Pemantauan Tinggi Badan Bayi Balita

Desa Liwumetingke
Dipublikasi pada 10 September 2025

Deskripsi

Pemantauan tinggi badan bayi dan balita dilakukan secara rutin dengan mengukur panjang atau tinggi badannya menggunakan alat seperti infantometer (untuk bayi tidur) atau stadiometer (untuk balita berdiri). Hasil pengukuran ini kemudian dicatat dan dicocokkan dengan grafik pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk mendeteksi dini masalah tumbuh kembang seperti stunting. Pemantauan yang konsisten penting untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. 
Cara mengukur tinggi badan bayi dan balita
  • Alat ukur: Pastikan alat ukur (infantometer atau stadiometer) diletakkan di permukaan yang datar, keras, dan stabil.
  • Persiapan anak:
    • Lepaskan alas kaki, kaus kaki, hiasan rambut, dan pakaian tebal atau yang mengikat.
    • Pastikan anak dalam kondisi tenang dan tidak sedang rewel.
  • Posisi anak:
    • Untuk bayi (di bawah 2 tahun, diukur berbaring): Baringkan bayi telentang di atas infantometer. Posisikan puncak kepala menempel pada headboard (bagian kepala yang tidak bergerak) dan pastikan tubuhnya lurus, pundak, pinggang, dan tumit menempel pada papan pengukur. Rapatkan footboard (bagian yang bergerak) hingga menempel pada telapak kaki dengan posisi jari mengarah ke atas.
    • Untuk balita (usia 2 tahun ke atas, diukur berdiri): Posisikan anak berdiri tegak membelakangi stadiometer. Pastikan lima titik tubuh menempel pada tiang: belakang kepala, punggung, bokong, betis, dan tumit. Posisikan kepala lurus sejajar dengan mata agar pandangan lurus ke depan.
  • Pengukuran:
    • Lakukan pengukuran oleh dua orang. Satu orang memosisikan anak, dan satu lagi membaca hasil ukurnya.
    • Geser head slider (untuk balita berdiri) atau footboard (untuk bayi berbaring) hingga menyentuh puncak kepala (balita) atau telapak kaki (bayi).
    • Baca angka pada skala ukur dengan jelas dan catat hasilnya. 
Cara memantau pertumbuhan

  1. Catat dan plot hasil: Catat hasil pengukuran (misalnya tinggi badan dalam cm) setiap kali dilakukan dan plot pada grafik pertumbuhan sesuai dengan usia dan jenis kelamin anak.
  2. Bandingkan dengan target: Bandingkan hasil pengukuran dengan standar pertumbuhan yang ideal. Misalnya, rata-rata pertumbuhan ideal anak usia 1-2 tahun adalah sekitar 13 cm.
  3. Konsultasi ke dokter: Bawa catatan pertumbuhan anak ke posyandu atau dokter anak untuk pemantauan rutin dan konsultasi lebih lanjut, terutama jika ada perbedaan yang signifikan dari standar yang ada.
  4. Perhatikan faktor lain: Pemantauan tinggi badan juga perlu dikombinasikan dengan pemantauan berat badan. Jika berat badan tidak naik tetapi posisi pada kurva berat badan terhadap tinggi badan tetap normal, mungkin tidak diperlukan peningkatan asupan gizi secara drastis,
Sesi Kegiatan Kasih Sayang

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 145
Minggu ini: 217
Bulan ini: 249
Total: 378