Gambaran Umum
an Umum
GAMBARAN UMUM
KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS “ PUUWEHUKO”
DESA PUUWEHUKO KECAMATAN MOWILA
A. Astronomi Kampung KB Desa PUUWEHUKO
Secara astronomis, Desa Puuwehuko terletak antara 04°104’71.0’’ Lintang Selatan dan 122°24’28.0’’ Bujur Timur.
B. Geografis
Berdasarkan posisi geografisnya, batas-batas Desa Puuwehuko adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Desa Koronua
Sebelah Timur : Desa Kondoano
Sebelah Selatan : Desa Monapa
Sebelah Barat : Konawe
C. Wilayah Desa
Luas Desa Puuwehuko 1.625 Ha terdiri dari tanah perkebunan 950 Ha, pertanian 120 Ha, Pemukiman 95 Ha, Sisanya adalah lahan pengembangan. Selain itu terbagi menjadi empat dusun yaitu:
a. Dusun I yang terdiri dari Satu RW dan satu RT
b. Dusun II yang terdiri dari Satu RW dan satu RT
c. Dusun III yang terdiri dari Satu RW dan satu RT
D. Demografi dan Keluarga Berencana
Berdasarkan Hasil Pendataan Kependudukan 2020 diketahui jumlah Penduduk 457 jiwa, 239 Orang Laki-laki dan 218 Perempuan. Desa Puuwehuko mayoritas Penduduknya di Huni oleh Kebanyakan suku bugis.
Rata-rata mata Pencarian Masyarakat Puuwehuko adalah sebagai petani dan buruh petani. Jumlah PUS yang ada di Desa Puuwehuko berjumlah 457 Orang. Kampung KB Desa Puuwehuko terbentuk pada tahun 2023.
E. Potensi dan Sumber Daya
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung Keluarga Berkualitas khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan.
Adapun potensi serta faktor-faktor yang kami maksud disini adalah :
a. Faktor Pendukung
Untuk mendukung lancarnya kegiatan program Bangga Kencana dan pembangunan lainnya di Kampung KB sangat ditentukan oleh adanya factor pendukung dari lintas sektor pemerintah dan non pemerintah di wilayah kampung KB Berkah Bersama ini sangat termotifasi dengan adanya dukungan dari berbagai pihak yakni :
1. Dukungan Pemerintah Desa untuk pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas
Dengan memanfaatkan Anggaran dana desa untuk mengerakan kampung
keluarga berkualitas
2. Dukungan Lintas sektoral baik camat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kominfo, Babinsa
Untuk mengelola kampung Kelurga Berkualitas
3. Dukungan masyarakat desa untuk mendukung program keluarga berencana
4. Cakupan KB MKJP Masyarakat cukup tinggi
5. Telah ada bantuan pengadaan Antropometri KIT dari Puskesmas setempat
6. Adanya IMP PPKB dan Sub PPKBD, Poktan (BKB, BKR, BKL, UPPKA)
7. Adanya data basis wilayah kampung keluarga berkualitas
8. Adanya penyuluh Bangga Kencana
9. Adanya bidan desa
10. Adanya inovasi DASHAT dengan memanfaatkan pangan lokal oleh Pokja Kampung KB
Untuk pemenuhan gizi masyarakat dibawah pantauan Puskesmas setempat
b. Faktor Penghambat
1. Tingkat pengetahuan kader dalam mengelola program Bangga Kencana belum maksimal
2. Pelatihan pengelolaan kampung keluarga berkualitas masih kurang
c. Peluang
1. Undang-undang No 52 Tentang Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga
2. Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacita ke-3 yaitu membangun
masyarakat dari wilayah pinggiran
3. Sikap dan sifat gotong royong yang masih tertanam kuat
4. Tingginya Kemauan Masyarakat untuk Bekerja dan Belajar
5. Pelayanan KB gratis menuju MKJP khususnya di wilayah Kampung KB.
d. Tantangan
1. Pemahaman para tokoh yang ada tentang Bangga kencana masih rendah sehingga seringkali
menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program
2. Ego sektoral masih cukup mendominasi penggerakan intervensi kegiatan di kampung keluarga
Berkualitas
F. Visi dan Misi
a. Visi
Visi dari Kampung Keluarga Berkualitas Desa Tanggeau adalah "Menciptakan Sumber Daya Manusia Yang Beriman, Berkarakter dan Berdaya Saing Untuk Pengelolaan Sumber Daya ALam Desa Tanggeau Secara Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal"
b. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan suatu misi Sbb :
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang administrasi kependudukan;
2. Meningkatkan jumlah peserta KB modern;
3. Meningkatkan ketahanan keluarga melalui program BKB. BKR, BKL, dan PIK-R;
4. Meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui program UPPKA;
5. Menurunkan angka stunting anak;
6. Menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga;
7. Meningkatkan ketahanan pangan skala keluarga;
8. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;
9. Meningkatkan kualitas pendidikan dalam rumah tangga dan desa;
10. Meningkatkan semangat gotong royong pembangunan;
11. Meningkatkan sanitasi dan lingkungan yang bersih dan sehat;
12. Meningkatkan sarana dan prasarana pembangunan kampung, dan
13. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.