MAA Simeulue siapkan buku adat pembangunan rumah
Lataling
Dipublikasi pada
04 October 2025
Deskripsi
Simeulue (LATALING) - Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Simeulue akan menyiapkan buku tentang adat istiadat pembangunan rumah di kabupaten kepulauan tersebut.
Ketua MAA Simeulue, Darul Amin Adamy, mengatakan pembuatan buku terkait proses dan adat istiadat pembangunan rumah di Simeulue ini dilakukan untuk menyatukan satu adat dan budaya yang sering dilakukan masyarakat Simeulue dalam setiap pembangunan rumah sejak dari awal hingga rumah tersebut ditempati.
Dari sepuluh kecamatan yang ada di Simeulue ada berbagai adat istiadat yang dilakukan oleh masyakarat Simeulue dalam proses pembangunan rumah.
"Jadi dengan adanya buku proses pembangunan rumah di Simeulue ini dapat menjadi satu rujukan bagi masyarakat di Simeulue," kata Darul Amin Adamy, Minggu, 05/10/2025.
Menurut Daruk Amin Adamy, ada berbagai adat istiadat yang dilakukan masyakarat Simeulue dalam membangun rumah. Misalnya, budaya gotong royong, pemilihan kayu yang digunakan, sajian makanan, pemasangan simbol di tiang rumah, seperti kelapa, kain hitam, merah dan kuning, serta banyak prosesi adat lain yang dilakukan oleh masyakarat Simeulue setiap membangun rumah.
Dalam proses pembangunan rumah tersebut prosesi adat yang dilakukan sebagian menjadi pertanyaan yang disampaikan masyakarat ke MAA Simeulue karena dianggap bertentangan dengan agama Islam.
Misalnya, proses pemotongan ayam yang darahnya di oleskan ke tiang utama rumah, kemudian penanaman emas di bawah tiang utama rumah, dan prosesi lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan syariat.
"Untuk itulah buku ini akan kami susun dengan melibatkan banyak pihak seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Simeulue dan pihak lainnya. Sehingga buku proses pembangunan rumah ini bisa diterima semua kalangan masyarakat Simeulue," kata Darul Amin Adamy.
Sementara itu Penjabat Kepala Desa Lataling, Husnawati, saat menerima tim dari MAA Simeulue dalam proses pengambilan data pembangunan rumah di Simeulue menuturkan. Apa yang direncanakan oleh MAA Simeulue ini ia sangat mendukung. Karena kata Husnawati, hingga saat ini belum adat pedoman khusus di masyarakat Simeulue dalam pembangunan rumah.
"Kita masih mempedomani kata-kata nenek moyang kita dalam proses pembangunan rumah. Tetapi makna dan arti dari adat tersebut masih banyak tidak diketahui," kata Husnawati.
Untuk itu kata Husnawati, ia bersama masyarakat di desa yang ia pimpin itu siapa memberikan data yang diperlukan oleh MAA Simeulue sebagai pedoman awal dalam penyusunan buku adat pembangunan rumah di Simeulue ini.
"Kami siap memberikan dukungan penuh untuk terciptanya buku pembangunan rumah di Simeulue ini," ucap Husnawati.***
Penulis : Admin
Rubrik : Sosial Budaya
Sesi Kegiatan Sosial Budaya