Gambaran Umum


Binontoan adalah kelurahan atau desa di kecamatan Tolitoli UtaraKabupaten Toli-ToliSulawesi TengahIndonesia.

Binontoan merupakan desa di bagian utara kabupaten tolitoli, yang bahasa keseharian masyarakatnya didominasi penutur menggunakan bahasa Tolitoli (Bahasa Totoli), sebagian besar penduduknya petani dan nelayan. Binotoan merupakan desa dengan penduduk terbanyak ketiga se kabupaten Tolitoli, daerah ini terkenal dengan empang alamnya.

Binontoan merupakan rumpun induk dari etnis Tolitoli yang tersebar dibeberapa desa yang serupun yaitu: desa lakuan (lakuan tolitoli maupun lakuan buol), desa pinjan, desa diule dan bahkan tersebar sampai desa salumpaga dan desa laulalang, dengan nama marga rumpun terkuat adalah Datuamas (Datu Amas) dan Bandi.

Sehingga Binontoan dikenal sebagai rumpun etnis Tolitoli yang paling asli, juga sebagai kawasan terbesar penutur dan pengguna bahasa tolitoli.

Hikayat Tau Dei Bumbung Lanjat

Dalam Hikayat, asal-usul Tau tolu (tiga Orang Kahyangan) salah satunya berasal dari salah satu perbukian di Binontoan yang dikenal dengan Tau Dei Bumbung Lanjat (Putri Jelmaan kahyangan dari atas Pohon Langsat), masyarakat setempat menyebutnya sebagai bukii karamat (Gunung Keramat).

ASAL USUL NAMA BINONTOAN

Asal-usul nama Binontoan berasal dari kata "Pinobontoan" yang artinya tempat perceraian atau tempat penetapan keputusan, pada mulanya daratan binontoan adalah berupa hutan belantara yang dihuni sedikit suku Dondo yang tinggal bagian dalam yang sekarang di sebut Boyan yang daerah ini dahulu masuk dalam wilayah kerajaan buol, kemudian datanglah orang-orang/suku Tolitoli yang berasal dari Nalu dan galang yang awalnya tinggal di daerah pinjan dan bambalatung, daerah ini letaknya sebelah barat binontoan sekarang, karena wilayah ini masuk dalam kerajaan buol maka orang-orang/suku Toli Toli tersebut meminjam tempat (wilayah) itu dari kerajaan buol (asal-usul desa Pinjan adalah Pinjam) seiring berjalannya waktu maka wilayah ini makin banyak didiami oleh suku Toli Toli hingga di lakuan, melihat hal ini maka kerajaan buol mulai merasa kuatir sehingga menginginkan ada kesepakatan mengenai wilayahnya yang didiami oleh suku Tolitoli, maka atas kesepakatan di adakanlah pertemuan yang di laksanakan di muara sungai binontoan (ogonabonto) dari pertemuan tersebut maka di putuskan batas wilayah Tolitoli dan buol adalah sungai lakuan, dengan demikian lakuan yang berada sebelah timur masuk wilayah buol dan lakuan sebelah barat masuk wilayah Tolitoli, awalnya Tolitoli mengklaim bahwa batas wilayah Tolitoli dan buol adalah batupoli. Dari situlah orang-orang mulai menyebut tempat pertemuan itu dengan sebutan "Pinobontoan" yang artinya tempat keputusan, dan entah kenapa kemudian orang menulisnya menjadi "BINONTOAN"

Daftar Para Pemimpin Binontoan sepanjang masa:

  • Di awali kepala kampung Landoya
  • Bangga (Haji Banggong)
  • Ishak
  • 1. Moh. Rajib (Kapala Bintang) 1932
  • 2. Djufri H. Nuhu
  • 3. H.Hakim H.Bandi Datuamas
  • 4. Achmad Kumay
  • 5. Amiruddin Tahir (Transisi)
  • 6. H. Yahya Datuamas
  • 7. Kasim Kumay
  • 8. Abdul Razak Haji Habbe (Transisi)
  • 9. Bahar Assa Datuamas ( Transisi )
  • 10. Amiruddin Am
  • 11. Taufiq Hidayat

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1970
Jumlah Kepala Keluarga
504
Jumlah PUS
222
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
74
Keluarga yang Memiliki Remaja
288
Keluarga yang Memiliki Lansia
151
Jumlah Remaja
604
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
123
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
99

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
INDRAWATI MUNDIAHI, SE
198202082008012013
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 9 orang pokja terlatih
dari 9 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0