Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
Deskripsi
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita adalah kegiatan penting untuk mendeteksi dini gangguan tumbuh kembang anak agar dapat segera ditindaklanjuti, dengan cara mengukur pertumbuhan fisik (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) dan perkembangan kemampuan (motorik, bahasa, sosial, kognitif) menggunakan alat seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Kartu Kembang Anak (KKA), serta melibatkan orang tua dan tenaga kesehatan melalui Posyandu. Pemantauan tumbuh kembang balita adalah kegiatan rutin untuk mengamati, mencatat, dan menilai pertumbuhan serta perkembangan anak usia 0–59 bulan (balita). Tujuan Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita yaitu:
- Memastikan
pertumbuhan fisik (berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar kepala) sesuai
dengan usianya.
- Mendeteksi
dini adanya gangguan gizi, keterlambatan perkembangan, atau masalah kesehatan.
- Memberikan
edukasi dan intervensi kepada orang tua agar anak tumbuh sehat, cerdas, dan
optimal.
Aspek
yang dipantau:
- Pertumbuhan
(fisik):
- Berat
badan
- Tinggi/panjang
badan
- Lingkar
kepala
- Status
gizi
- Perkembangan
(psikososial & motorik):
- Motorik
kasar (misalnya: duduk, berdiri, berjalan)
- Motorik
halus (misalnya: memegang benda, menyusun balok)
- Bahasa (ocehan, kata, kalimat)
- Sosial-emosional (berinteraksi, meniru perilaku, bermain bersama)
Setelah mengikuti kegiatan ini manfaat yang diperoleh oleh Keluarga yang memiliki Balita yaitu:
- Mengetahui apakah anak
tumbuh sesuai usianya.
- Menemukan masalah gizi
(gizi kurang, stunting, obesitas) sejak dini.
- Mendeteksi keterlambatan perkembangan agar bisa segera ditangani.
- Membantu orang tua
memahami cara stimulasi tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh Aparat Desa, Petugas Kesehatan dari PKM Tanalili, PKB, TPK, Kader Posyandu dan IMP.
Kegiatan ini
terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.