Gambaran Umum


       Tepat pada Desa Pakuran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.Keberlangsungan masyarakat yang mengatur wilayah setelah adanya pemekaran menjadi tempat pulang manusia di sana.
Menuju akhir perjalanan.Nama Pakuran diambil dari salah satu gelondongan yaitu gelondongan Pakuran, gelondongan Karang Pule dan gelondongan Pengampon.Kemudian pada tahun 1980,Gelondongan Pakuran mulai dipimpin kepala desa setelah adanya pemekaran wilayah karena penduduk yang bertambah.
       Secara geografis,Desa Pakuran terletak di ujung perbatasan dengan Kecamatan Pejagoan.
Di mana Desa Pakuran merupakan desa paling ujung timur di Kecamatan Sruweng dengan memiliki wilayah seluas 184 km persegi.
Secara monografi, penduduk Desa Pakuran ini berjumlah 3.237 jiwa.
Dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat desa adalah buruh harian, karyawan swasta, petani,Dan juga furniture.
Di dalam desa ini banyak ditemui pengrajin kayu atau furniture yang menjadikan desa ini dikenal dengan para pengrajin kayunya.
Ahmad Khozin, pengusaha furniture.Usaha furniture, perabotan-perabotan rumah tangga.
        Namanya Khozin Mufur Furniture.Pemasaran sekitaran Kebumen, Purworejo, Cilacap, Jogja ada, Semarang. Kalau untuk karyawan sekitar sini saja, maksudnya tetangga,25 tahunan lah ngelotein triplek, full triplek furniture.Ini pasaran kan lemari dapur, lemari pakaian, ada backdrop TV, meja kerja, meja kantor,sukanya kalau lagi banyak pesanan,untuk dukanya,Masih kekurangan modal. Terus jauh dari kota itu juga.Kalau untuk pengerjaan ya tergantung model juga tergantung ukuran ,Tapi kalau untuk jenis lemari pakaian ya kurang lebih satu minggu lah sampai 10 hari.
          Fasilitas desa ini meliputi Kantor Balai Desa, beberapa tempat Ibadah seperti masjid, musolla,dan Rumah Ibadah kristen
Gedung-gedung pendidikan seperti sekolah dasar, taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini, dan taman pendidikan Quran.
Selain aset pendidikan, Desa Pakuran memiliki aset yang dinilai memiliki potensi untuk lebih berkembang.Seperti Bank sampah Untung untuk memaksimalkan dan mengolah banyak limbah agar menjadi berkah.Kemudian pada bidang kesehatan terdapat Poliklinik Desa sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.
         Kehidupan masyarakat Desa Pakuran masih kental dengan tradisi dan budaya Jawa yang menjunjung tinggi adab dan tata krama.
Selain itu, adat dan istiadat seperti kenduren, suran, yasinan ataupun hormatan masih terus turun temurun di Desa Pakuran.
Di mana hal ini menjadikan masyarakat saling berharmoni dan mempererat tali silaturahmi.Selain tradisi-tradisi tersebut, kesenian yang membudaya juga terdapat dalam desa ini.
Seperti kesenian Hadroh dan Rebana sebagaimana bukti cinta terhadap Baginda sallallahu alaihi wasallam.
Pada aset pendidikan di Desa Pakuran terdapat dua sekolah dasar, dua taman kanak-kanak, dan dua pendidikan anak usia dini.

          Sebagai rumah belajar dan berbagi banyak ilmu pengetahuan. Selain pendidikan formal, di Desa Pakuran juga terdapat pendidikan nonformal seperti taman pendidikan Quran sebagai dasar pendidikan religi masyarakat.Pada ranah ekonomi, masyarakat Desa Pakuran mayoritas adalah pengrajin kayu.Namun, tidak sedikit juga pada lingkup pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Selain industri perkayuan, dalam Desa Pakuran ini terdapat industri akuarium yang juga menambah nilai ekonomi masyarakat.
Selain itu, juga terdapat industri pengolahan makanan seperti keripik emping dan melinjo yang merupakan produk-produk makanan khas dari Desa Pakuran.Adapun usaha kreatif dan inovatif yang berkembang di Desa Pakuran adalah budidaya jamur tiram bermediakan limbah gergaji kayu.
       Usaha ini terbilang inovatif karena memanfaatkan limbah dari gergaji kayu yang mana mayoritas industri lokal adalah pengrajin kayu.
Usaha kreatif ini selain memanfaatkan limbah juga menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan juga dapat memunculkan produk-produk UMKM berbahan dasar jamur serta dapat memotivasi masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan sisa limbah.
Pada tempat kami sedang melakukan pemanfaatan limbah di mana limbah kayu bekas gergajian kemudian kita pergunakan, kita proses menjadi media backlock untuk jamur tiram putih.
Sebetulnya sudah banyak yang menggunakan bahan baku ini tetapi yang paling memungkinkan di daerah ini karena banyaknya tempat gergajian dan banyaknya serbuk yang tidak maksimal dipergunakannya.
Sehingga kami mempunyai inisiatif untuk menggunakan limbah tersebut dan diolah menjadi media backlock jamur putih sehingga bisa menambah atau merubah daripada pendapatan dan menambah income untuk kami.
Harapan kami kami sebagai leader, sebagai sponsor, sebagai pemula sehingga masyarakat bisa mengadopsi ilmu kami dan melihat daripada pemanfaatan limbah serbuk kayu ini menjadi suatu benefit untuk income di daerah kami.
          Program-program sosial desa ini banyak sekali seperti santunan anak yatim setiap 10 Muharram.
Dan juga ada donor darah setiap 3 bulan sekali.Hal-hal ini didukung atas kebersamaan dan solidaritas masyarakat Pakuran.
Yang mana banyak terbentuk paguyuban-paguyuban seperti paguyuban senam, paguyuban kader, paguyuban remaja P2JK, paguyuban arisan RT yang melingkup mulai dari remaja sampai usia senja.

          Harapan seorang kepala desa Desa Pakuran ya, tentu akan lebih berharap terwujudnya visi misi seorang kepala desa. Dan yang kedua adalah warga Desa Pakuran akan lebih beradab mulia serta berbudi luhur. Yang selanjutnya adalah tercapainya keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Pakuran tentunya. Masyarakat Desa Pakuran yang diharapkan adalah guyub dan rukun. Pakuran akur manut aturan.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
3288
Jumlah Kepala Keluarga
934
Jumlah PUS
469
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
231
Keluarga yang Memiliki Remaja
512
Keluarga yang Memiliki Lansia
276
Jumlah Remaja
541
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
318
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
151

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Belum Diisi

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Belum Diisi

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Evi Mustadiyah, S.sos
198402052011012007
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 3 orang pokja terlatih
dari 6 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0