Gambaran Umum
PROFIL KAMPUNG KB SENTOSA DESA SIMBANG
Kampung KB Sentosa Tereletak di Desa Simbang Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Dengan batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : berbatasan dengan Desa Kalikuning
Sebelah Selatan : berbatsan dengan Desa Karangduwur
Sebelah Barat : berbatasan dengan Desa kalikajar
Sebelah Timur : berbatsan dengan Desa Purwojiwo
Desa Simbang terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Simbang, Cuwadi, Jlamprang dan Bangsari dengan jumlah RT sebanyak 29 RT sebelum pemekaran dan menjadi 31 RT setelah mengalami pemekaran dan terbagi menjadi 7 RW. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 1200 jiwa, Desa Simbang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Orbitasi Desa berjarak sekitar 1,9 kilometer dari Ibukota Kecamatan Kalikajar, dan 13,9 kilometer dari Ibukota Kabupaten Wonosobo. Rute menuju Desa Simbang dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor, ataupun mobil. Dengan waktu tempuh sekitar 5 menit dari Ibukota Kecamatan Kalikajar dan sekitar 25 menit dari Ibukota Kabupaten Wonosobo.
Desa Simbang memiliki luas wilayah sekitar 2,79 kilometer persegi. Jika kita memasuki Desa Simbang dari arah timur, maka kita akan disambut dengan hamparan tegalan Simbang yang ditanami dengan berbagai macam tanaman seperti sayur mayur, pisang, Singkong hingga pepohonan. Sedangkan untuk wilayah bagian barat dan Utara desa merupakan area persawahan. Kondisi alam yang beragam ini membuat Desa Simbang menarik untuk dijelajahi lebih lanjut. Terlebih masyarakat Desa adalah masyarakat yang ramah, santun dan menerima tamu dengan baik.
Simbang memiliki banyak sekali potensi diantaranya dibidang seni, dan tradisi. Masyarakat Desa Simbang masih sangat menjunjung tinggi adat dan tradisi setempat. Hal ini dibuktikan bahwa masyarakat setempat memiliki kelompok kesenian tari lengger dan jaranan. Terdapat 3 kelompok kesenian yaitu Langgeng Sari Muda (LSM) dan Setya Budaya dari Dusun Simbang dan Muda Baru Widodo dan Dewi sekarsari dari Dusun Jlamprang. Tradisi ini tidak hanya dipertunjukkan didalam Desa sendiri tetapi juga dipertunjukkan diluar Desa Bahkan sering mendapat undangan dari luar Kota. Traradisi lain yang masih selalu dilastraikan di Desa Simbang adalah tradisi merdi desa, Nyumpengi atau dikenal dengan Baritan serta tradisi Festival Balon Udara.
Tradisi Merdi Desa dilaksnakan 2 tahun sekali setiap bulan Syafa. Kegiatan diawali dengan Ziarah ke tempat makam sesepuh pendiri Desa Simbang dan kirab bersih bersih menuju beberapa petilasan diantaranya Petilasan Simbah Boyolali dan Petilasan Nyi Ranten Sari. Setelah kirab selesai dilanjutkan dengan selamatan Desa dan dilanjutkan dengan hiburan warga berupa pertunjukan wayang kulit dan tari tledek (tari tayub).
Tradisi yang paling menarik dari jaman dahulu adalah Tradisi nyumpengi atau dikenal dengan istilah Baritan yang merupakan singkatan dari Bubar Ngarit Slametan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur masyrakat desa Simbang yang mayoritas pekerjaannya adalah sebagai petani dan khusus bagi petani yang memiliki lembu pada hari tersebut dibawa ke lapangan untuk dilakukan ruwatan meliputi selamatan bersama dengan mengepung bucu megana dan lauk pauknya yang dibuat oleh ibu ibu. Setelah acara selesai juga diadakan pemerikasaan lembu dari dinas peternakan dan juga diadakan lomba Lembu Sehat. Tradisi ini sudah terkenal hingga kemanca negara. Banyak wartwan dan turis yang berkunjung ketika Tradisi ini dilaksanakan.
Yang tidak kalah menariknya adalah Tradisi Festival Balon Udara yang sudah terkenal sejak jaman dahulu. Kegiatan yang pada awalnya masyarakat Simbang hanya sebagi peserta di Alun - alun Wonosobo mulai Tahun 2023 Masyarakat Desa Simbang mengadakan Festival Balon Udara dalam Desa sendiri. Kegiatan ini dilaksnakan setiap tahun pada lebaran hari ke dua hingga hari ke 6 dengan peserta yang wajib ikut adalah Setiap RT di Desa Simbang dan ada juga peserta yang berasal dari lain wilayah. Tradisi ini selain sebagi upaya untuk melestarikan Tradisi masyarakat juga sebagi sarana menjalin silaturahmi dan menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Manfaat lainnya dari Tradisi ini adalah ajang bagi pemuda untuk menunjukkan bakatnya dalam membuat karyanya dari membuat design hingga merancangnya. Pada kegiatan ini biasanya juga dilakukan perlombaan. Kegiatan ini sudah terkenal sampai luar kota. Banyak wartawan yang meliput dan sering kali pemuda Simbang mendapat undangan keluar Provinsi untuk menerbangkan balon udara tersebut.
Banyak sekali potensi yang berada di Desa Simbang. Selain dari segi Tradisi masyarakat Simbang juga dikenal sebagi masyarakat yang Agamis. Hal ini dapat kita lihat bahwa di Desa Simbang terdapat madrasah disetiap Dusunnya. Banyak kegiatan keagamaan baik dari organisasi kaum ibu ibu maupun bapak bapak, seperti pengajian Rotib, Yasinan, fatayat Muslimat, Persatuan IPPNU dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan keagamaan yang lain.
Dari segi kemsyarakatan Desa Simbang juga tidak kalah dengan Desa lainnya. Banyak sekali organisasi kemsyarakatan seperti PKK, Dawis. Pokja Karang Taruna, PIK Remaja dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tanahnya yang subur dan sumber pengairan yang memadai menjadikan warga Desa Simbang menjadi Desa yang Makmkur. Petani menanami sawahnya dengan berbagai tanaman seperti Padi, sayur mayur dan palawija.Banyak petani yang menanam padi di sawahanya. Hal ini menjadikan Simbang sebagian besar adalah penghasil beras. Sayur mayur yang melimpah ruah dapat kita temui di Desa Simbang. Yang tidak kalah terkenalnya sampai keluar daerah adalah singkong hasil bumi dari Simbang yang katanya terkenal pulen sehingga banyak sekali para pengusaha industri yang membeli singkong dari Desa Simbang sebagi bahan baku produksi.