Gambaran Umum
Kelurahan Lawang merupakan salah satu dari 12 kelurahan yang ada di Kabupaten Malang, terletak paling utara wilayah Kabupaten Malang yaitu dalam wilayah Kecamatan Lawang. Kelurahan Lawang merupakan perubahan status Desa menjadi Kelurahan pada tahun 1981, dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Selatan : Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang
Sebelah Barat : Desa Ketindan Kecamatan Lawang
Sebelah Utara : Desa Turirejo Kecamatan Lawang
Sebelah Timur : Desa Mulyoarjo Kecamatan Lawang
B. KONDISI TOPOGRAFIS
Kondisi Topografis Kelurahan Lawang yang berada pada ketinggian tanah 491 meter diatas permukaan laut memiliki curah hujan 149 mm per tahun dan suhu udara antara 22 – 32 º C, dimana merupakan kawasan yang sejuk dan berpanorama indah dengan dikelilingi oleh gunung-gunung seperti Gunung Semeru, Gunung Panderman dan Gunung Arjuno.
Kelurahan Lawang sebagai ibukota Kecamatan Lawang berdasarkan hasil analisis kawasan studi merupakan kawasan padat penduduk dan sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan intensitas tinggi yang didominasi dengan kegiatan perdagangan dan jasa. Kelurahan lawang yang memiliki luas wilayah 356,9 ha ditinjau dari data penggunaan lahan cenderung berkembang lebih pesat terutama pada perdagangan jasa dan permukiman. Selain penggunaan lahan untuk perdagangan jasa dan permukiman, juga terdapat lahan perindustrian, perkantoran, pendidikan serta fasilitas umum lainnya. Dikatakan pula sebagai daerah rural dibuktikan dari tidak adanya lahan sawah dan lahan perkebunan yang sedikit. Penggunaan lahan di Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1.
Luas Wilayah menurut Penggunaan
Di Kelurahan Lawang
|
NO. |
URAIAN |
SATUAN |
|
|
1. |
Luas pemukiman |
222 |
ha / m² |
|
2. |
Luas perkantoran |
10,9 |
ha / m² |
|
3. |
Luas perkebunan |
2 |
ha / m² |
|
4. |
Luas fasilitas umum /lainnya |
122 |
ha / m² |
|
|
TOTAL |
356,9 |
ha / m² |
Sumber : Profil Kelurahan Lawang
Kelurahan Lawang yang terdiri 11 RW dan 63 RT memiliki orbitasi yang tidak terlalu jauh terhadap pusat pemerintahan dan sarana tranpotasi yang mudah menuju pusat pemerintahan karena Kelurahan Lawang berada pada ruas jalan arteri primer Surabaya-Malang. Orbitasi dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2.
Orbitasi Keluahan Lawang terhadap Pusat Pemerintahan
|
LOKASI |
JARAK |
WAKTU TEMPUH |
|
Ibukota Kecamatan |
2 km |
15 menit |
|
Ibukota Kabupaten |
20 km |
60 menit |
|
Ibukota Provinsi |
70 km |
120 menit |
Sumber : Profil Kelurahan Lawang
C. KONDISI DEMOGRAFI
Dalam proses pembangunan, penduduk merupakan faktor yang harus diperhatikan karena Sumber Daya Alam yang tersedia tidak akan mungkin dapat dimanfaatkan tanpa adanya peranan dari manusia. Dengan adanya manusia Sumber Daya Alam tersebut dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi diri dan keluarga secara berkelanjutan.
Besarnya peran penduduk tersebut maka pemerintah dalam menangani maslah kependudukan tidak hanya memperhatikan pada upaya pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk saja tetapi lebih menekan kearah perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi dan mendatangkan manfaat besar bila memiliki kualitas yang baik.
Begitupula keadaan penduduk di Kelurahan Lawang yang cenderung besar dan padat, namun hal tersebut menjadikan pemerintah terus mengupayakan perbaikan kualitas masyarakat. Data penduduk di Kelurahan Lawang dapat dilihat dari Tabel 1.3. , Tabel 1.4. ,Tabel 1.5. , Tabel 1.6. , dan Tabel 1.7.
Tabel 1.3.
Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
Kelurahan Lawang
|
URAIAN |
JUMLAH |
|
Penduduk Laki-Laki |
7,261 jiwa |
|
Penduduk Perempuan |
7,564 jiwa |
|
Jumlah Penduduk |
14,825 jiwa |
|
Jumlah KK |
4,330 obyek |
Sumber : PLKB Kecamatan Lawang
Tabel 1.4.
Jumlah Penduduk berdasarkan Usia
Kelurahan Lawang
|
NO. |
KELOMPOK USIA |
JUMLAH |
|
1. |
0 – 12 Bulan |
156 jiwa |
|
2. |
1 – 5 Tahun |
645 jiwa |
|
3. |
5 – 6 Tahun |
315 jiwa |
|
4. |
7 – 15 Tahun |
1.691 jiwa |
|
5. |
16 – 21 Tahun |
624 jiwa |
|
6. |
22 – 59 Tahun |
10,123 jiwa |
|
7. |
> 60 Tahun |
2,299 jiwa |
|
|
TOTAL |
14,825 jiwa |
Sumber : PLKB Kecamatan Lawang
Tabel 1.5.
Kepala Keluarga berdasarkan tingkat Pendidikan
Kelurahan Lawang
|
NO. |
PENDIDIKAN |
JUMLAH |
|
1. |
Tidak Tamat SD |
213 jiwa |
|
2. |
Tamat SD - SMP |
1472 jiwa |
|
3. |
Tamat SLTA |
1409 jiwa |
|
4. |
Tamat Akademi / Perguruan Tinggi |
457 jiwa |
Sumber : PLKB Kecamatan Lawang
Tabel 1.6.
Jumlah Penduduk yang Berkerja berdasarkan Mata Pencaharian
Kelurahan Lawang
|
NO. |
MATA PENCAHARIAN |
JUMLAH |
|
1. |
Pedagang |
5.513 jiwa |
|
2. |
PNS |
1.191 jiwa |
|
3. |
TNI / POLRI |
155 jiwa |
|
4. |
Buruh Pabrik / Industri |
1.585 jiwa |
|
5. |
Buruh Bangunan |
52 jiwa |
|
6. |
Jasa |
135 jiwa |
|
7. |
Lainnya |
31 jiwa |
|
|
TOTAL |
8.662 jiwa |
Sumber : Kecamatan Lawang Dalam Angka 2017
Tabel 1.7.
Jumlah Penduduk berdasarkan Agama
Kelurahan Lawang
|
NO. |
AGAMA |
JUMLAH |
|
1. |
Islam |
11.589 jiwa |
|
2. |
Kristen |
632 jiwa |
|
3. |
Katholik |
1348 jiwa |
|
4. |
Hindu |
57 jiwa |
|
5. |
Budha |
125 jiwa |
Sumber : Profil Kelurahan Lawang
Tabel 1.8.
Sarana Keagamaan / Peribadatan di Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS TEMPAT IBADAH |
JUMLAH |
|
1. |
MASJID |
9 buah |
|
2. |
LANGGAR |
27 buah |
|
3. |
GEREJA KRISTEN PROTESTAN |
10 buah |
|
4. |
GEREJA KATHOLIK |
1 buah |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
BAB II
INDIKATOR
I. INDIKATOR PENDIDIKAN
Dalam Pembukaan UUD 1945 telah diamanahkan kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia sebuah pesan penting terkait dengan kemajuan Bangsa Indonesia. Pesan yang terkandung dalam tujuan Bangsa Indonesia itu adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan usaha melalui kegiatan pendidikan.
Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya memajukan pendidikan dengan maksud dan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan dengan biaya murah dan terjangkau oleh kemampuan masyarakat.
Kondisi pendidikan di Kelurahan Lawang tergolong cukup baik dimana tingginyakesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Beberapa indikator yang dapat menunjukkan kondisi pendidikan di Kelurahan Lawang antara lain ditinjau dari prosentase Angka Melek Huruf, Rata-rata lama sekolah serta ketersediaan sarana dan prasaran pendidikan.
1. Angka Melek Huruf
Salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat pendidikan adalah Angka Melek Huruf. Angka Melek Huruf mengindikasikan kemampuan masyarakat usia 10 tahun keatas untuk mampu membaca dan menulis. Dimana prosentase Angka Melek Huruf di Kelurahan Lawang secara kasar dilihat dari data penduduk berrdasarkan tingkt pendidikan, dimana sebagian besar telah mengenyam pendidikan minimal tamat Sekolah Dasar.
Salah satu indikator pendidikan yang digunakan sebagai alat ukur tingkat pendidikan adalah rata-rata lama sekolah. Rata-rata lama sekolah menunjukkan kemampuan jenjang pendidikan yang telah dicapai oleh penduduk usia 15 tahun keatas.
2. Fasilitas / Sarana prasaran pendidikan
Keberhasilan dalam kegiatan pendidikan tidak semata-mata dari proses transfer ilmu dari guru kepada peserta didik, namun diperlukan saran dan prasarana yang memadai pula guna menunjang kelancaran proses pendidikan.
Sarana dan Prasarana Pendidikan di wilayah Kelurahan Lawang tergolong cukup memadai dimana terdapat Lembaga Pendidikan mulai jenjang terendah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) , Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Perguruan Tinggi. Secara terperinci dapat dilihat pada Tabel 2.1.1.
Tabel 2.1.1.
Lembaga Pendidikan Formal
Kelurahan Lawang
|
NO. |
LEMBAGA |
Kepemilikan Pemerintah |
Kepemilikan Swasta |
JUMLAH |
|
1. |
PAUD |
- |
7 |
7 |
|
2. |
TK |
- |
12 |
12 |
|
3. |
SD/ Sederajat |
7 |
6 |
13 |
|
4. |
SMP/ MTS/ Sederajat |
1 |
4 |
5 |
|
5. |
SMA/ SMK/ Sederajat |
- |
3 |
3 |
|
6. |
Perguruan Tinggi |
- |
1 |
1 |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
Selain Lembaga Pendidikan Formal, Lembaga Pendidikan Non Formal juga turut andil dalam peningkatan taraf pendidikan masyarakat khusunya di Kelurahan Lawang. Lembaga non formal inilah yang dimanfaatkan masyarakat baik usia muda maupun dewasa untuk menambah pengetahuan serta keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan maupun perekonomian masyarakat. Lembaga non formal yang berada di Kelurahan Lawang dapat dilihat pad Tabel 2.1.2.
Tabel 2.1.2.
Lembaga non formal di Kelurahan Lawang
|
NO. |
LEMBAGA |
JUMLAH |
|
1. |
Pondok Pesantren |
3 |
|
2. |
TPQ / TPA |
10 |
|
3. |
Taman Penitipan Anak |
1 |
|
4. |
Bina Keluarga Balita |
3 |
|
5. |
Kursus Keterampilan Komputer |
1 |
|
6. |
Kursus Keterampilan Menjahit dan Bordir |
1 |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
Upaya penigkatan derajat pendidikan masyarakat sesuai dengan Visi Misi Kabupaten Malang Makmur, yaitu pada visi mewujudkan masyarakat Mandiri dan Maju. Dengan peningkatan kualitas pendidikan maka akan mendukung Sumber Daya Manusia agar mampu mengelola potensi Sumber Daya Alam maupun buatan.
Kegiatan masyarakat dalam bidang kesenian dan kebudayaan tidak pernah luntur oleh jaman, karena kesenian dan kebudayaan merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Masyarakat Kelurahan Lawang memiliki beberapa kelompok kesenian yang hingga saat ini masih terus dikembangkan dan ditularkan kepada generasi penerus agar nilai-nilai budaya bangsa tidak terkikis oleh perkembangan jaman. Disamping itu kegiatan positif semacam ini selainsebagai sarana hiburan juga mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluarga sehingga dapat mewujudkan kerukunan antar sesama warga. Beberapa kelompok kesenian dan kebudayaan yang ada di Kelurahan Lawang antara lain :
1. Kelompok Bantengan
2. Kelompok Karawitan
3. Kelompok tembang kenangan
II. INDIKATOR KESEHATAN MASYARAKAT
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Lawang bersinergi dengan visi misi Kabupaten MALANG MAKMUR yaitu bertujuan mewujudkan masyarakat yang Produktif dan Maju, serta mewujudkan Millenium Development Goal’s (MDG’s). Perhatian pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai. Disamping itu indikator lainnya yang dapat dijadika tolok ukur pembangunan masyarakat dibidang kesehatan adalah masyarakat sebagai objek pembangunan itu sendiri. Tingkat Kesehatan masyarakat Kelurahan Lawang dapat dilihat dari Derajat Kesehatan Masyarakat dan Ketersediaan Sarana Kesehatan yang meliputi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.
1. Derajat Kesehatan Masyarakat
Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Identifikasi ini dapat ditinjau dari angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan dan tingkat pesakitan. Derajat kesehatan di Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 2.2.1. , Tabel 2.2.2 , Tabel 2.2.3.
Tabel 2.2.1.
Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat Kelurahan Lawang
|
NO. |
INDIKATOR |
JUMLAH |
|
1. |
Angka kematian bayi |
0 |
|
2. |
Angka kematian ibu melahirkan |
0 |
Sumber : Puskesmas Lawang (Tahun 2017)
Tabel 2.2.2.
Tingkat Pesakitan Masyarakat Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS PENYAKIT |
JUMLAH |
|
1. |
Muntaber / Diare |
731 |
|
2. |
Demam Berdarah |
2 |
|
3. |
Infeksi saluran pernafasan |
57 |
|
4. |
Campak |
5 |
|
5. |
Lainnya |
4 |
Sumber : Puskesmas Lawang
Berdasarkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Kelurahan Lawang tahun 2011 dengan nilai nihil, terlihat bahwa peran pemerintah dalam peningkatan kualitas kesehatan di Kelurahan Lawang membuahkan hasil yang baik. Tingkat penyakit yang diderita masyarakat Kelurahan Lawang sangat mencolok pada Munteber / diare, hal ini disebabkan oleh pola makan yang kurang memperhatikan segi kesehatan.
2. Fasilitas Kesehatan
Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan kesehatan antara lain rasio fasilitas kesehatan penduduk. Fasilitas kesehatan yang ada di Kelurahan Lawang cukup menunjang kesehatan bagi masyarakat, disamping letaknya yang strategis, mudah dijangkau juga terdapat beberapa alternatif pilihan fasilitas sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat. Fasilitas kesehatan yang ada di Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 2.2.4 , Gambar 2.2.1. dan Gambar 2.2.2.
Tabel 2.2.4.
Data Fasilitas Kesehatan di Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS FASILITAS |
JUMLAH |
|
1. |
RSUD |
1 |
|
2. |
POSKESKEL |
1 |
|
3. |
PRAKTEK DOKTER |
11 |
|
4. |
POSYANDU |
13 |
|
5. |
APOTIK |
5 |
Sumber : Profil Kelurahan Lawang
3. Tenaga Kesehatan
Selain fasilitas kesehatan, hal yang sangat mendukung adalah ketersediaan tenaga kesehatan / tenaga medis sebagai subjek yang melakukan pengobatan dan penanganan medis. Distribusi tenaga medis yang ada di Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 2.2.5.
Tabel 2.2.5.
Distribusi Tenaga Medis di Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS |
JUMLAH |
|
1. |
Dokter Pria |
4 |
|
2. |
Dokter Wanita |
1 |
|
3. |
Bidan |
4 |
|
4. |
Kader Posyandu |
75 |
Sumber : Kecamatan lawang Dalam Angka 2017
4. Keikutsertaan Masyarakat dalam program Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kelahiran guna meningkatkan taraf hidup masyarakat agar lebih berkualitas baik segi kesehatan maupun pendidikan. Keikutsertaan masyarakat Kelurahan Lawang dalam Program KB dapat dilihat pada Tabel 2.2.6.
Tabel 2.2.6.
Keikutsertaan masyarakat dalam Program KB
Kelurahan Lawang
|
NO. |
URAIAN |
JUMLAH |
|
1. |
Peserta KB Pemerintah |
320 |
|
2. |
Peserta KB Mandiri |
1.133 |
|
3. |
Pasangan Usia Subur |
2.029 |
Sumber : PLKB Kecamatan Lawang
Dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa partisipasi masyarakat Kelurahan Lawang dalam menekan laju jumlah penduduk mencapai 71,6 % , merupakan suatu tingat keberhasilan yang baik bagi program Keluarga Berencana.
5. Kegiatan – kegiatan yang menunjang Kesehatan Masyarakat
Mengingat pentingnya kesehatan dalam kelangsungan hidup masyarakat maka tenaga kesehatan bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat bersama-masa melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kegiatan – kegiatan tersebut antara lain Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Senam Sehat, hingga Pengobatan Gratis. Dapat dilihat pada Gambar 2.2.1. , Gambar 2.2.2. , dan Gambar 2.2.3.
Gambar 2.2.1.
Posyandu Balita dan Lansia Kelurahan Lawang
Dok. Kelurahan Lawang
\
Gambar 2.2.2.
Senam Lansia Kelurahan Lawang
Gambar 2.2.3.
III. INDIKATOR EKONOMI MASYARAKAT
Upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat merupakan langkah pemerintah dalam memberantas kemiskinan di Indonesia, dan hal ini pula menjadi sasaran pemerintah Kabupaten Malang dalam melaksnakan Misi guna mewujudkan Visi Kabupaten MALANG MAKMUR. Peningkatan Ekonomi masyarakat adalah untuk membentuk karakter masyarakat yang Berdaya Saing.
Tingkat perekonomian masyarakat Kelurahan Lawang dapat di ukur dari Hasil Tahapan Keluarga Sejahtera sesuai pada Tabel 2.3.1.
Tabel 2.3.1.
Hasil Tahapan Keluarga Sejahtera
di Kelurahan Lawang
|
NO. |
KATEGORI |
JUMLAH KK |
|
1. |
Pra Keluarga Sejahtera |
213 |
|
2. |
Keluarga Sejahtera I |
328 |
|
3. |
Keluarga Sejahtera II |
1.461 |
|
4. |
Keluarga Sejahtera III |
1.295 |
|
5. |
Keluarga Sejahtera Plus |
254 |
|
|
TOTAL |
3.551 |
Sumber : PLKB Kecamatan Lawang
Dari data hasil tahapan keluarga sejahtera tersebut sangat tampak bahwa sebagian besar keluarga telah mampu mencapai tahapan keluarga sejahtera hingga tak sedikit telah memasuki kateori keluarga sejahtera plus. Perkembangan tingkat perekonomian masyarakat di Kelurahan Lawang ditunjang dari adanya sarana prasarana perdagangan yang ada, dimana sarana perdagangan yang sangat mencolok yaitu pasar lawang yang dewasa ini telah menjadi icon utama pariwisata Kabupaten Malang khususnya di wilayah kecamatan lawang. Sarana prasaran perdagangan yang ada di Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 2.3.2.
Jumlah Sarana Prasarana Perdagangan
di Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS SARANA |
JUMLAH |
|
1. |
Toko / Warung / Kios |
424 |
|
2. |
Pasar Permanen |
1 |
|
3. |
Supermarket |
7 |
|
4. |
Restoran / Rumah Makan |
230 |
|
5. |
Bank Umum |
6 |
|
6. |
BPR |
2 |
|
7. |
Kantor Pegadaian |
1 |
|
8. |
Koperasi Simpan Pinjam |
2 |
Sumber : Profil Kelurahan Lawang
Di Wilayah Kelurahan Lawang terdapat satu koperasi yang berbadan hukum dibawah binaan TP PKK Kelurahan Lawang yaitu Koperasi Wanita (KOPWAN) “Bethari Kencana” dengan anggota sebanyak 47 orang berasal dari Kelurahan Lawang. Koperasi ini berdiri sejak tahun 2009. Atas keberhasilan pengembangan koperasi ini sehingga meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat maka koperasi Bethari Kencana Kelurahan Lawang pada tahun 2010 mendapat bantuan Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 25.000.000,00 (Dua puluh lima juta rupiah) dan atas prestasi serta administrasi yang baik maka di tahun 2011 mendapat bantuan Dana Hibah kedua sebesar Rp. 25.000.000,00 (Dua puluh lima juta rupiah).
Selain koperasi juga terdapat UPPKS “LARASATI” Pandowo yang saat ini telah mampu mandiri tanpa binaan dari BKKBN. UPPKS “Larasati” ini satu-satunya UPPKS se Kecamatan Lawang yang telah mampu mandiri sehingga memperoleh bantuan Modal Usaha Kecil senilai Rp. 20.000.000,00 dari BPR Jatim.
Lokasi Kelurahan Lawang yang berada pada pusat kegiatan masyarakat dengan intensitas tinggi yang didominasi dengan kegiatan perdagangan dan perkantoran, mendorong pertumbuhan yang tinggi terhadap perekonomian masyarakat khususnya pada bidang perdagangan baik jasa maupun usaha kecil menengah. Berkembangnya industi kecil maupun menengah yang berada diKelurahan Lawang membawa pengaruh baik pula pada penyerapan tenaga kerja sehingga secara langsung meningkatkan perekonomian warga sekitar tempat industri. Data industri rumahan dan usaha kecil menengah yang berada di Kelurahan Lawang secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.3.3.
Tabel 2.3.3.
Jumlah Industri Rumahan dan UMKM
di Kelurahan Lawang
|
NO. |
LOKASI |
JUMLAH |
|
1. |
RW I |
17 |
|
2. |
RW II |
14 |
|
3. |
RW III |
9 |
|
4. |
RW IV |
2 |
|
5. |
RW V |
6 |
|
6. |
RW VI |
4 |
|
7. |
RW VII |
6 |
|
8. |
RW VIII |
10 |
|
9. |
RW IX |
11 |
|
10. |
RW X |
10 |
|
11. |
RW XI |
16 |
|
|
TOTAL |
105 |
Sumber : BPS Kabupaten Malang
Jumlah masyarakat yang menjadi pelaku ekonomi di kelurahan cukup banyak dimana dilihat dari jumlah industri menunjukkan bahwa masyarakat telah mampu mandiri guna meningkatkan perekonomian.
IV. INDIKATOR KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Kebutuhan akan pentingnya terwujud stabilitas Kamtibmas yang kondusif tentunya tidak hanya menjadi keinginan dari aparat penegak hukum, namun juga telah menjadi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Aparat menegak hukum dengan pemerintah menjalin hubungan yang sinergis dalam mengupayakan terwujudnya kondisi Kamtibmas yang stabil sehingga dapat mendukung pembangunan nasional menuju masyarakat yang adil dan makmur, spiritual dan material, sesuai dengan Visi Kabupaten MALANG MAKMUR yaitu menciptakan kondisi aman bagi masyarakat.
Pemerintah Kelurahan Lawang senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama dengan Babinsa maupun Babinkamtibmas Kelurahan Lawang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kelurahan Lawang. Satuan Linmas merupakan ujung tombak terwujudnya stabilitas Kamtibmas dengan melaksanakan Siskamling dan melaksanakan tugas-tugas yang menunjang Kamtibmas. Jumlah Sarana Keamanan Kelurahan Lawang dapat dilihat pada Tabel 2.4.1.
Tabel 2.4.1.
Jumlah Sarana Keamanan Lingkungan
Kelurahan Lawang
|
NO. |
SARANA |
JUMLAH |
|
1. |
Pos Polisi |
1 |
|
2. |
Poskamling |
11 |
|
3. |
Jumlah Anggota Linmas |
40 |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
1. SATUAN LINMAS
Pemerintah Kelurahan Lawang memiliki Satuan Linmas yang terdiri dari 40 orang anggota yang terbagi dalam beberapa regu guna mengoptimalkan peran Satuan Linmas. Jumlah Satuan Linmas berdasarkan Regu dapat dilihat pada Tabel 2.4.2.
Tabel 2.4.2.
Jumlah Satuan Linmas berdasarkan Regu
Kelurahan Lawang
|
NO. |
NAMA REGU |
JUMLAH |
|
|
1. |
Regu Deteksi Dini |
4 |
orang |
|
2. |
Regu PPPK |
4 |
orang |
|
3. |
Regu Tandu |
2 |
orang |
|
4. |
Regu Evakuasi |
5 |
orang |
|
5. |
Regu Dapur Umum |
7 |
orang |
|
6. |
Regu Caraka |
2 |
orang |
|
7. |
Regu SAR |
4 |
orang |
|
8. |
Regu Pioner |
5 |
orang |
|
9. |
Regu Pemadam Kebakaran |
5 |
orang |
|
10. |
Regu Pengamanan |
2 |
orang |
|
|
TOTAL |
40 |
orang |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
2. SATGAS PENANGGULANGAN BENCANA
Bencana merupakan hal yang tidak dapat diprediksi waktu terjadinya. Namun dalam hal ini Satuan Linmas Kelurahan Lawang telah membentuk Satgas penanggulangan bencana guna antisipasi apabila terjadi bencana di Kelurahan Lawang. Sebagai langkah awal Satgas mengidentivikasi wilayah hingga terbentuk Peta Rawan Bencana Kelurahan Lawang dan Lokasi serta tempat evakuasi, seperti gambar 2.4.1. dan Tabel 2.4.3.
Tabel 2.4.3.
Lokasi Rawan Bencana dan Tempat Evakuasi
Kelurahan Lawang
|
NO. |
LOKASI |
JUMLAH KK |
TEMPAT EVAKUASI TERDEKAT |
|
1. |
RT 08 / RW 01 |
28 KK |
RSUD LAWANG |
|
2. |
RT 02 / RW 05 |
8 KK |
RSUD LAWANG |
|
3. |
RT 05 / RW 06 |
1 KK |
RSUD LAWANG |
|
4. |
RT 04 / RW 08 |
18 KK |
RSUD LAWANG |
|
5. |
RT 03 / RW 11 |
31 KK |
RSUD LAWANG |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
3. PELATIHAN / DIKLAT BAGI SATUAN LINMAS
Pemberian pendidkan pelatihan bagi anggota Linmas Kelurahan Lawang sangat diperlukan guna meningkatkan keterampilan serta pengetahuan anggota Linmas terkait Tugas dan Funngsinya sebagai satuan keamanan dan ketertiban. Diklat ini bekerjasama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas selaku mitra kerja pemerintah Kelurahan Lawang dalam menjaga Kamtibmas masyarkat.
V. INDIKATOR PARTISIPASI MASYARAKAT
Program pemerintah dalam rangka peningkatan Pembangunan Masyarakat tidak akan berjalan dengar lancar tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Karena masyarakat merupakan objek pembangunan itu sendiri. Demikian halnya upaya peningkatan pembangunan di Kelurahan Lawang tanpa adanya partisipasi dari masyarakat tidak akan berjalan maksimal. Dari karakteristik masyarakat Kelurahan Lawangyang masih kental pada budaya gotong – royong menunjang terwujudnya lingkungan yang kondusif serta maju. Adanya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan merupakan aspek dalam mewujudkan Visi Kabupaten MALANG MAKMUR yaitu Demokratis.
1. Partisipasi Masyarakat dalam Program PNPM
Dari berbagai kegiatan yang sangat mencolok partisipasi masyarakat adalah dalam Program PNPM. Data swadaya masyarakat menunjukkan nilai yang cukup tinggi untuk menunjang pembangunan yang ada di wilayah Kelurahan Lawang. Data dimaksud dapat dilihat pada Tabel 5.1.
Ditinjau dari total swadaya masyarakat dibandingkan dengan pembiayaan, bahwa swadaya masyarakat mencapai 18,6%. Nilai partisipasi ini menunjukkan bahwa tingkat sadaran dan kepedulian terhadap lingkungan yang cukup baik.
Selain partispasi dalam dukungan dana, masyarakat juga antusias dalam proses pembangunan fasilitas umum tersebut, terbukti dari banyaknya warga yang turun langsung menangani pembangunan proyek.
2. Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan-Kegiatan Kemasyarakatan
Masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dalam berbagai aspek pembangunan masyarakat. Dengan dukungan serta peran aktif warga maka berbagai kegiatan di Kelurahan Lawang mampu terus berkembang secara berkesinambungan. Kegiatan-kegiatan dimakssud meliputi Peringatan Hari Besar Nasional, Hari Besar Keagamaan maupun kegiatan-kegiatan lainnya.
VI. INDIKATOR PEMERINTAHAN KELURAHAN
Pemerintah Kelurahan sebagai unsur pelaksana kebijakan pemerintah memiliki peranan penting dalam memajukan pembangunan. Pemerintah Kelurahan harus berperan aktif dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga masyarakat menerima pelayanan dengan optimal dan tepat sasaran. Dalam menyelenggarakan pemerintahan, prengakat kelurahan mempunyai peranan yang penting dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum pemerintah, tugas-tugas pembangunan maupun di dalam memberikat pelayanan terhadap masyarakat.
1. STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN LAWANG
Gambar 6.1.
SOTK Kelurahan Lawang
Aparat pemerintah Kelurahan Lawang berjumlah 11 orang, diisi oleh 7 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 4 orang Pegawai Honorer. Masing-masing aparat pemerintah emenjalankan tupoksi masing-masing sesuai dengan Peraturan Bupatin Malang Nomor 41 Tahun 2008 tentang Kelurahan. Dimana Jabatan struktural tidak terdapat kekosongan sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar.
2. SARANA DAN PRASARANA PEMERINTAHAN
Sarana dan Prasaran Pemerintahan merupakan unsur penting dalam menunjang kelancaran pelayanan terhadap masyarakat. Dengan fasilitas yang telah dimiliki pemerintah Kelurahan Lawang, maka akan semakin mengoptimalkan dan mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Sarana dan prasaran yang dimiliki pemerintah kelurahan dapat dilihat pada Tabel 6.1.
Tabel 6.1.
Sarana dan Prasarana Pemerintahan Kelurahan Lawang
|
NO. |
JENIS |
JUMLAH |
|
1. |
Kantor Kelurahan |
1 |
|
2. |
Pendopo Kelurahan |
1 |
|
3. |
Panti PKK |
1 |
|
4. |
Rumah Dinas |
1 |
|
5. |
Kendaraan Dinas |
3 |
|
6. |
Komputer |
2 |
|
7. |
Printer |
2 |
|
8. |
Notebook |
1 |
|
9. |
Meubeleir |
20 |
Sumber : Kantor Kelurahan Lawang
3. ADMINISTRASI PERKANTORAN
Dalam menjalankan tertib administrasi dan sesuai ketentuan yang berlaku maka dalam pelayanan terhadap masyarakat, pemerintah Kelurahan Lawang menangani pelayanan pelayanan satu pintu. Dengan pelayanan satu pintu ini maka pelayanan dapat terlaksana dengan tertib, dan cepat. Disamping itu dalam menjalankan administrasi perkantoran, Kelurahan Lawang tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan.
Begitu pula dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemerintah diwajibkan sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan oleh Kelurahan Lawang. Kepatuhan masyarakat terhadap peraturan yang telah ditetapkan Kelurahan Lawang ini memaknai bahwa telah terwujud masyarakat yang tertib sesuai Visi Kabupaten MALANG MAKMUR.
VII. LEMBAGA KEMASYARAKATAN
Lembaga kemasyarakatan merupakan mitra kerja pemerintah kelurahan dalam melaksanakan pembangunan masyarakat. Lembaga kelurahan di Kelurahan Lawang antara lain LPMK, PKK, Karang Taruna, RW dan RT.
1. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK)
LPMK dibentuk oleh dan atas prakarsa masyarakat kelurahan melalui musyawarah dan mufakat yang difasilitasi oleh Lurah. Pembentukan LPMK bertujuan untuk menghimpun dan menggalang partisipasi dan sawadaya masyarakat serta untuk meningkatkan partisipasi dan swadaya masyarakat.
2. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
Dalam era globalisasi persaingan untuk maju sangat ketat. Gerakan PKK dituntut untuk menumbuhkembangkan sikap dan perilaku, kemandirian pribadi, keluarga dan masyarakat, agar tidak salah dalam menerima globalisasi. Tantangan yang dihadapi antara lain perkembangan sumberdaya manusia, pergeseran tata nilai, pemanfaatan sumber daya alam, ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor terkait. Untuk itu perlu adanya ketahanan keluarga dalam upaya mewujudkan keluarga sejahtera.
Terkait dengan hal tersebut, Gerakan PKK Kelurahan Lawang telah banyak memberikan perubahan yang sangat berarti dalam membentuk sikap dan perilaku wanita, generasi muda dan remaja yang semula merasa kurang percaya diri, kurang berani mengungkapkan pendapat dan selalu menggantungkan diri pada nasib, berangsur- angsur dapat menjadi percaya diri, terampil dan dapat menempatkan dirinya sebagai anggota masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya.
3. Karang Taruna
Pemuda merupakan tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Pemudalah yang akan menentukan maju atau tidaknya sebuah bangsa dalam merintis perekonomian dan pembangunan. Memahami betapa besarnya peran pemuda sudah selayaknya pengembangan dan pemberdayaan kaum muda harus terus dilakukan. Seperti halnya karang taruna Kelurahan Lawang yang menjadi sarana pembelajaran dan kreatifitas pemuda di Kelurahan Lawang. Karang taruna Kelurahan Lawang sering kali menunjukkan eksistensinya pada beberapa kegiatan perayaan seperti peringatan HUT Republik Indonesia. Tingkat keikutsertaan Karang Taruna di kelurahan ini menunjukkan bahwa kemampuan berorganisasi dan berkarya pemuda cukup baik.
Pemerintah Kelurahan Lawang turut memberikat dukungan dalam memberdayakan karang taruna di kelurahanlawang, diantaranya menyediakan tempat berkumpul sekaligus tempat berwirausaha, dalam hal ini Kelurahan Lawang memberikan pelatihan menyablon beserta prasarana yang diperlukan. Dari kegiatan tersebut sekaligus telah meningkatkan perekonomian serta menumbuhkan kemandirian bagi pemuda.
BAB III
PENUTUP
Demikian Profil ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kelurahan, Pemerintah maupun Instansi Lain di Kabupaten Malang