Gambaran Umum
Kalurahan Brosot dituntut untuk mampu menyajikan berbagai potensi yang ada. Kegiatan sektor baik formal maupun non formal harus dikelola secara profesional dalam rangka memajukan kehidupan masyarakat. Kalurahan Brosot memiliki luas wilayah 322.5336 Ha (9,8% dari seluruh luas wilayah Kapanewon Galur). Dari luas wilayah tersebut 98,98 Ha adalah tanah pertanian, 67,39 Ha berupa tanah kering, 63,8 adalah wilayah permukiman, dan 92,37 Ha sisanya untuk pemanfaatan lain.
Topografi wilayah Kalurahan Brosot hampir seluruhnya (322.5336 Ha) berupa dataran, dengan ketinggian 5 m di atas permukaan air laut, memiliki curah hujan rata-rata per tahun 1600 mm serta suhu rata-rata 30oC. Sedangkan dari seluruh luas wilayah tersebut, 237.2245 Ha merupakan tanah subur, sehingga sangat cocok untuk pertanian.
Kalurahan Brosot terdiri dari 10 Padukuhan yang terbagi dalam 44 RT dan 20 RW. Masing-masing wilayah padukuhan dipimpin oleh seorang Dukuh. Adapun wilayah-wilayah padukuhan tersebut adalah:
- Padukuhan Kutan,
- Padukuhan Brosot,
- Padukuhan Pulo,
- Padukuhan Klampok,
- Padukuhan Bantengan Lor,
- Padukuhan Bantengan Kidul,
- Padukuhan Nepi,
- Padukuhan Modinan,
- Padukuhan Karang,
- Padukuhan Jeronan
Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]
- Utara = Kapanewon Lendah
- Timur = Sungai Progo
- Selatan = Kalurahan Kranggan
- Barat = Kalurahan Kranggan
Di batas timur, terdapat jembatan Srandakan yang menghubungkan antara Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten Bantul.(600an meter). Jembatan ini tahun 1999 pernah amblas sekitar 2 meter di bagian tengah, setelah ada truk trailer lewat. Hal tersebut membuat jalur transportasi kendaraan besar (bus dan truk) terputus selama beberapa tahun. Namun bantuan dari luar negeri masuk akhirnya dibangun jembatan baru di sebelah selatannya dengan konstruksi yang sangat bagus. Jembatan baru ini lebih panjang karena dibuat menyerong. Diresmikan tahun 2007.
Kampung Keluarga Berkualitas Brosot ditetapkan pada tanggal 13 Oktober 2023 dengan Surat Keputusan Lurah Brosot Nomor 40 Tahun 2023.