Gambaran Umum
Keadaan Geografis
Kelurahan Lamberea adalah salah satu Kelurahan yang berada di wilayah Kecamayan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Kelurahan ini mempunyai Luas wilayah 375 Ha. Adapun batas-batas kelurahan adalah :
a. Sebelah Utara berbatas dengan kelurahan matano Dan Bungi
b. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sakita
c. Sebelah Barat berbatasan dengan pegunungan Sulawesi Selatan
d. sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Marsaoleh dan Mendui
Penduduk
Penduduk Kelurahan Lamberea pada tahun 2021 berjumlah 1.241 jiwa dengan Kepala keluarga berjumlah 338 (KK).Penduduk Kelurahan Lamberea mayoritas bergama islam.
Mata Pencaharian
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa mata pencaharian Masyarakat Kelurahan Lamberea berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai petani, pedagang, penambang, pegawai negeri (PNS) dan usaha-usaha lainnya uang digeluti oleh Masyarakat Kelurahan Lamberea
Pendidikan
Pengaruh pendidikan memberi dampak bagi aspek kehidupan yang sangat penting didalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sosial masyarakat menjadi tonggak utama dalam mensukseskan pendidikan yang berkualitas. Perkembangan pendidikan di Lamberea tidak terlepas dari peranan pemerintah dan masyarakat yang bekerja sama sehingga sampai saat ini pendidikan di Kelurahan Lamberea sangat terpelihara dengan baik. Adapun sarana pendidikan yang ada adalah sebagai berikut:
a. PAUD
b. TK
c. SD
d. SMP
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetehuan dan teknologi yang semakin pesat, sanagat mempengaruhi pemikiran orang tua bahwa pendidikan penting untuk masa depan anak-anak mereka.Tingkat pendidikn masyarakat Kelurahan Lamberea terus berkembang setiap tahunnya.
SEJARAH SINGKAT TERBENTUKNYA KELURAHAN LAMBEREA
Kelurahan Lamberea merupakan salah satu kelurahan yang masuk di wilayah Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Dinamakan "Lamberea" karena di Kelurahan tersebut terdapat aliran sungai yang dalam bahasa Bungku dikatakan "la" artinya sungai. Cikal bakal lahirnya Kelurahan Lamberea berasal dari orang-orang yang berasal dari Fafontumundu. Konon pada Zaman dahulu kala Raja Bungku meminta pasukan kepada kepala perang (Kepala Suku) meminta perkampungan kepada Raja Bungku. Untuk memenuhi permintaan tersebut maka Raja Bungku memberikan kampung di sepanjang aliran sungai yang dalam bahasa bungku "sungai" adalah "La" dan "Mberea" adalah nama kepala perang (kepala suku). Maka pada saat itu lahirlah kampung yang dinamakan Lamberea.
Adapun nama-nama yang pernah menjabat sebagai Kepala Kampung atau Kepala Kelurahan adalah sebagai berikut:
1. Ende Sidik sejak Tahun 1980 s/d 1983
2. Yunus sejak Tahun 1983 s/d 1985
3. Muh.Nur Sonaru sejak Tahun 1985 s/d 1990
4. Badrun Ende sejak Tahun 1990 s/d 1995
5. Idris Ende sejak Tahun 1995 s/d 2000
6. Alwi Harun sejak Tahun 2000 s/d 2003
7. Rudin Yunus sejak Tahun 2003 s/d 2005
8. H. Rasyid Rahman sejak 2005 s/d 2006
9. Umar Dimau sejak Tahun 2006 s/d 2008
10. Ruslin Ende sejak Tahun 2008 s/d 2010
11. Zabur lausu sejak Tahun 2010 s/d Februari 2011
12. Nurhayani R.ali, S.STP sejak Tahun 2012 s/d 2020
13. Wirda Rosanti,S.STP,MPA sejak Tahun 2020 s/d 2021
14. Irsyad Basri, SE sejak Tahun 2021 s/d sekarang