Gambaran Umum
Kampung Keluarga Berkualitas Desa Patemon dicanangkan pada tanggal 14 Juli 2023 yang berlokasi di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kampung KB Desa Patemon memiliki Visi Menjadikan Desa Patemon yang Aman, Damai,Sejahtera, Berkeadilan dan berwibawa sera transparan dalam menjalankan Pemerintah Desa.
Sejarah/asal usul Desa Patemon sangat erat kaitannya dengan perjalanan ” CILI PATI ULARAN ” bersama dengan pengikutnya sebanyak + 250 orang yang akan menuju tanah Den Bukit ( Buleleng ) melewati Wilayah Tabanan, Daerah Tamblingan, Gobleg dan berdasarkan pawisik Beliau menuju menuju Tanah Gedang Janur ( Busungbiu ). CILI PATI ULARAN mempunyai Putra dan Putri, namun diantara Putra Beliau yang paling erat kaitannya dengan nama Desa Patemon adalah yang bernama : DEWA NGURAH TEBU SALAH.
Suatu ketika DEWA NGURAH TEBU SALAH menginjak masa Remaja/Dewasa dan beliau ingin mencari jodoh, sehingga atas perintah Ayahnda ” CILI PATI ULARAN ” agar para pengikutnya dari warga Pasek Toh Jiwa pergi mengantar Putranya ” DEWA NGURAH TEBU SALAH” menuju Tanah Bantara ( sekarang Desa Patemon ) dan Tanah Selaka ( sekarang Desa Pengastulan ). Ditanah Bantara ” DEWA NGURAH TEBU SALAH ” bertemu dan jatuh cinta dengan seorang gadis cantik yang merupakan Putri kesayangan dari ” NGURAH DANGIN ”, dimana NGURAH DANGIN merupakan keturunan dari ” DALEM PURANA ” yang sudah lama menetap di Puri Tanah Bantara. Antara Dewa Ngurah Tebu Salah dengan Ngurah Dangin masih mempunyai hubungan kekeluargaan sehingga perjodohan mereka direstui oleh Ayahnda NGURAH DANGIN dengan syarat agar ” DEWA NGURAH TEBU SALAH ” bersedia menetap/bertempat tinggal di Tanah Bantara ( Lokasi sekarang adalah Lokasi Pura Gede Desa Pakraman Patemon ). Setelah lama DEWA NGURAH TEBU SALAH menetap di Tanah Bantara, beliau sangat sering dan aktif mengadakan kontak dengan warga setempat yang sudah duluan berada di Tanah Bantara, yang ternyata warga-warga dimaksud adalah bekas pengikut/pengiring dari ” CILI PATI ULARAN ” yang senasib dan sama-sama perantauan dari GELGEL diantaranya :
- Warga Pasek Gelgel Sibang.
- Warga Arya Sentong ( Arya Pacung ).
- Warga Arya Tegeh Kori.
- Warga Gerih.
- Warga Bujangga Waisnawa.
- Warga Blangbangan.
- Warga Arya Mandala.
- Warga Pungakan.
- Warga Bendesa.
10.Warga Ketewel.
Lama kelamaan sebagai akibat dari seringnya mengadakan kontak dan pertemuan antara para Pengelingsir maka tumbuh suatu ide untuk mengangkat seorang Pemimpin di Tanah Bantara dengan menobatkan ” DEWA NGURAH TEBU SALAH ” yang dipercaya menjadi Pemimpin Tanah Bantara, yang diabih oleh Pengelingsir Keluarga Pasek Gelgel Sibang dan Pengelingsir Keluarga Ngurah Dangin. Berkat kearipan dan kegigihan dari ” DEWA NGURAH TEBU SALAH ” dalam memimpin Warga Tanah Bantara selanjutnya muncul gagasan untuk mendirikan/membangunan sebuah desa dengan nama yang dilatar belakangi oleh adanya pertemuan dari para pengikut/pengiring ” CILI PATI ULARAN ” di Tanah Bantara. Berdasarkan kesepakatan dan kebulatan tekad dari para warga di Tanah Bantara, memberikan nama Desa yang akan dibangun/didirikan dengan nama ” DESA PATEMON ” yang berasal dari kata ” PATEMUAN ” atau ” PERTEMUAN ” yang awalnya terdiri dari 7 Banjar meliputi :
- Banjar Jeroan.
- Banjar Sibang.
- Banjar Belong.
- Banjar Kawan.
- Banjar Uma.
- Banjar Sema.
- Banjar Paneraga.
Mengikuti dinamika/perkembangan masyarakat maka berikutnya dibentuk 4 Banjar lagi yaitu :
- Banjar Beratan
- Banjar Apit Yeh.
10.Banjar Tegal.
11.Banjar Pemaroan.
- Banjar Berahmana.
Desa Patemon mempunyai luas wilayah 2,82 km2 , yang terdiri dari 12 Dusun. Batas wilayah Desa Patemon disebelah Timur berbatasan dengan Desa Bubunan, disebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Seririt, disebelah Barat berbatasan dengan Desa Lokapaksa, disebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ringdikit.
Desa Patemon secara Geografis merupakan dataran rendah yang sebagian besar penduduk menggantungkan kehidupannya di sektor Peternakan sebesar 39%, sektor lain yang menonjol adalah Pertanian sebesar 50% , Sektor Perdagangan sebesar 0,4%, sektor Jasa sebesar 0,2% dan sektor lainnya seperti Pegawai Negeri, Karyawan Swasta, dari berbagai sektor sebesar , 28,95%.
Desa Patemon, mempunyai potensi kerajinan yang sangat produktif , yang letaknya di Banjar Dinas Beratan dan Banjar Dinas Kawan di antaranya kerajinan, Perak, Pande Besi, dan Kerajinan Tenun.