Gambaran Umum


"KAMPUNG KB DESA BANARAN"

Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Desa Banaran resmi berdiri pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pengendalian kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Pengelolaan Kampung KB ini diperkuat dengan dasar hukum terbaru yaitu Surat Keputusan Kepala Desa Banaran Nomor 188.45/43/418.78.02/2023. Keberadaan Kampung KB di Desa Banaran menjadi wadah strategis dalam mengintegrasikan berbagai program lintas sektor yang mendukung pembangunan berbasis keluarga di tingkat desa. Pelaksanaan program Kampung KB di Desa Banaran mengacu pada regulasi dan pedoman dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, di mana desa ini telah memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor), serta PIK Remaja. Selain itu, desa ini juga memiliki sekretariat Pokja Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan, yang menjadi pusat pengelolaan informasi dan kegiatan program. Kegiatan Kampung KB di Banaran didukung oleh dana dari APBN, APBD, dana desa, serta partisipasi aktif masyarakat.

Secara geografis, Desa Banaran memiliki luas wilayah sekitar 385,5 hektar, terdiri dari 2 dusun dan 31 RT. Batas wilayah desa ini adalah Desa Bukur di sebelah utara, Desa Medowo di timur, Desa Mlancu di selatan, dan Desa Kandangan di barat. Topografi wilayah merupakan dataran rendah dengan elevasi sekitar 169 meter di atas permukaan laut, serta tanah grumusol yang subur, cocok untuk kegiatan pertanian. Desa Banaran memiliki iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau yang teratur setiap tahunnya.Potensi utama Desa Banaran terletak pada sektor pertanian, dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas unggulan meliputi padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Selain itu, desa ini juga memiliki kelembagaan pertanian yang aktif, seperti 13 kelompok tani, 4 kelompok wanita tani (KWT), dan beberapa kelompok budidaya tebu, ternak sapi, serta ikan. Keberadaan lembaga-lembaga ini menjadi penggerak ekonomi desa dan mendukung ketahanan pangan keluarga.

Di luar sektor pertanian, Desa Banaran juga dikenal memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata lokal. Tradisi seperti bersih desa (nyadran) dan kesenian jaranan/barongan masih dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Selain itu, desa ini tengah mengembangkan potensi wisata religi melalui makam Ki Banar Soleh (Mbah Abdul Qohar) yang dihormati masyarakat sekitar. Pemerintah desa juga aktif mendorong pertumbuhan UMKM lokal, khususnya dalam bidang kerajinan tangan seperti barongan, yang bahkan telah dipasarkan hingga luar daerah dan luar negeri.Dengan integrasi antara pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan, Kampung KB Desa Banaran menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah dapat dijalankan secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat desa.   

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
3341
Jumlah Kepala Keluarga
1118
Jumlah PUS
586
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
248
Keluarga yang Memiliki Remaja
618
Keluarga yang Memiliki Lansia
333
Jumlah Remaja
843
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
460
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
126

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
ELVINA SRI ANDAYANI, S.Tr.Sos
200105032025062016
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 8 orang pokja terlatih
dari 15 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 2
Bulan ini: 3
Total: 158