Gambaran Umum
Awal mula terbentuknya pemerintahan sumberjo terjadi pada pertengahan Tahun 1937 dan 1938 trjadi Transigrasi Penduduk dari Pulau jawa menuju Pulau sulawesi yang lebih terkenal dengan istilah kolonialisasi.Kolonialisasi tersebut terjadi di ujung Provinsi Sulawesi Selatan yang sekarang telah mengalami pemekaran wilayah menjadi Provinsi Sulawesi Barat. Kemudian sekitar pada Tahun 1968 ketiga kampung tersebut menggabungkan membentuk 1 desa dengan nama desa gaya baru yang kemudian terkenal dengan nama desa SUMBERJO yang dikepalai oleh seorang Kepala Desa yang bernama M.SARU dan sekretaris desanya MARSUM dengan tiga wilayah dusun: 1. Dusun Campurjo dengan Kepala Dusun KOSNAN, 2. Dusun Sumberjo dengan Kepala Dusun TUGIONO, 3. Dusun Sugihwaras dengan Kepala Dusun SUWADI.
Kata Sumberjo berasal dari kata "sumber" yang artinya Asal atau Pangkal dan "Rejo" dalam bahasa indonesia artinya Ramai,dari kata-kata tersebut maka terbentuklah nama desa "Sumberjo"yang artinya sumber yang ramai atau asal keramaian. Pda Tahun 1993 Dusun Campurjo dan Dusun Sugihwaras memisahkan diri dari Sumberjo,pada Tahun 1994 Kepala Pemerintahan Desa sumberjo di pimpin oleh Bapak WAGIMAN dengan sekretaris Desa Bapak SAKIYO denga meliputi 3 dusu yaitu: Dusun Kebumen,Dusun Telung Agung dan Dusun Pohayam. Pada Tahun 2016-2021 Kepala Pemerintahan Desa Sumberjo dipimpin oleh Bapak Murdifin,dan setelah jabatan Kepala Desa Sumberjo berakhir,maka pada Tahun 2021kembali dilaksanakan pemilihan Kepala Desa Sumberjo Bapak SUWARDI dengan masa jabatan 2022-2027 dengan wilayah Dusun meliputi : Dusun Kebumen,Dusun Telung Agung,Dusun Pohayam,Dusun Taramanu dan Dusun Pendukuan.
Kondisi Geografis
Desa Sumberjo merupakan daratan dengan luas wilayah kurang lebih 14,5 KM yang terletak disebelah Timur Ibu kota Kecamatan Wonomulyo dengan ketinggian diatas permukaan Laut 15 m dengan suhu antara 26 derajat celcius sampai dengan 30 derajat celcius sehingga sangat cocock untuk sektor pertanian apalagi didukung oleh sektor perairan yang baik.Desa Sumberjo didiami oleh 1480 KK dengan jumlah penduduk 4.276 jiwa,dan terdiri dari beberapa suku yaitu : Jawa, Mandar dan Bugis.