Gambaran Umum
Kata Cihaur berasal dari dua kata yaitu Ci ( kependekan dari Cai = Air ) dan haur ( nama salah satu jenis bambu ). Istilah Cihaur ini bermula kira-kira pada Tahun 1875 M. Disuatu daerah yang terletak diujung selatan Kecamatan Maja sekarang. Disana terkenal dengan air yang menjadi keramat bagi kepercayaan masyarakat pada zaman itu. Air tersebut berlokasi ditengah-tengah sawah yang timbul dekat rumpun bambu haur kuning yang dianggap sebagtai air berkah/ keramat. Ada juga yang menyebutnya sebagai Ciberag karena orang yang meminum air tersebut suaranya akan menjadi bagus ( berag ). Bahkan menurut cerita tokoh masyarakat dulunya air tersebut pernah dipakai mandi oleh jelmaan Ratu Nyi Rambut Kasih yang terkenal kecantikannya diwilayah Majalengka. Sehingga air tersebut banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah sampai sekarang air tersebut masih mengalir.
Desa
Cihaur pada waktu itu terdiri dari 3
Dusun atau Kampung yang berada
disekitarnya, yaitu :
1.
Kampung Garatengah yang terletak disebelah Timur Desa Cihaur
pada waktu itu.
2.
Kampung Sindangmangu
yang terletak di sebelah Utara Desa.
3.
Kampung / BLok desa nya
sendiri yaitu yang menjadi Dusun
Cihaurkidul sekarang.
Pada
waktu itu Desa Cihaur di Pimpin oleh seorang Kuwu / Kepala
Desa yang bernama MAIL.
Sejalan dengan pertumbuhan dan
berkembangnya masyarakat yang terus meningkat
wilayah Desa pun mengalami pemekaran terutama kewilayah Utara , sehingga terbentuklah Kampung baru bernama
Mekar mulya sehingga Desa
Cihaur memiliki 4 Dusun
sampai sekarang.
Pada
Tahun 1908, berdasarkan musyawarah Desa,
maka Pusat Pemerintahan Desa dipindahkan ke Dusun Mekar Mulya yang lokasinya dinilai lebih strategi karena
lebih dekat ke Kecamatan
Maja dan Jalan raya dan berbagai pertimbangan lainnya. Untuk
selanjutnya lokasi Desa yang lama
berubah menjadi Dususn Cihaurkidul.