Gambaran Umum


PEMBAGIAN WILAYAH DESA DAYAK PITAP 

          Dayak pitap adalah kelompok masyarakat adat dari sub-etnis Dayak Meratus yang secara historis mendiami kawasan hulu Sungai Pitap di pegunungan Meratus,Kabupaten Balangan,Kalimantan Selatan. Asal -usul nama ''Pitap'' berasal dari kata ''kitab''.Menurut keyakinan lokal, leluhur mereka (Datu) menelan atau ''memitapkan'' sebuah kitab suci agar ajarannya abadi di dalam hati dan pikiran mereka,sehingga wilayah dan komunitas tersebut akhirnya dikenal sebagai pitap.

Desa Dayak Pitap terletak di Ibu Kota Kecamatan Tebing Tinggi  dengan batas – batas desa sebagai berikut:

Ø  Sebelah Utara berbatasan dengan Desa DAYAK PITAP Kecamatan Tebing Tinggi

Ø  Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa GUNUNG BATU Kecamatan Tebing Tinggi

Ø  Sebelah Barat berbatasan dengan Desa AJUNG kecamatan Tebing TInggi

Ø  Sebelah Timur berbatasan dengan KOTA BARU.


KEADAAN EKONOMI DESA DAYAK PITAP 

Keadaan ekonomi Desa Dayak Pitap sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang sampai saat ini masih sangat rendah dan tidak adanya keterampilan yang cukup untuk mengembangkan usanya. Meskipun masyarakatnya memiliki usaha yang beragam terutama dibidang Perdagangan dan Pertanian (Padi, karet dan buah-buahan  ) namun ketiga bidang usaha tersebut hasilnya sangat tergantung dari naik turunnya harga karet  semakin tinggi hasil maupun harga karet maka masyarakat  semakin mudah memenuhi kebutuhannya baik itu sandang maupun papan dan begitu juga sebaliknya karena usaha dibidang perkebunan karet merupakan usaha utama masyarakatnya selain menanam padi dan perkebunan lainnya seperti pisang, jagung, kacang, dan sayur-sayuran. Sedangkan usaha dibidang perdagangan belum mampu ikut andil dalam peningkatan taraf hidup masyarakat karena terkendalanya permodalan.

Selain itu faktor lemahnya usaha ekonomi masyarakat salah satu diantaranya adalah tidak adanya kejelasan Batas antar Desa sehingga berdampak pada sulitnya pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang kemudahan dalam mengangkut hasil pertanian. Serta tidak adanya keterampilan anggota masyarakat dalam mengembangkan usahanya sehingga hasil budidaya perikanan, pertanian dan perkebunan dianggap tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan, sehingga masyarakat kurang berminat untuk mengembangkan usaha lainnya dan hanya bertumpu pada perkebunan karet saja.

Dengan rendahnya hasil dari perkebunan karet dan kurangnya keterampilan dalam mengembangkan usaha sehingga perekonomian masyarakat hanya jalan ditempat dan hanya segelintir orang yang berani memamnfatkan bantuan dari Pihak Pemerintah maupun swasta berupa  pemberian pinjaman / bantuan modal usaha. 

KEADAAN SOSIAL DESA DAYAK PITAP 

Manusia adalah makhluk yang sempurna dan hidup berkelompok serta melakukan hubungan dan interaksi sosial. Penduduk Desa Dayak Pitap adalah masyarakat yang sederhana yang masih memegang tradisi budaya nenek moyang dari turun temurun hingga sampai sekarang tetap menjaga sikap kebersamaan dan kekeluargaan dalam melakukan berbagai macam kegiatan di Desa Dayak Pitap dan sekitarnya.

Meskipun tingkat pendidikan masyarakatnya masih rendah namun sikap kebersamaan dan kekeluargaan serta budaya gotong-royong yang sampai sekarang ini masih terjaga dan menjadikan Desa Dayak Pitap menjadi aman, tentram dan sejehtra apalagi pemimpin desa dan para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat semua mengerti keadaan situasi dan kondisi penduduknya dalam segala hal.

 

VISI DAN MISI DESA DAYAK PITAP

VISI    :     Menciptakan Desa Dayak Pitap Sebagai Desa Yang Sejahtera Dengan Menciptakan Lingkungan Yang Asri, Nyman Dan Dapat Mensejahterakan

                   Masyarakatnya  Dari Hasil Pertanian Dan Perkebunan. 

MISI   :          

 

1.

Menerapkan prinsip-prinsip kemasyarakatan dalam upaya pembangunan

 

2.

Meningkatkan kualitas sarana prasarana dasar desa

 

3.

Meningkatkan usaha pertanian dan perkebunan

 

4.

Penyediaan dan pembangunan sarana dan prasarana 


                                                                                                                 PETA DESA DAYAK PITAP 


Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
192
Jumlah Kepala Keluarga
205
Jumlah PUS
74
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
33
Keluarga yang Memiliki Remaja
38
Keluarga yang Memiliki Lansia
10
Jumlah Remaja
50
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
49
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
25

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Belum Diisi

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Belum Diisi

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Belum Diisi

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Rudy Purwanto,S.Sos
197806162010011023
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 3 orang pokja terlatih
dari 10 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Tidak Ada
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Belum Diisi

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Triwulan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 32
Minggu ini: 32
Bulan ini: 39
Total: 89