Pengukuran tinggi badan ibu hamil

Desa Liwumetingke
Dipublikasi pada 07 October 2025

Deskripsi

Pemantauan tinggi badan ibu hamil bertujuan untuk memantau pertumbuhan janin, mendeteksi potensi risiko persalinan seperti Cephalopelvic Disproportion (CPD) pada ibu dengan tinggi badan <145 cm, serta menilai status gizi ibu. Cara utama pemantauannya adalah melalui pemeriksaan rutin Antenatal Care (ANC) yang mencakup pengukuran tinggi fundus uteri (TFU), yaitu pengukuran tinggi rahim dari tulang kemaluan hingga ke puncak rahim. 

Tujuan pemantauan tinggi badan

  • Memantau pertumbuhan janin.
  • Mendeteksi faktor risiko persalinan, seperti Cephalopelvic Disproportion (CPD) pada ibu dengan tinggi badan di bawah 145 cm.
  • Menilai status gizi ibu.
  • Menghindari komplikasi kehamilan. 

Cara pemantauan tinggi badan

  • Pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU): 

Ini adalah metode utama untuk memantau pertumbuhan janin selama kehamilan.

  • Dilakukan dengan mengukur jarak dari tulang kemaluan ke puncak rahim.
  • Tinggi TFU normalnya akan bertambah seiring dengan usia kehamilan.
  • Misalnya, pada usia kehamilan 20 minggu, TFU sekitar 20 cm, dan akan bertambah sesuai dengan usia kehamilannya. 
  • Pengukuran ini dilakukan secara rutin pada setiap kunjungan ANC. 
  • Pemeriksaan Antenatal Care (ANC):
  • Tinggi badan ibu akan diukur saat awal kehamilan untuk mengetahui potensi risiko persalinan. 
  • Pengukuran TFU akan dilakukan secara berkala, terutama saat trimester kedua dan ketiga, untuk memantau perkembangan janin. 
  • Frekuensi ANC:
  • Trimester 1: 1 kali. 
  • Trimester 2: Minimal 2 kali. 
  • Trimester 3: Minimal 3 kali. 
  • Jika ada kondisi tertentu, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lebih sering untuk memantau kesehatan ibu dan janin secara lebih cermat

 

Sesi Kegiatan Reproduksi

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 50
Bulan ini: 152
Total: 249