Pemberian makanan tambahan bagi anak usia 6 – 23 bulan
Kelurahan RappoJawa
Dipublikasi pada
05 June 2025
Deskripsi
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak 6-23 bulan sangat penting untuk memenuhi gizi, mendukung pertumbuhan, dan mengembangkan kebiasaan makan sehat, dimulai dari tekstur halus (bubur) pada 6 bulan (misal: alpukat, pisang, brokoli, nasi) dan bertahap menjadi makanan keluarga dengan variasi protein hewani (ikan, telur, ayam), nabati (tempe, tahu), karbohidrat (nasi, ubi, kentang), serta sayur dan buah, 3-4 kali sehari di antara waktu ASI/susu formula, untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi.
Tahapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
- Mulai dengan makanan lumat/halus (puree).
Contoh: Puree alpukat, pisang, apel, brokoli, wortel, atau nasi lembek.Porsi: 2-3 sendok makan per kali makan, perlahan ditingkatkan seiring usia.- Mulai dengan makanan lumat/halus (puree).
- Tekstur makanan bisa lebih kasar (cincang halus, tim, atau bubur saring).
- Perkenalkan lauk hewani (hati ayam, ikan) dan nabati (tempe, tahu).
- Tambahkan variasi sayur dan buah.
- Tekstur makanan bisa lebih kasar (cincang halus, tim, atau bubur saring).
- Tekstur makanan semakin mirip makanan keluarga (nasi tim, makanan keluarga dicincang).
Contoh Menu: Nasi, lauk protein hewani (ikan, telur, ayam ½ telapak tangan), lauk nabati (tempe, tahu), sayur, dan buah.- ASI tetap diberikan 3-5 kali sehari, ditambah MPASI 3-4 kali sehari.
- Tekstur makanan semakin mirip makanan keluarga (nasi tim, makanan keluarga dicincang).
Prinsip Pemberian Makanan Tambahan
- Gizi Seimbang: Kombinasikan karbohidrat, protein (hewani & nabati), lemak, vitamin, dan mineral.
- Variasi: Tawarkan berbagai jenis makanan (sayur, buah, biji-bijian, ikan, dll.) agar anak terbiasa dan gizi tercukupi.
- Responsif: Perhatikan sinyal lapar dan kenyang dari anak.
- Kebersihan: Pastikan makanan dan alat makan bersih untuk mencegah penyakit.
- Pangan Lokal: Manfaatkan bahan pangan lokal seperti jagung, ubi, tempe, ikan, dan buah-buahan segar.
Tujuan Pemberian MPASI yang Tepat
- Memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi yang tidak lagi cukup dari ASI/susu formula.
- Mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
- Mengembangkan kemampuan motorik (mengunyah, menggigit) dan keterampilan sosial anak.
- Mencegah stunting dan masalah gizi lainnya.
Sesi Kegiatan Reproduksi