Pertemuan rutin BKB
Deskripsi
Acara dimulai dengan bacaan Basmalah bersama-sama
yang dipimpin oleh Ketua BKB, Ibu Heni. Dilanjutkan sambutan selamat datang
dengan menyapa Ibu Ibu anggota BKB dan menanyakan kabar. Dalam sambutannya
dijelaskan bahwa pada pertemuan kedua ini, pembinaan BKB masih dilakukan secara
umum yaitu semua kelas umur mendapatkan materi yang sama. Yaitu tentang Menjadi
orang tua hebat (perencanaan hidup berkeluarga / bersiap-siap menjadi orangtua,
Memahami peran orang tua dan memahami
konsep diri orang tua yang disampaikan oleh PLKB bu asih.
Pembinaan :
Menjadi orang tua
hebat (perencanaan hidup berkeluarga / bersiap-siap
menjadi orangtua,
Memahami peran orang tua dan memahami konsep diri orang tua)
Keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat
anak belajar, dan berperan sebagai makhluk sosial sehingga penting untuk tumbuh
kembang generasi Indonesia. Selain itu melalui pembangunan keluarga, diharapkan
dapat mengatasi berbagai permasalahan seperti keluarga rentan, keluarga tidak
sejahtera, dan miskin
Tugas utama keluarga adalah memenuhi kebutuhan jasmani, rohani,
dan sosial anggota keluarganya, mencakup pemeliharaan dan perawatan anak-anak,
pembimbingan perkembangan kepribadian anak-anak, dan memenuhi kebutuhan
emosional anggota keluarganya
Karena itu calon ayah dan ibu perlu menentukan keluarga impian,
pilihan, dan harapannya serta perlu memiliki perencanaan untuk menjadi orangtua
yang hebat. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang, antara lain :
4 Langkah Perencanaan Keluarga :
1.
Merencanakan Usia Pernikahan
Rencana pernikahan idealnya sudah dipersiapkan mandiri sejak
remaja. Oleh karena itu, faktor terpenting yang menentukan keberhasilan
implementasi keluarga berencana adalah kemampuan keluarga dan anggota keluarga
dalam merencanakan kehidupan di semua tahapannya: mulai dari kesehatan
reproduksi remaja, merencanakan berkeluarga, merencanakan kehamilan dan
jaraknya, merencanakan pola asuh anak, dan merencanakan kehidupan hari tua.
2.
Membina Hubungan antar pasangan dengan keluarga lain, dan kelompok social
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, selalu membutuhkan
orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Karena itu dasar perencanaan keluarga membutuhkan
hubungan antar pasangan dengan keluarga lain dan kelompok sosial.
3. Merencanakan kelahiran anak pertama persiapan menjadi orangtua
Mengingat
salah satu fungsi keluarga adalah memberikan anak kesempatan hidup dalam
keluarga yang lengkap fungsinya, maka perencanaan kehamilan adalah kewajiban
suami istri.
4. Mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi
Ada
kehamilan risiko tinggi, yaitu terlalu muda dengan usia kurang dari 20 tahun,
terlalu tua usia di atas 35 tahun untuk kehamilan pertama, terlalu sering yang
jarak kehamilannya kurang 2 tahun, terlalu banyak lebih dari tiga anak. Untuk
mencegah kehamilan beresiko maka dengan menggunakan alat konrasepsi.
Untuk keberhasilan implementasi KB adalah kemampuan
keluarga dan anggota keluarga dalam merencanakan kehidupan di semua tahapannya:
mulai dari kesehatan reproduksi remaja, merencanakan berkeluarga, merencanakan
kehamilan dan jaraknya, merencanakan pola asuh anak, dan merencanakan kehidupan
hari tua.
Keluarga berkualitas
yang kita ciptakan akan terwujud apabila masing-masing keluarga memiliki
ketahanan keluarga yang tinggi. Semua itu perlu perencanaan keluarga yang matang,
tidak baik jika dilakukan dengan gegabah di setiap langkahnya
Penutup :
Acara diakhiri dengan membaca Hamdalah bersama-sama.
Diucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu-Ibu anggota BKB dan dimohon
kehadirannya kembali pada pertemuan BKB bulan depan.