Gambaran Umum
- Gambaran umum Gampong Bineh Krueng adalah usaha menggambarkan secara utuh tentang kondisi gampong. Data-data yang disusun diambil dari semua data yang tersedia dan bisa didapatkan. Selain menggunakan data-data yang ada gambaran umum gampong ini, diperkaya dengan data-data yang didapat dari hasil survei, wawancara, diskusi terarah dan terbatas maupun pengamatan secara langsung merupakan bagian dari tahapan Rencana Kegiatan Masyarakat. Data yang dipakai untuk menggambarkan situasi atau keadaan kependudukan misalkan, dalam gambaran umum memakai data dengan cara mengisi daftar kepala keluarga yang disebarkan melalui para kepala dusun. Hasil data kependudukan ini memunculkan perbedaan dengan data yang ada di pemerintah gampong. Pendataan akan diketahui jumlah penduduk yang berdomisili dan berdiam di gamponglebih aktual. Selisih jumlah penduduk yang terdaftar di pemerintah gampong dengan hasil pendataan, ketika dilakukan analisa antara tim survei dengan data dari pemerintah gampong bahwa jumlah yang tercatat secara admisitrasi ini kemungkinan banyak yang berdomisili dan bertempat tinggal di luar Gampong Bineh Krueng dikarenakan berbagai sebab. Sehingga dalam penyusunan dokumen ini memakai data aktual yang didapat dari hasil survei. Gampong Bineh Krueng terletak diujung kota Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, dengan luas wilayah ;399.50 Ha dan merupakan salah satu gampong dari 5 gampong dalam Kemukiman Bineh Krueng dan salah satu gampong dari 15 gampong di Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya. Menurut penuturan para sesepuh Gampong Bineh Krueng yang dulunya disebut dengan nama gampong Keude Siblah karena pada waktu itu bangunan yang dibangun oleh masyarakat hanya sebelah jalan saja, tidak seperti yang terlihat saat ini, makanya masyarakat menamai gampong Keude Siblah. Mesjid Safinatunnajah merupakan mesjid besar digampong Bineh Krueng yang dibangun Pada tahun 1928, oleh masyarakat merencanakan untuk membangun sebuah tempat ibadah yaitu Mesjid, Maka pada peletakan batu pertama pembangunan mesjid tersebut diundanglah seorang ulama kharismatik aceh yaitu, Tgk. Syeh Abu Muda Wali Al-Khalidy pimpinan pondok Pesantren Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Dalam dakwah Beliau mengatakan Gampong Keude Siblah diubah namanya menjadi Gampong Bineh Krueng, karena letak geografisnya sesuai dipingir sungai (krueng). Keuchik yang pertama yang memerintah pada saat itu adalah keuchik young yang diangkat langsung oleh T. Raja Nagor sebagai Raja yang memimpin pada saat itu. Sejak Gampong Bineh Krueng resmi menjadi gampong terbagi menjadi 3 ( tiga ) dusun, adapun dusun-dusun tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Dusun Sa’adah 2. Dusun Dayah Puteh 3. Dusun Jama’ah Amaliah