PEMERIKSAAN PADA LANSIA

KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DESA BATU MILA
Dipublikasi pada 23 April 2025

Deskripsi


1. Pengertian

Pemeriksaan kesehatan pada lansia adalah proses evaluasi kondisi fisik, mental, dan sosial orang berusia ≥60 tahun untuk mendeteksi penyakit, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup.


2. Tujuan Pemeriksaan

  • Mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh.

  • Mendeteksi penyakit kronis sejak dini (misal: hipertensi, diabetes, osteoporosis).

  • Menilai kemampuan fungsional dan kognitif.

  • Memberikan rekomendasi pencegahan penyakit dan perawatan yang sesuai.


3. Komponen Pemeriksaan Kesehatan Lansia

A. Pemeriksaan Fisik

  1. Tanda vital

    • Tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh.

  2. Berat badan dan tinggi badan

    • Untuk menilai indeks massa tubuh (IMT) dan risiko malnutrisi.

  3. Pemeriksaan jantung dan paru

    • Mendengar adanya kelainan jantung, bunyi paru abnormal.

  4. Pemeriksaan sistem muskuloskeletal

    • Mengecek kekuatan otot, sendi, dan mobilitas.

  5. Pemeriksaan kulit

    • Melihat adanya luka, infeksi, atau kanker kulit.


B. Pemeriksaan Laboratorium (Jika Diperlukan)

  • Gula darah puasa / HbA1c → untuk deteksi diabetes.

  • Kolesterol dan lipid profile → risiko penyakit jantung.

  • Fungsi ginjal (ureum, kreatinin) → deteksi gangguan ginjal.

  • Fungsi hati (SGOT, SGPT) → deteksi gangguan hati.

  • Pemeriksaan urine → infeksi saluran kemih, penyakit ginjal.


C. Pemeriksaan Kognitif dan Mental

  • Tes kognitif (misal MMSE / Mini-Mental State Examination) → menilai kemampuan berpikir, ingatan, orientasi.

  • Skrining depresi → mencegah masalah psikologis.


D. Pemeriksaan Fungsional

  • Menilai kemampuan aktivitas sehari-hari (ADL) seperti mandi, berpakaian, makan.

  • Menilai mobilitas dan keseimbangan → mencegah jatuh.


E. Pemeriksaan Nutrisi

  • Memastikan lansia mendapatkan gizi cukup, mencegah malnutrisi dan obesitas.


F. Pemeriksaan Khusus

  • Mata: Glaukoma, katarak.

  • Telinga: Gangguan pendengaran.

  • Gigi dan mulut: Kebersihan, gigi tanggal, infeksi.

  • Kanker: Skrining kanker tertentu sesuai usia dan risiko.


4. Frekuensi Pemeriksaan

  • Minimal 1 kali setahun untuk lansia sehat.

  • Lebih sering jika ada penyakit kronis atau risiko tinggi.


5. Manfaat Pemeriksaan Kesehatan Lansia

  • Deteksi dini penyakit → pengobatan lebih efektif.

  • Mencegah komplikasi → kualitas hidup lebih baik.

  • Membantu lansia tetap mandiri dan aktif.



Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 1
Minggu ini: 6
Bulan ini: 12
Total: 936