Pemberian Makanan Tambahan pada Balita
Desa Liwumetingke
Dipublikasi pada
09 September 2025
Deskripsi
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bayi balita adalah program pemberian makanan bergizi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi mereka, terutama untuk bayi dan balita yang berisiko mengalami masalah gizi seperti kurang gizi atau stunting. PMT bertujuan untuk membantu meningkatkan status gizi anak, mencegah stunting, dan diberikan sebagai makanan pendukung yang aman, bergizi, dan bermutu.
Tujuan dan karakteristik PMT
- Tujuan: Meningkatkan status gizi, mencegah stunting, dan memenuhi kebutuhan gizi anak yang tidak tercukupi dari makanan utama.
- Bukan pengganti makanan utama: PMT berfungsi sebagai pelengkap untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.
- Bahan pangan: Dapat berupa makanan siap saji atau bahan pangan lokal yang diolah sendiri oleh kader posyandu dan masyarakat, atau menggunakan produk pabrikan tertentu yang memenuhi standar mutu dan keamanan.
Waktu dan frekuensi pemberian
- Frekuensi: Umumnya diberikan setiap hari selama periode tertentu, seperti 4-8 minggu untuk balita gizi kurang, atau 2-4 minggu untuk balita dengan berat badan kurang atau tidak naik.
- Pelaksanaan: Biasanya diberikan saat posyandu setelah penimbangan.
- Sertifikasi: Kadang-kadang program PMT dilakukan selama 90 hari untuk balita stunting, dengan pemantauan rutin.
Contoh menu dan kandungan gizi
- Makanan tambahan bergizi: Beragam contoh makanan tambahan yang baik meliputi alpukat, yogurt tawar, ikan teri, dan bubur kacang hijau.
- Contoh PMT dari pangan lokal: Sup jagung yang dibuat dengan menumis bawang, lalu memasukkan air kaldu ayam, jagung, garam, daging ayam, dan telur yang sudah dikocok, kemudian ditambahkan keju parut setelah matang.
- Produk pabrikan: Untuk anak usia 12-24 bulan, PMT pemulihan dapat berupa biskuit khusus dengan kandungan 10 vitamin dan 7 mineral.
Peran serta dalam program PMT
- Penyuluhan: PMT juga berfungsi sebagai sarana penyuluhan bagi orang tua tentang makanan kudapan yang baik untuk balita.
- Keterlibatan masyarakat: Program PMT menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan posyandu.
- Edukasi berkelanjutan: Program ini perlu didampingi edukasi berkelanjutan agar pola makan sehat tetap diterapkan di rumah.
Sesi Kegiatan Perlindungan