Gambaran Umum
SEJARAH KELURAHAN SABANG
Sebelum menjadi
Kelurahan Sabang, Sabang adalah Desa yang didirikan pada tahun
1925 oleh
Pemerintah Belanda yang dipimpin oleh Mandor Langgal disebut Desa Sabang
pada waktu itu
karena penduduk Desa Sabang membuat kampung secara terpencar seperti
di tiga tempat
masing-masing:
- Sabang
- Lalamun
- Boniton
Pada waktu itu
tempat yang ada banyak terserang wabah penyakit Malaria, maka
Pemerintah
Belanda menganjurkan Masyarakat untuk pindah di Desa Sabang karena
dulunya dianggap
bebas dari wabah Penyakit Malaria dan memiliki sumber air tawar yang
baik untuk
diminum. Sabang yaitu berasal dari kata Sabangan artinya tempat mencari ikan
sedangkan Sabang
artinya mencari ikan. Kata Sabang dan Sabangan adalah berasal dari
Bahasa Banggal.
Menurut kisahnya
sehingga dinamakan Sabang adalah karena pada Zaman dahulu
pesisir pantai
Desa Sabang dijadikan tempat mencari ikan oleh penduduk yang masih
tinggal di
Pegunungan yaitu kurang lebih 10 sampai 12 km dari Desa Sabang sebelah
selatan, mereka
menamakan tempat itu Lipu Sabangan artinya daerah tempat menangkap
ikan dan tempat
aslinya saat ini berada kurang lebih 3 km dari Kelurahan Sabang yang
sekarang kita
kenal dengan sebutan Sabang Tua atau Pelabuhan Sabang.
Menurut Sejarah
letak Kelurahan Sabang saat ini namanya Tadun'no Bobo artinya
Tanjung Kiri,
adalah Kisah pembunuhan seorang pejabat yang dalam Bahasa Banggai
disebut TOLLANG
karena ia mempunyai kesaktian walapun badannya sudah dipenggal-
penggal tetapi
bilamana dikuburkan pada suatu tempat dengan sendirinya tubuhnya akan
bergabung kembali
dan ia hidup seperti semula. Sehingga suatu saat ia dibunuh kemudian
badannya dipotong
menjadi tiga bagian dan dikuburkan secara terpisah dan berjauhan.
Dimana kepalanya
dikuburkan di Desa Oluno, badan sebelah kanan dikuburkan di Desa
Bakalinga dan
badan sebelah kiri dikuburkan di Desa Sabang yang pada waktu itu disebut
Tanjung Bobo yang
sampai saat ini Tanjung Bobo masih tertulis dalam Peta.
Setelah terbentuk
Desa maka secara resmi telah dipimpin oleh Kepala Desa :
1. Kepala Desa Pertama : SIAKO MOSOOLI (1921-1926
2. Kepala Desa Kedua : MULIA (1927-1928)
3. Kepala Desa Ketiga : E. PETTY BIAS (1929-1949)
4. Kepala Desa Keempat : ESTEPANUS LOKANO (1950-1958)
5. Kepala Desa Kelima : YAN MINUNGGIL (1959-1975)
6. Kepal Desa Kelima : ZET SIAKO (1976-1977)
7. Kepala Desa Keenam : NETHANEL MOSOOLI (1978-1990)
8. Lurah Pertama : JHON FRANS ANASIM(1991-1994)
9. Pjs. Lurah/Kepala
Lingkungan I : SADRAK LATONGANO (1995-2000)
10. Pjs. Lurah/Kasi Pemerintahan : SASRUN DINAA (2001-2002)
11. Lurah Kedua : JOKO PRIHANTORO, S.STP (2002-2007)
12. Lurah Ketiga : YAIR PUIYA (2007-2009)
13. Plt. Lurah/Seklur : MUH. RUSDY MANGIT, S.IP (2009-2010)
14. Lurah Keempat : ALPIUS GINDA, S.Sos (2011-2012)
15. Plt. Lurah/Seklur : JEFRIEN MOLUNGGUI, S.Sos (2012-2015)
16. Lurah Kelima : JEFRIEN MOLUNGGUI, S.Sos (2015-2020)
17. Lurah Keenam : ONES S.MAASI, S.Sos (2021 s/d Sekarang)
Cerita ini
menjadi arsip di Kelurahan Sabang yang kami ambil dari Laporan Kepala
Desa Sabang tahun
1990 waktu mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi.
PROFIL PEMBANGUNAN KELURAHAN SABANG
KECAMATAN BULAGI UTARA
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
I. GAMBARAN UMUM
A. GEOGRAFI
Kelurahan Sabang
adalah salah satu Kelurahan yang terletak di wilayah
Kecamatan Bulagi
Utara Kabupaten Banggai Kepulauan Propinsi Sulawesi Tengah.
Luas wilayah
6.500 Ha dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara
berbatasan dengan Selat Peling
- Sebelah Timur
berbatasan dengan Wilayah Desa Koyobunga
- Sebelah Selatan
berbatasan dengan wilayah Desa Alul
- Sebelah Barat
berbatasan dengan Wilayah Desa Ombuli
B. MONOGRAFI
Bentuk permukaan tanah Kelurahan Sabang
secara garis besarnya terdiri
daratan rendah dan perbukitan serta bagian
kecil daerah pegunungan dengan rincian
sebagai berikut :
- Daratan
: 2.000
Ha
- Perbukitan :3.250 Ha
-Pegunungan : 1.050 Ha
Adapun tanah
daratan dipergunakan sebagian untuk Pemukiman rakyat dan
perkebunan/pertanian
Rakyat, sedangkan tanah perbukitan dan pegunungan
sebagian besar
digunakan untuk tanah Perkebunan/ Pertanian tanaman keras,
sebagian lagi
Pegunungan masih berbentuk Hutan, sedangkan keadaan tanah di
sekitar pantai
bercampur dengan batu karang sehingga kurang cocok untuk ditanami
tanaman palawija,
jadi tidak heran bila perkebunan rakyat untuk tanaman palawija
berupa ubl-ubian
dan lainnya harus menempuh jarak 1-8 km dari daerah Pantai yaitu
sekitar daerah
perbukitan dan pegunungan sebagai lokasi pertanian dan perkebunan
masyarakat.
C. IKLIM
Ditinjau dari
Klimatologis Kelurahan Sabang termasuk daerah yang beriklim
sedang dengan
curah Hujan rata-rata 2000-3000 mm/tahun maksimum pada bulan
April, mei, Juni,
Juli dan Agustus sedangkan musim Pancaroba dan panas terjadi pada
bulan September,
Oktober, Nopember, Desember, Januari, Pebruari dan Maret setiap
tahunnya.
D. ORBITASI
Masyarakat
Kelurahan Sabang Kecamatan Bulagi Utara dapat mengikuti
perkembangan yang
terjadi ini dikarenakan hubungan melalui laut dan darat seperti
Jalan Trans
Peling dapat digunakan kapan saja untuk menghubungkan Desa dengan
Desa lain,
Ibukota Kecamatan, Ibukota Kabupaten bahkan Kota lain seperti Luwuk
melalui Pelabuhan
Sabang yang ada di Sabang Tua dan Pelabuhan Bolonan yang ada
di Desa
Sambulangan dengan jarak tempuh :
- Dari Kelurahan
Sabang ke Ibu kota Kecamatan kurang lebih 7 Km,
- Dari Kelurahan
ke Ibu kota Kabupaten kurang lebih 65 Km,
- Dari Kelurahan
ke Ibu kota Luwuk kurang lebih 25 mil
II. KEPENDUDUKAN
A. KEADAAN PENDUDUK
Jumlah Penduduk yang ada di Kelurahan
Sabang = 1325 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga = 398 KK
Jumlah Laki-laki = 661 Jiwa
Jumlah Perempuan = 664 Jiwa
JUMLAH PENDUDUK MENURUT USIA
0 3 tahun = 55 jiwa
04-6 Tahun =
31 jiwa
07- 12 Tahun = 202 jiwa
13 15 Tahun =
78 Jiwa
16-18 tahun =
74 Jiwa
19 60 Tahun = 809 jiwa
61 keatas =
186
B. PENDIDIKAN
-
Usia Belum
Sekolah = 27 Jiwa
Sedang Sekolah = 181 Jiwa
Tidak Tamat SD = - Jiwa
Tamat
SD/Sederajat = 297
Jiwa
Tamat
SMP/Sederajat = 273
Jiwa
Tamat
SMA/Sederajat = 472 Jiwa
Tamat D3 = 7
Jiwa
Tamat Perg.
Tinggl/Sederajat = 68 Jiwa
Pasca Sarjana 0 Jiwa
C. AGAMA
Penduduk di Kelurahan Sabang memeluk Agama
yang terdiri dari :
Islam 37
Jiwa
Katholik =
- Jiwa
Kristen =
=1288 Jiwa
Didalam menjaga
kerukunan antar dan inter umat beragama tetap berjalan dengan
harmonis rukun
dan damai.
D. MATA
PENCAHARIAN PENDUDUK
Mata pencaharian penduduk kelurahan Sabang
pada umumnya adalah Petani
Ladang Kering dan Nelayan. Selain itu ada
pula beberapa jenis Mata Pencaharian
penduduk sebagai berikut:
- Petani Ladang
Kering =935 orang
-Nelayan = 53
orang
- Pedagang/wiraswasta
= 25 orang
- Pegawai Negeri
Sipil = 38 orang
- Pensiunan = 6
orang
- Pertukangan = 7 orang
- Meubel = 5
Orang
Bengkel =
3 orang
- Tukang Ojek = 34 orang
- Buruh =
11 orang
- Pelajar =
181 orang
- Belum sekolah =27 orang
III. KESEHATAN MASYARAKAT
Sarana Kesehatan
yang ada di Kelurahan Sabang adalah 1 buah Gedung
Puskesmas dan
pada umumnya masyarakat datang berobat ke Puskesmas dan Petugas
Kesehatan apabila
mereka sakit. Kemudian Pelayanan Kesehatan berupa Imunisasi
berjalan dengan
baik dan anggota masyarakat terutama ibi-ibu telah aktif untuk
mambawa anak-anak
mereka untuk di Imunisasi setiap tanggal 26 berjalan. Perlu
diketahui dari
398 KK yang telah memiliki jamban keluarga ada 301 KK dan yang belum
memiliki jamban
ada 97 KK hal ini disebabkan kurangnya dana untuk pembuatan
Jamban tersebut.
IV. PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN
A. PELAKSANAAN TUGAS PEMERINTAHAN
Untuk kegiatan
Pemerintahan Kelurahan Sabang pada umumnya berjalan
dengan lancar,
namun diakui bahwa masih banyak kekurangan yang perlu untuk
disempurnakan
dikemudian hari.
Adapun
Penyelenggaraan Pemerintahan Kelurahan Sabang terdiri dari :
Kepala Kelurahan = 1 orang
Sekretaris Kelurahan = 1 orang
Kasi Pemerintahan = 1 orang
Staf Kelurahan = 2 orang
Staf TKD =
5 orang
Lpmk =
3 orang
Kepala Lingkungan = 2 orang
Ketua RW =
2 orang
Ketua RT =
10 orang
Yang pada
dasarnya semua terlibat menjalankan Roda Pemerintahan dan
Pembangunan
Kemasyarakatan sehari-hari, dengan melibatkan anggota LPMK,
Lembaga Adat, Tokoh
Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan tidak kala
pentingnya Tokoh
Pendidik dan Peran PKK.
Memperhatikan
struktur organisasi Pemerintahan yang ada jelas bahwa Kantor
Kelurahan Sabang
masih terdapat kekosongan Jabatan yaitu:
Belum adanya
Pejabat Kasi Ketentraman dan Pembangunan
Belum adanya
pejabat Kasi Pembangunan dan Kesra
Sehubungan dengan
adanya kekurangan Pegawai dalam rangka untuk tetap
menjamin
keberhasilan penyelenggaraan Tugas-tugas Pemerintahan Pelaksanaan
Pembangunan dan
Pembinaan Kemasyarakatan yang ada di wilayah Kelurahan
Sabang, kiranya
dapat dipertimbangkan untuk pengisian formasi Jabatan
kosong saat
sekarang ini.
B. PERPAJAKAN
Sebagai kewajiban
Warga Negara yang baik utamanya di bidang perpajakan
Masyarakat
Kelurahan Sabang sejak 2 tahun telah melunasi pajak 100% dari pokok
pajak sebesar Rp.
14.337.028,tahun 2019.dan pada tahun 2020 pokok pajak
sebesar
Rp.14.337.028. Kelurahan Sabang merupakan Pajak terbesar di Kecamatan
Bulagi Utara.
V. PEMBANGUNAN
Dalam pelaksanaan
Program Pembangunan Pemerintah Kelurahan Sabang
berdasarkan RPJM
yang telah terealisasi untuk masyarakat Kelurahan Sabang pada
tahun 2019 hanya
1. Jalan rabat
Lingkungan 1
2. Ruang Bermain
TK Tunas Pulau
3. Gedung BPR
4. Pembuatan
Septic Tank
Dijelaskan bahwa :
Keberhasilan
Pemerintah Kelurahan Sabang dalam melaksanakan Pembangunan adalah
berkat semangat
Keswadayaan dan Gotong Royong yang terpelihara di tengah-tengah
masyarakat yang
sudah terwarisi dari generasi ke generasi.
Program Kelurahan
Sabang untuk ke depannya :
1. Penambahan
Ruang Kantor Lurah.
2. Pengaspalan
jalan jalur 3.
3. Pengaspalan
jalan lingkungan.
4. Pembangunan
Gedung BPU dan Pagar BPU.
5. Pembangunan
Gedung PKK dan Pagar Kantor PKK
VI. PENUTUP
Demikian Laporan
kami Pemerintah Kelurahan Sabang tentang sekilas Profil
kelurahan Sabang,
Laporan ini menjadi masukan dalam rangka Penyusunan Program
Pembangunan bagi
Pemerintah tingkat atas pada umumnya dan lebih khususnya bagi
Pemerintah
Kelurahan Sabang.
Pemerintah dan
Masyarakat Kelurahan berharap semoga selama melaksanakan
kunjungan
Penilaian di wilayah Kelurahan Sabang dan seluruh Desa atau Kelurahan
yang ikut Lomba,
Rombongan Team Penilai dari Tingkat Kabupaten senantiasa tetap
diberikan
Kekuatan dan Kesehatan serta Perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Sekian dan Terima
Kasih
Sabang, 15 Februari 2022
LURAH SABANG
ONES S.MAASI, S.Sos
NIP. 19711229 201101 1 001