecil di sektor formal seperti PNS pemda, Honorer, guru, tenaga medis,
TNI/Polri, dan lain-lain.
Desa Natar sebagian
merupakan daerah lahan pertanian maka penduduknya pun sebagian besar bermata pencaharian pertanian sebagian
lainnya sebagaina tabel berikut
:
a. Mata Pencaharian
Mata Pencaharian masyarakat Desa Natar adalah sebagai berikut :
|
Petani |
Pedagang |
PNS |
Buruh |
TNI/Polri |
|
256 KK |
921 KK |
810 KK |
2.172 KK |
67 K |
a.
Tingkat
Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat Desa Natar adalah sebagai berikut
:
|
Pra sekolah |
SD |
SLTP |
SLTA |
Sarjana |
|
1.464 |
2.139 |
4.570 |
6.105 |
539 |
a.
Sarana dan Prasarana Kesehatan
|
No. |
Sarana
/ Prasarana |
Jumlah /
Volume |
Keterangan |
|
1 |
Posyandu |
4 unit |
Dirumah Kader |
|
2 |
Gedung Posyandu Permanen |
3 unit |
Baik |
|
3 |
Puskesmas |
1 unit |
Baik |
|
4 |
Poliklinik/balai pengobatan |
4 unit |
Baik |
|
5 |
Bidan desa |
2 orang |
Aktif |
|
6 |
Perawat Kesehatan |
7 orang |
Aktif |
|
7 |
Dokter |
1 orang |
Aktif |
|
8 |
Mantri Kesehatan |
7 orang |
Aktif |
b.
Sarana Prasarana Pendidikan
|
No. |
Nama
Sekolah |
Tempat |
|
1 |
PAUD Bunda Pertiwi |
Dusun VIII
(Tanjung Rejo I) |
|
2 |
PAUD Melati |
Dusun X ( Natar I) |
|
3 |
PAUD Anggrek |
Dusun XI
( Sukarame Pasar) |
|
4 |
TK Al-Munawaroh |
Dusun VII ( Sukamaju) |
|
5 |
TK Sayang
Ibu |
Dusun IV
( Sari Rejo) |
|
6 |
TK Bina
Asih |
Dusun IX
( Tanjung Rejo II ) |
|
7 |
TK Tunas Mulya |
Dusun X ( Natar I ) |
|
8 |
SD N
1 Natar |
Dusun IV
( Sari Rejo) |
|
9 |
SD N
2 Natar |
Dusun IV
( Sari Rejo) |
|
10 |
SD N
3 Natar |
Dusun V
( Marga Taqwa ) |
|
11 |
SD N
4 Natar |
Dusun VIII
(Tanjung Rejo I) |
|
12 |
SLTP Muhammadiyah Natar |
Dusun IV
( Sari Rejo) |
|
13 |
SLTP Budi Karya
Natar |
Dusun VIII
(Tanjung Rejo I) |
|
14 |
SMA N 1 Natar |
Dusun I
( Natar I ) |
|
15 |
SMK Budi Karya
Natar |
Dusun VIII
(Tanjung Rejo I) |
a. Struktur Organisasi Pemerintah Desa Natar
|
No. |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
M. ARIF, S.Pd. |
KEPALA DESA |
|
2 |
EKKI REYNALDI |
SEKRETARIS DESA |
|
3 |
YEKO BAGUS CAHYANI |
KASI PEMERINTAHAN |
|
4 |
VIKI REZA PURNAMA |
KAUR PERENCANAAN |
|
5 |
SUCI RAHAYU |
KAUR KEUANGAN |
|
6 |
ERA NOVIANTI |
KAUR UMUM DAN
TATA USAHA |
|
7 |
HERTATI |
KASI KESEJAHTERAAN SOSIAL |
|
8 |
DESMIYANTI |
KASI PELAYANAN |
|
9 |
MAYA |
OPERATOR |
|
10 |
DARLENA MERISKA |
BENDAHARA BARANG |
|
11 |
HARI |
KEPALA DUSUN I |
|
12 |
NURMANSYAH |
KEPALA DUSUN II |
|
13 |
SUHARDI |
KEPALA DUSUN III |
|
14 |
FAHRUL |
KEPALA DUSUN IV |
|
15 |
ROZALI |
KEPALA DUSUN V |
|
16 |
DEDEN HANDOKO |
KEPALA DUSUN VI |
|
17 |
EKO SISWANTO |
KEPALA DUSUN VII |
|
18 |
KOKO WAHONO |
KEPALA DUSUN VIII |
|
19 |
SUMARSONO |
KEPALA DUSUN IX |
|
20 |
EDI SUHENDRA |
KEPALA DUSUN X |
|
21 |
SUGITO |
KEPALA DUSUN XI |
b.
Struktur Organisasi Badan Permusyawaratan Desa ( BPD)
|
No. |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
BADRILLAH |
KETUA |
|
2 |
MOHAMMAD YAMIN |
WAKIL KETUA |
|
3 |
ASRUDI, ST |
SEKRETARIS |
|
4 |
YULIANA |
ANGGOTA |
|
5 |
MOHHAMAD YAMIN |
ANGGOTA |
|
6 |
NURHAMIDAH |
ANGGOTA |
|
7 |
SIDIK SUPRIADI |
ANGGOTA |
|
8 |
YUDHESMO |
ANGGOTA |
|
9 |
BAHERAM |
ANGGOTA |
Dinamika Konflik
Dinamika konfilk yang sering terjadi di
desa sebelum adanya UU No.6 Tahun 2014 sering kali terjadi benturan-benturan
baik antara perangkat desa dengan BPD, atau pun perangkat dengan masyarakat
secara umum, konflik permasalahan tanah kas desa, koflik mengenai hak
masyarakat untuk mendapatkan informasi desa secara transparan dan akuntable.Hal
ini dapat dilihat dari empat pola hubungan antara kepala desa dengan BPD atau pun
dengan masyarakat. Tetapi tidak demikian yang selalu terjadi Desa Natar
Kecamatan Natar yang pada dasarnya mengutamakan prinsip kegotong-royongan dan
kekeluargaan yang erat, sehingga dalam suatu pengambilan keputusan baik dari
perangkat desa maupun BPD selalu mengedepankan musyawarah desa dan membuka
ruang diskusi dengan seluruh unsur masyarakat.
Selain itu baik kepala desa dan BPD
terus membangun hubungan kemitraan yang baik di Desa Natar kecamatan Natar
yaitu BPD menjadi check and balence bersama masyarakat desa Natar bagi
perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa, kelembagaan
masyarakat serta pemberdayaan masyarakat Desa pada Umumnya. Sehingga sangat
kecil kemungkinan di Desa Natar kecamatan Natar menjadi sebuah konflik yang dapat
menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa untuk
menjadi masyarakat desa yang mandiri,
adil dan sejahtera.
Salah satu konflik yang pernah terjadi
adalah sengketa lahan atau permasalahan batas
wilayah kebun antar warga masyarakat. Sengketa ini terjadi
karena belum ada pengukuran secara real
antar desa yang bisa menjadi pegangan ataupun acuan masyarakat.
Masalah dan Potensi
Desa
Berdasarkan pengkajian keadaan desa
dalam semangat UU No 6 tahun 2014 yang ada di
Desa Natar ini, didapati Potensi Desa sebagai berikut :
Potensi Desa
Potensi desa hasil pengkajian keadaan desa
dikelompokkan dalam 4 bidang sebagai
berikut :
|
NO |
BIDANG |
POTENSI |
LOKASI |
|
1. |
Penyelenggaraan
Pemerintahan |
§ Desa memiliki sendiri peraturan desa terkait sistem pemerintahannya. |
Desa |
|
§ Memiliki struktur
organisasi yang lengkap |
Desa |
||
|
§ Memiliki pemetaan desa secara keseluruhan |
Desa |
||
|
§ Desa mengutamakan prinsip kegotong royongan dalam pengambilan keputusan tentang Desa |
Desa |
||
|
§ Pengelolaan Informasi Desa
yang transparan |
Desa |
||
|
§ Mempunyai Perencanaan Desa
yang mandiri dan maju oleh masyarakat bersama
pemerintah Desa |
Desa |
||
|
§ Memiliki Hubungan Antar
Lembaga yang erat baik
Perangkat Desa dengan BPD |
Desa |
||
|
§ Kelembagaan didesa ada dan berperan Aktif |
Desa |
||
|
§ Mudahnya akses ke Desa lain yang berdekatan. |
Desa |
||
|
§ Sarana Prasarana Balai Desa |
Desa |
||
|
§ Sarana Motor Dinas
Kepala Desa |
Desa |
||
|
2. |
Pembangunan Desa |
§ Memiliki lahan yang
masih luas untuk dilakukan pengembangan Desa |
Desa |
|
Infrastruktur |
§ Adanya jalan umum skala kabupaten |
Desa |
|
|
§ Adanya jalan penghubung
antar desa |
Desa |
|
|
|
§ Adanya jalan lingkungan desa |
Desa |
|
|
§ Adanya jalan usaha
tani menuju lokasi pertanian dan perkebunan warga |
Desa |
|||
|
§ Adanya siring aliran air |
Desa |
|||
|
Kesehatan |
§ Memiliki Kesadaran akan pentingnya Kesehatan Masyarakat Desa guna
menjalankan Pembangunan Desa |
Desa |
||
|
§ Adanya Bidan Desa |
Desa |
|||
|
§ Adanya sarana air bersih
pengelola air. |
Desa |
|||
|
§ Adanya MCK |
Desa |
|||
|
§ Adanya sumber air bersih
alami yang dapat ditingkatkan statusnya menjadi
air minum mineral |
Desa |
|||
|
§ Adanya Puskesmas |
Desa |
|||
|
§ Adanya posyandu |
Desa |
|||
|
Pendidikan |
§ Memiliki banyak penduduk desa dalam usia pendidikan |
Desa |
||
|
§ Adanya gedung SD |
Desa |
|||
|
§ Ada Gedung PAUD |
Desa |
|||
|
§ Ada program RA |
Desa |
|||
|
§ Adanya Tutor Paud,
guru SD, serta
Tutor Pendidikan Kesetaraan |
Desa |
|||
|
§ Tingginya Minat baca masyarakat |
Desa |
|||
|
§ Adanya buku perpustakaan desa |
Desa |
|||
|
§ Adanya TPQ |
Desa |
|||
|
§ Memiliki banyak aset sumber daya alam yang masih terjaga, seperti air bersih
yang masih alami. |
Desa |
|||
|
Lingkungan Hidup |
|
|
||
|
§ Adanya sungai |
Desa |
|||
|
Ekonomi masyarakat |
§ Adanya Usaha Pengerajin
Pembuatan Gitar |
Desa |
||
|
§ Adanya Usaha Paving Block |
|
|||
|
§ Ada Koperasi Jasa Suka Mandiri |
Desa |
|||
|
§ Adanya Penggilingan Padi |
Desa |
|||
|
§ Adanya Usaha Tahu dan Tempe |
Desa |
|||
|
§ Adanya Usaha Sulam
Khusus yang dimiliki oleh
masyarakat |
Desa |
|||
|
§ Adanya persawahan ,
perkebunan karet, kopi, kakao dan
sawit yang dimiliki oleh masyarakat |
Desa |
|||
|
§ Adanya keinginan untuk
mendirikan BUM Desa |
Desa |
|||
|
3. |
Pembinaan Kemasyarakatan |
* Memiliki Beberapa Lembaga Kemasyarakatan yang masih aktif
seperti LPM, Karang Taruna, Grup Rabana Perempuan, kegiatan Karang Taruna, lembaga Adat
dan kegiatan Risma, Majlis Taklim Desa (Laki-laki dan perempuan), dll |
Desa |
|
|
§ Masyarakat yang bersifat kekeluargaan,
saling tolong menolong. |
Desa |
|||
|
§ Masyarakat yang menganut agama yang relatif
/ mayoritas sama |
Desa |
|||
|
§ Memiliki aneka ragam
permainan tradisional dan olahraga. |
Desa |
|||
|
§ Memiliki Adat istiadat yang masih bertahan hingga kini. |
Desa |
|||
|
§ Adanya kegiatan siskamling |
Desa |
|||
|
§ Ada Sanggar Seni Budaya dan
adat |
Desa |
|||
|
§ Adanya kegiatan klub olahraga |
Desa |
|||
|
§ Adanya kegiatan kesenian melalui kelompok rabbana |
Desa |
|||
|
§ Adanya kelompok Gapoktan |
Desa |
|||
|
§
Memiliki Berbagai Macam Kesenian
dan soial masyarakat yang masih dipertahankan. |
Desa |
|||
|
4 |
Pemberdayaan Masyarakat |
§ Tingginya minat masyarakat akan usaha pertanian, perkebunan,
perdagangan, dan perikanan dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari,
seperti kepemilikan penggilingan padi |
Desa |
|
§ Minat masyarakat akan
teknologi tepat guna,
teknologi terbarukan yang cukup. |
Desa |
||
|
§ Mempunyai pemerintahan tersendiri dalam menjalankan
pembangunan Desa. |
Desa |
||
|
§ Tingginya minat masyarakat untuk memiliki keahlian |
|
||
|
§ Masyarakat telah mengetahui akan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat guna pembangunan moral dan mental
masyarakat. |
Desa |
Masalah Desa
Masalah desa hasil pengkajian keadaan desa dikelompokkan
dalam 4 bidang sebagai berikut
:
|
NO |
BIDANG |
MASALAH |
LOKASI |
|
1. |
Penyelenggaraan
Pemerintahan |
§ Masalah penetapan dan penegasan batas Desa |
Desa |
|
§ Masalah Umum pendataan Desa |
Desa |
||
|
§ Masalah penyusunan tata
ruang Desa |
Desa |
||
|
§ Masalah penyelenggaraan musyawarah Desa kurang berjalan aktif karena biaya untuk
penyelenggaraan musdes masih
belum ada. |
Desa |
||
|
§ Masalah pengelolaan informasi Desa yang masih minim seperti belum ada pengeras suara untuk
musyawarah atau pertemuan. |
Desa |
||
|
§ Masalah penyelenggaraan evaluasi tingkat perkembangan pemerintahan
Desa, seperti kurangnya pemahaman perangkat
desa tentang tupoksi dalam
semua kegiatan pemerintahan desa |
Desa |
||
|
§ Masalah penyelenggaraan kerjasama antar Desa, Seperti belum
tersusunnya tentang peraturan peraturan desa yang dapat dijadikan landasan hukum
dalam penyelenggaraan pemerintahan |
Desa |
||
|
§ Masalah pembangunan sarana
dan prasarana kantor Desa |
Desa |
||
|
§ Minimnya Honor Aparatur
Desa dan BPD |
Desa |
||
|
§ Biaya operasional kantor
yang rendah dan tidak mencukupi |
Desa |
||
|
§ Munimnya Operasional Kelmebagaan yang ada didesa |
Desa |
||
|
§ Belum memiliki mobil
dinas desa |
Desa |
||
|
|
|
||
|
2. |
Pembengunan Desa |
§ Masalah Pembuatan / pengadaan / perkerasan / pengaspalan jalan poros desa dan jalan penghubung antar desa |
Desa |
|
Infrastruktur |
§ Masalah Pembuatan / pengadaan / perkerasan
/ pengaspalan / rabat beton jalan Desa antar permukiman ke wilayah pertanian yang sebagian perkebunan penduduk akses masuknya masih tanah. |
Desa |
|
|
§ Masalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro, seperti belum
adanya lampu penerangan
jalan desa |
Desa |
||
|
§ Penerangan / lampu jalan tidak ada |
Desa |
||
|
§ Adanya jalan yang tidak memiliki siring pasang |
Desa |
|
|
|
§ Jalan menuju lokasi pertanian dan perkebunan masih berupa
jalan setapak dan jalan tanah |
Desa |
|
§ Masalah Pembuatan Drainase lingkungan permukiman masyarakat Desa |
Desa |
||
|
Kesehatan |
§ Air bersih yang menggunakan sistim pipanisasi debit airnya masih kurang dibandingkan
dengan jumlah pemakainya |
Desa |
|
|
§ Masalah daerah rumah
penduduk yang masih terkontaminasi dengan limbah
pabrik Tahu. |
Desa |
||
|
§ Masalah Pelayanan Kesehatan Desa karena belum memiliki gedung
posyandu dan polindes dan masih kekurangan untuk tenaga medis/kader posyandu baik untuk anak dan lansia. |
Desa |
||
|
§ Masih adanya masyarakat yang tidak memiliki kartu Jaminan
Kesehatan Daerah (Jamkesda) |
Desa |
||
|
§ Masih adanya rumah masyarakat yang tidak layak huni |
Desa |
||
|
§ Kurangnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat
lansia |
Desa |
||
|
Pendidikan |
§ Masalah Pengadaan / Pemeliharaan taman bacaan masyarakat |
Desa |
|
|
§ Masih adanya anak
putus sekolah |
Desa |
||
|
§ Masalah Pengembangan dan pembinaan
sanggar seni seperti taman bacaan belum ada |
Desa |
||
|
§ Tidak adanya Honor guru TPQ |
Desa |
||
|
§ Lemahnya pengetahuan anak didik SMP terhadap Komputer |
Desa |
||
|
§ Masalah Pemeliharaan/Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan |
Desa |
||
|
§ Masalah sarana pembinaan kesenian desa |
|
||
|
Ekonomi masyarakat |
§ Masalah Pasar Desa masih
ada Pedagang kaki lima yang
kurang tertib . |
Desa |
|
|
§ Unit Pengelola Air Bersih membutuhkan pendanaan |
|
||
|
§ Masalah pembentukan dan pengembangan BUM Desa karena
kurangnya pendanaan modal. |
Desa |
||
|
§ Kegiatan pembibitan tanaman pangan |
Desa |
||
|
§ Masalah penggilingan padi,
Perontok Padi, Handtraktor. |
Desa |
||
|
§ Masalah Pengadaan lumbung
Desa yang masih kurangnya
lahan persawahan, |
Desa |
||
|
§ Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi |
Desa |
||
|
§
Masalah Pengadaan kandang ternak |
Desa |
||
|
§ Kurangnya modal koperasi untuk
menjalankan usaha |
Desa |
||
|
§ Kurangnya pembinaan bagi usaha kecil masyarakat |
Desa |
||
|
§ Masalah Pengadaan mesin
pakan ternak |
Desa |
||
|
Lingkungan hidup |
§ Masalah penanganan sampah |
Desa |
|
|
·
Masalah perlindungan mata air |
Desa |
||
|
3. |
Pembinaan Kemasyarakatan |
§ Masalah pembinaan lembaga
kemasyarakatan |
Desa |
|
§ masalah penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban |
Desa |
||
|
§ masalah pembinaan kerukunan umat beragama |
Desa |
||
|
§ Masalah pengadaan sarana
dan prasarana olah raga |
Desa |
||
|
§ Masalah pembinaan kesenian dan sosial budaya
masyarakat Desa |
Desa |
||
|
§ masalah Kemasyarakatan dengan
Kegiatan |
Desa |
|
|
|
pembinaan lembaga adat |
|
|
§ Tidak ada tempat
melaksanakan kegiatan kesenian
masyarakat |
Desa |
||
|
§ Tidak adanya sarana
Olahraga permanen (Bola Voly, Bulu tangkis, Lapangan Bola kaki) |
Desa |
||
|
§ Masih lemahnya prilaku generasi muda
terhadap sosial dan budaya. |
Desa |
||
|
4 |
Pemberdayaan Masyarakat |
§ Masalah pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan perdagangan yang masih membutuhkan banyak pelatihan. |
Desa |
|
§ Masalah pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala
Desa, perangkat Desa, dan
Badan Pemusyawaratan Desa |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan
dan Pelatihan kader pemberdayaan masyarakat Desa |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan dan Pelatihan
kelompok usaha ekonomi produktif |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan dan Pelatihan
kelompok perempuan |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan dan Pelatihan
kelompok tani |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan dan Pelatihan
kelompok masyarakat miskin |
Desa |
||
|
§ Masalah Pendidikan dan Pelatihan
kelompok pengrajin |
Desa |
Gambaran Pelayanan
·
Kantor desa
buka setiap hari kerja dari jam 07.30 WIB – 14.00 WIB
·
Kepala Desa dan Sekretaris Desa dibantu kepala Urusan, Kepala
dusun, masuk setiap hari
kerja.
·
Diluar jam kerja apabila
ada warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan surat menyurat tetap dilayani
dengan baik
·
Meningkatkan kedisiplinan perangkat desa dalam melaksanakan tugas – tugas pokok dan fungsi masing-masing
·
Menyampaikan dan menyalurkan bantuan
yang diterima dari pemerintah kepada warga sesuai dengan program
bantuan yanag ada
·
Meningkatkan berbagai macam kegiatan
baik dari kegiatan
pemerintah, pembangunan, ataupun kegiatan kemasyarakatan
·
Memberikan pelayanan
yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan
·
Setiap bulan
melaksanakan rapat koordinasi desa
Pembagian wilayah Desa Natar dibagi menjadi 11 dusun,
dan masing-masing dusun
56 RT, jadi di setiap dusun ada yang mempunyai wilayah pertanian dan perkebunan, sementara pusat Desa berada di Dusun I, setiap dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun yang dipilih langsung oleh masyarakat dusun itu sendiri.
Sarana dan Prasarana Desa
Sarana dan prasarana pemerintah Desa Natar mempunyai
kantor dan balai desa di Dusun 1 (Natar II) disertai
perangkat desa lengkap. Pemerintah Desa membawahi pemerintah Dusun .
Desa Natar mempunyai 11 dusun dan
dikepalai oleh 11 kepala dusun, Sarana dan Prasarana Desa Natar berjalan lancar
sesuai peraturan dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Kondisi
sarana dan prasarana umum Desa Natar secara garis besar adalah sebagai berikut:
|
NO |
SARANA / PRASARANA |
JUMLAH / VOLUME |
KETERANGAN |
|
1 |
Kantor Desa Dan Balai
Desa |
1 Unit |
Layak
Pakai |
|
2 |
Masjid |
14 Unit |
|
|
3 |
Mushola |
19 Unit |
|
|
4 |
Gereja |
2 unit |
|
|
5 |
Pos Kamling |
11 Unit |
Tidak Layak
Pakai |
|
6 |
Pos Polisi |
I Unit |
|
|
7 |
Gardu Induk PLN |
1 Unit |
|
|
8 |
Tower Telkomsel |
3 Unit |
|
|
9 |
Tower PLN |
3 Unit |
|
|
10 |
Lapangan Semen Bola Voli |
1
Lokasi |
|
|
11 |
Lapangan Sepak Bola |
2
Lokasi |
|
|
12 |
Balai Adat |
1 Unit |
|
|
13 |
Gedung Serbaguna di Dusun
4 |
1 Unit |
|
|
14 |
Tempat Pemakaman Umum |
4
Lokasi |
|
|
15 |
Sungai Way Rumbai |
5000 Meter |
|
|
16 |
Jalan Tanah |
7000 Meter |
|
|
17 |
Koral / Poros |
5000 Meter |
|
|
18 |
Jalan Aspal |
8500 Meter |
|
|
19 |
Pasar Impres |
1 Unit |
|
|
20 |
Truk Pengangkut Sampah |
1 Unit |
|
|
21 |
Gerobak Sampah/Satgas Keberesihan |
6 Unit/6 Orang |
|
|
22 |
Sumur Pompa |
3 Unit |
|
|
23 |
Sumur Gali |
2880 Unit |
|
|
24 |
Kantor Depdiknas |
1 Unit |
|
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa ( SOTK )
Struktur Organisasi Desa Natar
Kecamatan Natar menganut Sistem Kelembagaan Pemerintahan Desa dengan Pola
Minimal, Yang dikepalai oleh Seorang Kepala Desa serta dibantu dengan Perangkat
Desa beserta Staf.
Adapun Susunan Struktur Desa Dapat
dilihat secara jelas pada Bagan Struktur Organisasi Pemerintahan Desa.
Bagan 2.3
SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA
![]() |
