Kegiatan REBANA DUSUN BEJI
wonorejo
Dipublikasi pada
22 August 2025
Deskripsi
Asal usul rebana diperkirakan dari Timur Tengah, khususnya wilayah Arab dan Persia, sejak abad ke-6 Masehi, kemudian masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 hingga 16 Masehi melalui para pedagang dan penyebar agama Islam, seperti Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi. Di Indonesia, rebana berkembang menjadi bagian seni budaya lokal dan erat kaitannya dengan musik religi seperti shalawat dan hadrah, serta memiliki berbagai variasi di berbagai daerah seperti kompang di Sumatra dan rebana al-banjari di Kalimantan.
Asal Usul Kuno
- Timur Tengah: Rebana diperkirakan berasal dari Timur Tengah, dengan penggunaan pertama kali muncul pada abad ke-6 Masehi saat Hijrah Nabi Muhammad SAW.
- Etimologi: Kata "rebana" diduga berasal dari bahasa Arab "rabab", meskipun bentuknya telah berkembang menjadi alat musik perkusi. Beberapa sumber juga menyebutkan keterkaitan dengan kata Persia tambūr yang berarti "drum".
- Penggunaan Awal: Rebana digunakan di Mesir Kuno sebagai alat musik keagamaan.
Masuknya Rebana ke Indonesia
- Rebana masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan penyebaran Islam, terutama oleh pedagang Arab dan Gujarat.
- Ulama seperti Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi memperkenalkan rebana di Indonesia untuk mengiringi pembacaan kasidah dan shalawat sebagai sarana dakwah dan ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW.
- Seiring waktu, rebana menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan dan Jawa.
Perkembangan dan Variasi di Indonesia
- Rebana mengalami adaptasi dan perkembangan, menghasilkan berbagai jenis sesuai daerah.
- Beberapa contoh jenis rebana di Indonesia meliputi:
- Rebana Hadroh: Rebana berukuran sedang dari Jawa Timur.
- Kompang: Rebana yang populer di Sumatra, Malaysia, dan Brunei.
- Rebana Al-Banjari: Jenis rebana yang berkembang di Kalimantan.
- Rebana Ubi: Rebana besar dari Kalimantan Selatan.
- Rebana Hadroh: Rebana berukuran sedang dari Jawa Timur.
- Rebana digunakan sebagai pengiring musik religius, seperti shalawat, hadrah, dan maulid, serta tarian adat di beberapa daerah.Sementara di Dusun Beji desa Wonorejo sendiri ada 3 group yaitu Syifaul Qolbi Kids, Syifaul Qolbi Remaja dan sa'idul Quulub yang beranggota ibu² muda.Dan untuk tampilan group rebana bisanya di acara keagamaan.Rebana sendiri merupakan wadah bagi pencinta seni musik pukul yang saat ini sudah marak di Indonesia.Di harapkan rebana sendiri dapat menjadi wadah para generasi muda dalam berkreasi di bidang yang positif.
Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.
Sesi Kegiatan Pembinaan Lingkungan