Kegiatan Pertemua Pokja Kampung KB Sentosa
Deskripsi
Kegiatan pertemuan Pokja Kampung KB dilaksanakan pada hari Kamis 19 September 2019. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan bulan Agustus yang lalu mengenai materi pembuatan media tanam dari gedebog pisang.
Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program Kependudukn Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Dilakukans secara sistemik dan sistematis.
PPKBD merupakan seorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukrela berperan dan kompetensi aktif melksanakan, mengelola program Keluarga Berencana (KB) di tingkat desa / kelurahan. Untuk Sub PPKBD merupakan seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi dengan peran dan kompetensi yang sama di tingkat dusun / RW hingga ke tingkat RT.
Menurut Agung Adinata Putra, S.E, Koordinator Penyuluh KKBPK kecamatan Ngaringan Pertemuan ini untuk membahas usulan, rencana, pelaksanaan,monitoring_evaluasi, dan permasalahan yang timbul pada kegiatan program KKBPK dan program pembangunan lainnya di kampung KB. salah satu usulan yang ada di wilayah dusun ledokan adalah pemanfaatan gedebog pisang untuk media tanam sayur sayuran di pekarangan rumah.
Berbagai jenis tanaman sayuran yang berumur pendek seperti cabai, terong, tomat, sawi, pakcoy, bawang merah, bayam, kangkung dan jenis sayuran lainnya dapat ditanam menggunakan media tanam gedebog pisang ini.
Tentunya, hal ini akan sangat memudahkan dan bisa menjadi alternatif bagi para pembudidaya tanaman sayur yang memiliki lahan terbatas.Gedebog pisang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media tanam lain, di antaranya adalah gedebog pisang mengandung banyak pati yang berfungsi sebagai sumber nutrisi tanaman. Selain itu gedebog pisang juga mengandung mikroorganisme dekomposer lokal yang dapat membentuk kompos secara langsung di dalam batang pisang tersebut.
Gedebog pisang ini memiliki senyawa penting seperti Antrakuinon Saponin dan Flavonoid yang berperan untuk mendorong tumbuhnya rambut akar pada tanaman, sehingga akar tanaman dapat menyerap nutrisi dengan baik.
Gedebog pisang sendiri juga mengandung kadar air yang tinggi yaitu sekitar 80%. Hal inilah yang membuat penggunaan gedebog pisang sebagai media tanam tidak perlu lagi dilakukan penyiraman yang rutin sehingga dapat menghemat kebutuhan air untuk penyiraman.
Lalu, bagaimana cara menanam tanaman sayuran pada media gedebog pisang ini? Berikut tahapan yang bisa dilakukan.
Pertama, pilih gedebok pisang yang akan digunakan sebagai media tanam. Bisa dipotong dan kemudian di posisikan tidur atau bisa langsung ditanaman tanpa melakukan pemotongan.
Terakhir, jika waktunya sudah tiba, tanaman bisa langsung dipanen dan dijadikan bahan olahan makanan atau jika memungkinkan hasil panen juga bisa ikut dipasarkan.
Pada bagian batang pisang dibuat lubang tanam dengan diameter 5 cm sedalam 10 cm serta diberi jarak untuk setiap lubang tanamnya kurang lebih sekitar 15-20 cm.
Disiapkan media dari campuran tanah, kotoran hewan dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1. Media tersebut diaduk sampai rata lalu dimasukkan ke dalam lubang tanam
Setelah itu, benih tanaman kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup dengan tanah.
Langkah berikutnya, tanaman hanya membutuhkan perawatan secara rutin. Tanaman disemprot menggunakan pupuk cair organik setiap 5 hari sekali dan diselingi dengan pengendalian hama serta pembersihan gulma bila ada.
Dengan demikian, apabila hal-hal di atas dilakukan secara baik dan tepat maka budi daya sayur organik menggunakan media gedebog pisang ini akan memberikan hasil yang maksimal. Terlebih lagi, teknik budi daya ini akan sangat cocok untuk dikembangkan di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Dengan demikian harapan kami bahwa kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh kader kampung kab secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
- Agung Adinata Putra, S.E.
- Koordinator Penyuluh KKBPK Kec. Ngaringan
- Penyuluh KB Ahli Muda