Gambaran Umum
Desa Cikoneng adalah salah
satu Desa dari se-10 desa yang ada di Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung
yang letaknya berada disebelah selatan ibu kota Kabupaten Bandung Provinsi Jawa
Barat dengan kondisi alam perbukitan, pegunungan dan persawahan yang sangat
sejuk peta Desa Cikoneng memanjang seperti badan kereta api dengan luas wilayah
474,04 Ha.
. Desa Cikoneng terbentuk pada zaman penjajahan belanda
dilatar belakangi oleh pejuang pejuang yang lari kepegunungan dan perbukitan
yang terpencil untuk mencari tempat persembunyian, dengan seiringnya waktu
kemudian mereka membentuk pemerintahan desa. Pemilihan Kepala Desa waktu itu
dipilih secara musyawarah dengan ditunjuk oleh tokoh-tokoh yang ada
dipemerintahan tersebut.
Desa Cikoneng pertama kali
menyelenggarakan pemilu pada tanggal 5 mei 1955 setelah itu pemilu dilakukan
dengan cara dipilih oleh semua masyarakat.
Desa Cikoneng terbagi menjadi 4
(empat) kepala dusun dengan jumlah RW 13, RT 42 dan jumlah penduduk 6.810, mayoritas
mata pencaharian penduduk desa Cikoneng bertani, menjahit, konveksi pakaian
jadi, berdagang, montir, peternak, buruh pabrik, kerajinan, wiraswasta, home
industri (UKM) dan sebagainya.
Desa Cikoneng memiliki beberapa adat
tradisional diantaranya:
1.
Adat pernikahan biasanya melakukan upacara adat seperti
: hataman Qur’an, ngeuyeuk seureuh, lengser, buka pintu, saweran, sungkeman
dll.
2.
Setiap ada yang hamil biasanya mereka mengadakan
pengajian, usia 4 bulan disebut 4 bulanan, usia 7 bulan disebut 7 bulanan
dengan membaca surat-surat tertentu dalam Al-Qur’an.
3.
Kematian melakukan acara tahlilan
·
Pasca kematian tahlilan dilakukan 7 hari
berturut-turut (sepekan),
·
Setelah 40 hari kematian dilakukan tahlilan kembali
yang disebut matang puluh,
·
Setalah 100 hari kematian dilakukan tahlilan
kembali yang disebut Natus,
·
Setiap tahun setelah kematian rutin diadakan
tahlilan (Menak),
4.
Pesta Obor diadakan pada malam tahun baru islam.
5.
Pesta rakyat kemerdekaan RI.
6.
Sopan santun, bertutur kata sopan dan saling
menghargai satu sama lain misalnya mengatakan “punten” / permisi, mengucapkan
salam bila bertamu.
7.
Mitos
·
Anak gadis tidak boleh duduk didepan pintu mitosnya
takut susah dapat pasangan (nontot jodo),
· Di RW 10 Rancagoong masyarakatnya melarang
menggunakan gong besar dalam acara pesta perkawinan dan khitanan mitosnya keadaan
rumah tangga akan berantakan (awet rajet) dll.
8.
Permainan tradisional diantaranya : Rerebonan, Loncat
tinggi, Sondah, Gatrik, Congkak, Dll.
Walaupun keberadaannya hampir hilang namun masih
ada sebagian kecil anak-anak desa Cikoneng yang melakukan
9.
Pakaian adat diantaranya : Kebaya, Pangsi, Salontreng,
Dudukuy laken, Dudukuy toroktok.
10. Makanan
tradisional diantaranya : Opak, Kolontong, Rangginang, Bugis, Dapros, Ketimus, Peuyeum,
Dll.
11. Adat
kebersamaan, gotong royong dan musyawarah
12. Adat
kesenian tradisional diantaranya : Calung, Pencak silat, Rudat, Rebana, Hadroh,
Terbangan, Upacara adat, Dll.
13. Obat
tradisional dan khasiat diantaranya : Kunyit sebagai obat magh; Babadotan
sebagai obat luka luar; Daun jara sebagai obat sakit gigi; Jahe sebagai obat
batuk; dll.
14. Kerajinan
masyarakat diantaranya : anyaman bambu, bilik corak, boboko, ancun, ayakan,
hihid, dll.
15. Bahasa
tradisional bahasa Sunda.
16. Agama masyarakat desa Cikoneng beragama Islam.
Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) adalah satuan wilayah setingkat kelurahan dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.
maka dari kita bisa melihat Kriteria utama dari desa cikoneng yang mencakup dua hal:
(1) Jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan KS 1 (miskin) di atas rata-rata Pra Sejahtera dan KS 1 tingkat desa/kelurahan di mana kampung tersebut berada,
(2) jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa/kelurahan di mana kampung KB tersebut berlokasi.