Gambaran Umum


         Sejarah Desa  Bhakti Idaman

 

Nama Desa Bhakti Idaman diambil dari nama dua wilayah dusun. Yaitu dusun bhakti dan dusun idaman, sungai berukuran sedang yang mengalir dari arah utara kearah selatan, yang membatasi antara dua Desa yang berseberangan dengan desa Merbau. Disebut oleh masyarakat setempat dengan nama Sungai Mendahara

Pemukiman penduduk asli Desa pertama kali adalah suku melayu, para pendatang dari Pulau Jawa ( Suku Jawa ), Pulau Sulawesi ( Suku Bugis ) Sekitar tahun 1960 an, tepatnya di parit Aliudin. Kelompok pendatang ini kemudian mendirikan pemukiman disekitar sungai dan beberapa saat kemudian diikuti dengan kelompok keluarga lain, baik yang langsung dari pulau Jawa dan Pulau Sulawesi maupun orang-orang Bugis yang telah berdomisili di Parit Aliudin, serta suku lain terutama suku Jawa, Suku Kalimantan, Melayu Jambi dan Lainnya.

Maksud kedatangan penduduk ke desa ini pertama kali adalah sebagai Petani yang memerlukan lokasi tempat bercocok tanam. Pada saat menetap ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga akan beras, kemudian mereka mulai mengolah lahan untuk tanaman pangan ( Padi ) dan selanjutnya menanam kelapa yang ternyata hasilnya cukup baik dan berkembang sampai saat sekarang. Perkembangan penduduk desa mengalami arus turun naik dari period eke periode seperti pada akhir tahun 1970 an dan awal 1980 an jumlah penduduk dating cukup banyak, tetapi mulai tahun 1990 an jumlah pendatang semakin sedikit dan bahkan sebagian kembali ke pulau Jawa dan Pulau Sulawesi. Penduduk yang meninggalkan desa sampai saat masih memiliki lahan dan tidak diolah sehingga menjadi semak dan belukar. Pada lokasi ini masih banyak ditemukan lahan yang tidak diolah oleh masyarakat.

Sesuai perkembangan system administrasi pemerintahan di Indonesia sebutan desa sewaktu berrdiri adalah Dusun (termasuk kedalam Kecamatan Mendahara) yang dikepalai oleh seseorang yang disebut dengan Kepala Dusun. Setelah diberrlakukannya UU No. 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa, maka pada tahun 2004 sebutan dusun berubah menjadi Desa yang dikepalai oleh seseorang yang disebut dengan Kepala Desa. Namun sampai sekarang masih tetap popular dengan sebutan Datuk. Sejak berdirinya desa sampai sekarang telah tercatat 3 orang pemimpin Desa seperti disajikan pada table 1.

 

               Tabel 1. Perkembangan Kepemimpinan Desa Bhakti Idaman

No.

Nama

Tahun Menjabat

Sebutan

1

Saipul Bakri

2004-2007

Kepala Desa

2

Suroso

2007-2013

Kepala Desa

3

Suroso

2014-2020

Kepala Desa

4

Suroso

2021-2026

Kepala Desa

 

Pemimpin Pertama desa secara administrative pada tahun 2004 dengan sebutan Kepala desa Saipul Bakri Pejabat sementara Kepala Desa dengan Masa Jabatan 2 Tahun dan dilanjutkan oleh 1 orang pemimpin dengan sebutan yang sama. Pada tahun 2007 sesuai dengan perkembangan peraturan tentang pemerintahan desa. Maka dilaksanakan pemilihan kepala desa secara langsung oleh masyarakat, maka terpilihlah seorang Kepala Desa Definitif. dan setelah itu digantikan oleh Kepala Desa sekarang.

 Desa Bhakti Idaman terletak di pesisir Pantai Barat Provinsi Jambi, secara geografis desa ini berada pada Muara Sungai Mendahara dengan koordinat geografis             .BT sampai         BT dan antara                         LS sampai                          LS. Secara Administrasi Desa Bhakti Idaman berada di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Desa Bhakti Idaman terdiri dari 18 RT dan 6 Dusun. Desa ini memiliki luas wilayah 48.43 Km2 yang berbatasan langsung dengan :

 

a.       Sebelah Utara   : Desa Mendahara Tengah

b.       Sebelah Selatan : Desa Sungai Beras

c.       Sebelah Barat   : Kabupaten Tanjung Jabung barat

d.       Sebelah Timur  : Desa Merbau

 

Sebagai desa yang terletak di daratan mengakibatkan desa ini memiliki lahan pertanian yang luas menjadikan desa ini layak menjadi desa penghasil kopra dan pinang, yang memiliki karakteristik spesifik dan menarik. Kawasan pemukiman desa Bhakti Idaman meliputi luas lebih kurang 2.400 Ha (2%) dari luas total Desa. Umumnya masyarakat desa membangun model rumah panggung yang menggunakan bahan utama berupa kayu. Distribusi penduduk Desa Bhakti Idaman terbagi dalam 6 dusun yaitu :

1.      Dusun Suka Damai

2.      Dusun Barokah

3.      Dusun Bhakti

4.      Dusun Sukamaju

5.      Dusun Idaman

6.      Dusun Sidomulyo

 

            Kawasan Pemukiman pusat meliputi lokasi Dusun Suka Damai yang meliputi RT 01 sampai RT 02, Dusun Barokah yang meliputi RT 03 sampai dengan RT 05, Dusun Bhakti yang meliputi RT 06 sampai RT 08, Dusun Sukamaju yang meliputi RT 09 sampai dengan RT 11, Dusun Idaman yang meliputi RT 12 sampai dengan RT 13 dan Dusun Sidomulyo yang meliputi RT 14 sampai RT 18. Merupakan konsentrasi kegiatan penduduk untuk desa ini.

 


Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2837
Jumlah Kepala Keluarga
885
Jumlah PUS
546
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
168
Keluarga yang Memiliki Remaja
514
Keluarga yang Memiliki Lansia
220
Jumlah Remaja
514
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
443
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
103

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Belum Diisi

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Belum Diisi

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
A.gustina, S.I.Kom
197802232009012002
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Tidak Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 0 orang pokja terlatih
dari 6 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0