Gambaran Umum
an Umum
GAMBARAN
UMUM
KAMPUNG
KELUARGA BERKUALITAS “LAMEBARA”
DESA LAMEBARA
KECAMATAN MOWILA
A. Astronomi
Kampung KB Desa Lamebara
Secara astronomis, Desa Lamebara terletak antara
04°104’71.0’’ Lintang Selatan dan 122°24’28.0’’ Bujur Timur.
B. Geografis
Berdasarkan
posisi geografisnya, batas-batas Desa Lamebara adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara
:
Desa Lamolori
Sebelah Timur
:
Desa Tetesingi
Sebelah
Selatan :
Desa PT BMP
Sebelah
Barat :
Desa Kecamatan Angata
C.
Wilayah Desa
Luas Desa Lamebara 861,42 Ha
terdiri dari tanah perkebunan 950 Ha, pertanian 120 Ha, Pemukiman 95 Ha,
Sisanya adalah lahan pengembangan. Selain itu terbagi menjadi empat dusun
yaitu:
a. Dusun I yang terdiri
dari Satu RW dan satu RT
b. Dusun II yang terdiri dari
Satu RW dan satu RT
c. Dusun III yang terdiri dari
Satu RW dan satu RT
D. Demografi
dan Keluarga Berencana
Berdasarkan Hasil Pendataan Kependudukan 2023 diketahui jumlah Penduduk 164
jiwa, Orang Laki-laki dan Perempuan. Desa Lamebara mayoritas
Penduduknya di Huni oleh Kebanyakan suku Bugis dan Tolaki.
Rata-rata mata Pencarian Masyarakat Lamebara adalah sebagai petani,
Pegawai Negeri Sipil, Polri/TNI. Jumlah
PUS yang ada di Desa Lamebara berjumlah 90 Orang. Kampung KB Desa Lamebara
terbentuk pada tahun 2023.
E. Potensi dan Sumber Daya
Dalam rangka pelaksaan kegiatan program pembangunan di wilayah kampung Keluarga Berkualitas khususnya, maka terkait dengan potensi atau sumber daya baik yang
menyangkut sumber daya alam maupun sumber daya manusia tentunya sangat
berpengaruh terhadap kelancaran program pembangunan.
Adapun
potensi serta faktor-faktor yang kami maksud disini adalah :
a. Faktor Pendukung
Untuk mendukung lancarnya kegiatan program Bangga
Kencana dan pembangunan lainnya di Kampung KB sangat
ditentukan oleh adanya factor pendukung dari lintas sektor pemerintah dan
non pemerintah di wilayah kampung KB Berkah Bersama ini sangat termotifasi
dengan adanya dukungan dari berbagai pihak yakni :
1. Dukungan
Pemerintah Desa untuk pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas
Dengan
memanfaatkan Anggaran dana desa untuk mengerakan kampung
keluarga berkualitas
2. Dukungan
Lintas sektoral baik camat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kominfo,
Babinsa
Untuk mengelola
kampung Kelurga Berkualitas
3. Dukungan
masyarakat desa untuk mendukung program keluarga berencana
4. Cakupan KB
MKJP Masyarakat cukup tinggi
5. Telah ada
bantuan pengadaan Antropometri KIT dari Puskesmas setempat
6. Adanya IMP
PPKB dan Sub PPKBD, Poktan (BKB, BKR, BKL, UPPKA)
7. Adanya data
basis wilayah kampung keluarga berkualitas
8. Adanya
penyuluh Bangga Kencana
9. Adanya bidan
desa
10. Adanya
inovasi DASHAT dengan memanfaatkan pangan lokal oleh Pokja Kampung KB
Untuk
pemenuhan gizi masyarakat dibawah pantauan Puskesmas setempat
b.
Faktor Penghambat
1. Tingkat pengetahuan kader dalam
mengelola program Bangga Kencana belum maksimal
2. Pelatihan pengelolaan kampung keluarga berkualitas masih kurang
c. Peluang
1. Undang-undang No 52 Tentang
Perkembangan Kependudukan Keluarga Berencana dan
Pembangunan Keluarga
2. Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita)
terutama Nawacita ke-3 yaitu
membangun
masyarakat
dari wilayah pinggiran
3. Sikap dan sifat gotong royong yang masih
tertanam kuat
4. Tingginya Kemauan
Masyarakat untuk Bekerja dan Belajar
5. Pelayanan KB
gratis menuju MKJP khususnya di wilayah Kampung KB.
d. Tantangan
1. Pemahaman para tokoh yang ada
tentang Bangga kencana masih rendah
sehingga seringkali
menjadi
faktor penghambat dalam pelaksanaan program
2. Ego sektoral masih cukup mendominasi penggerakan intervensi kegiatan di
kampung keluarga
Berkualitas
F.
Visi dan Misi
a. Visi
Visi dari Kampung Keluarga Berkualitas Desa Lamebara adalah "Menciptakan Sumber Daya Manusia
Yang Beriman, Berkarakter dan Berdaya Saing Untuk
Pengelolaan Sumber Daya ALam Desa Rakawuta Secara Berkelanjutan Berbasis
Kearifan Lokal"
b. Misi
Untuk mewujudkan
visi yang telah ditetapkan maka dirumuskan suatu misi Sbb :
1. Meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang administrasi kependudukan;
2. Meningkatkan
jumlah peserta KB modern;
3. Meningkatkan
ketahanan keluarga melalui program BKB. BKR, BKL, dan PIK-R;
4. Meningkatkan
pemberdayaan keluarga melalui program UPPKA;
5. Menurunkan
angka stunting anak;
6. Menurunkan
angka kekerasan dalam rumah tangga;
7. Meningkatkan
ketahanan pangan skala keluarga;
8. Meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat;
9. Meningkatkan
kualitas pendidikan dalam rumah tangga dan desa;
10.
Meningkatkan semangat gotong royong pembangunan;
11. Meningkatkan sanitasi dan
lingkungan yang bersih dan sehat;
12. Meningkatkan sarana dan
prasarana pembangunan kampung, dan
13. Pengelolaan sumber daya alam
yang berkelanjutan.