Edukasi Digital, Aksi Lingkungan
Deskripsi
Edukasi Digital, Aksi Lingkungan: Kolaborasi Mahasiswa KKN UNS Dorong Pemilahan Sampah di Desa Wukirharjo, Prambanan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret, Safira Kanaya Iffat Husna dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, melaksanakan program Sosialisasi Pemilahan Sampah Berbasis Digital di Dukuh Klumprit 1, Desa Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, pada 17 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat desa dalam upaya meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan sampah di Dukuh Klumprit 1, Desa Wukirharjo, yang masih belum dilakukan secara terpisah antara sampah plastik dan sampah organik. Di sisi lain, desa memiliki potensi untuk menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumber, namun pemahaman dan sarana pendukung pemilahan sampah masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi pemilahan sampah berbasis digital dipilih sebagai upaya edukatif yang sederhana, mudah diakses masyarakat, dan bermanfaat dalam meningkatkan kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret bersama warga Dukuh Klumprit 1 melakukan kegiatan sosialisasi melalui WhatsApp Group warga dengan membagikan pamflet online, modul digital, pesan siaran (broadcast), serta video edukasi terkait pemilahan sampah plastik dan organik. Untuk mendukung penerapan di lapangan, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret juga menyediakan tong sampah terpilah dan memasang pamflet tata cara pemilahan sampah di sejumlah titik strategis desa.
Program Sosialisasi Pemilahan Sampah Berbasis Digital merupakan wujud nyata SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret dan masyarakat Desa Wukirharjo. Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai elemen utama dalam upaya pembangunan desa, khususnya dalam pengelolaan lingkungan.
Selain mendukung SDGs 17, program ini juga sejalan dengan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan. Program ini turut relevan dengan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan timbulan sampah dan peningkatan kesadaran lingkungan yang berkontribusi pada mitigasi dampak perubahan iklim di tingkat desa.
Kepala Dukuh Klumprit 1, Desa Wukirharjo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini karena dinilai sebagai sebuah inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Sejalan dengan hal tersebut, masyarakat Desa Wukirharjo juga menyambut program ini dengan antusias karena dirasa memberikan manfaat langsung serta membuka peluang untuk diterapkan secara mandiri kedepannya.
Melalui program Sosialisasi Pemilahan Sampah Berbasis Digital ini, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Wukirharjo untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. .