PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA
Deskripsi
A. Pendahuluan
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita merupakan upaya penting dalam memastikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan sesuai tahapan usianya. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kesehatan ibu dan anak yang dilaksanakan secara terpadu melalui pelayanan di Posyandu maupun fasilitas kesehatan, serta mendukung program Bangga Kencana oleh BKKBN dan Kementerian Kesehatan.
Pemantauan secara rutin bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan pertumbuhan (seperti stunting, gizi kurang) maupun keterlambatan perkembangan sehingga dapat segera dilakukan intervensi.
B. Dasar Pelaksanaan
-
Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
-
Program Percepatan Penurunan Stunting.
-
Pedoman Pemantauan Tumbuh Kembang Balita dari Kementerian Kesehatan RI.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan status kesehatan dan tumbuh kembang anak balita secara optimal.
2. Tujuan Khusus
-
Memantau pertumbuhan balita melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi/panjang badan.
-
Mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
-
Memberikan penyuluhan kepada orang tua terkait gizi dan pola asuh.
-
Melakukan rujukan jika ditemukan penyimpangan pertumbuhan atau perkembangan.
D. Sasaran
Seluruh anak usia 0–59 bulan (balita) di wilayah kerja.
E. Pelaksanaan Kegiatan
-
Penimbangan Berat Badan
Dilakukan setiap bulan untuk memantau kenaikan berat badan sesuai umur. -
Pengukuran Tinggi/Panjang Badan
Untuk mengetahui status gizi (normal, stunting, atau risiko stunting). -
Pengukuran Lingkar Kepala
Terutama pada bayi untuk memantau pertumbuhan otak. -
Pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat)
Hasil penimbangan dicatat dan diplot pada grafik pertumbuhan. -
Stimulasi dan Deteksi Dini Perkembangan
Menggunakan instrumen seperti KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). -
Penyuluhan dan Konseling
Edukasi kepada orang tua mengenai:-
ASI Eksklusif
-
MP-ASI sesuai umur
-
Pola asuh dan stimulasi
-
Pencegahan penyakit
-
F. Hasil yang Diharapkan
-
Balita mengalami kenaikan berat badan sesuai standar.
-
Tidak ditemukan kasus gizi buruk atau stunting baru.
-
Orang tua memahami pentingnya gizi seimbang dan stimulasi perkembangan.
-
Deteksi dini gangguan tumbuh kembang dapat segera ditindaklanjuti.