Gambaran Umum
Bontoa adalah nama sebuah kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kelurahan Bontoa berstatus sebagai kelurahan definitif dan tergolong pula sebagai kelurahan swasembada. Kelurahan Bontoa memiliki luas wilayah 2,91 km² dan jumlah penduduk sebanyak 3.232 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 1.027,49 jiwa/km² pada tahun 2024. Pusat pemerintahan kelurahan ini berada di Lingkungan Panjallingan. Ibu kota Kecamatan Bontoa berada di kelurahan ini. Tokoh ulama besar Sulawesi Selatan, Anregurutta Sanusi Baco lahir dan dimakamkan di wilayah kelurahan ini.
Etimologi
Kata Bontoa berasal dari bahasa Makassar, yang terdiri atas kata dasar bonto (daratan/daerah yang lebih tinggi dari permukaan air) dan -a (sebagai penegas itu benda). Penggabungan keduanya tersebut melahirkan makna "daratan itu".
Sejarah
Kelurahan Bontoa terbentuk dari pemekaran wilayah Desa Tunikamaseang.
Kelurahan Bontoa memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
| Sebelah | Berbatasan |
|---|---|
| utara | Desa Salenrang dan Desa Tunikamaseang |
| selatan | Desa Bontoa Marannu ( Kecamatan Lau) dan Desa Bontoa Bahari |
| barat | Desa Tunikamaseang dan Desa Bonto Bahari |
| timur | Kelurahan Maccini Baji (Kecamatan Lau) dan Desa Salenrang |
Kondisi demografis
Etnis dan bahasa
Mayoritas penduduk Kelurahan Bontoa adalah Suku Makassar dengan penciri penutur Bahasa Makassar Dialek Lakiung yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Suku lainnya adalah Suku Bugis.
Peta Wilayah