Melakukan Komunikasi, Informasi, edukasi dan koseling kepada ibu baduta dan ibu hamil

Kampung KB Mawar
Dipublikasi pada 08 October 2025

Deskripsi

KIE dan Konseling merupakan pilar utama dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam program Keluarga Berencana. Meski keduanya saling berkaitan, masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda dalam mencapai target kemandirian ber-KB.

1. Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE)
KIE adalah proses penyampaian pesan mengenai kependudukan dan keluarga berencana kepada masyarakat luas atau kelompok tertentu.

Tujuan: Mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar mendukung program KB, menurunkan angka kelahiran, dan mencegah stunting melalui perencanaan keluarga.

Metode: Dilakukan secara massal maupun kelompok melalui berbagai media, seperti penyuluhan langsung di Posyandu, pemasangan spanduk/poster, sosialisasi lewat media sosial, hingga pemanfaatan mobil unit penerangan (MUPEN).

Fokus Materi: Sosialisasi jenis-jenis alat kontrasepsi, edukasi usia ideal menikah (Pusat Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja), serta pentingnya jarak kelahiran untuk kesehatan ibu dan anak.

2. Konseling KB
Konseling adalah proses komunikasi interpersonal dua arah yang lebih mendalam dan bersifat pribadi antara tenaga kesehatan atau kader terlatih (konselor) dengan calon akseptor (klien).

Tujuan: Membantu klien mengambil keputusan yang mantap dan sukarela dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan reproduksinya.

Metode: Menggunakan alat bantu seperti ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) KB. Proses ini memastikan klien memahami keuntungan, efek samping, dan cara kerja dari setiap alat kontrasepsi (terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang/MKJP).

Prinsip SATU TUJU: Konseling biasanya mengikuti langkah Sapa, Tanya, Uraikan, Bantu, Jelaskan, dan Kunjungan Ulang.

3. Sinergi KIE dan Konseling dalam Percepatan Penurunan Stunting
Di tahun 2026, strategi KIE dan Konseling difokuskan pada penguatan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui KIE, masyarakat disadarkan akan bahaya stunting, sementara melalui konseling, ibu pasca-persalinan didorong untuk segera menggunakan KB Pasca Persalinan (KBPP) guna mengatur jarak kehamilan yang ideal (minimal 3 tahun), yang secara langsung berkontribusi pada penurunan risiko stunting pada anak.

Output Kegiatan:

Meningkatnya angka kesertaan ber-KB (mCPR).

Menurunnya angka unmet need (kebutuhan KB yang tidak terpenuhi).

Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi secara komprehensif.

Terwujudnya keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera.

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 10
Bulan ini: 21
Total: 33