Gambaran Umum


Mohon di isi yah !KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Kegiatan Kampung Keluarga Berencana Desa Singura Kecamatan Toribulu sesuai waktu yang ditentukan.

Adapun tujuan pembuatan laporan pelaksanaan Kampung KB ini adalah untuk melaporkan hasil-hasil capaian program kegiatan Bangga Kencana yang dilaksanakan selama satu tahun terakhir, dengan harapan bahwa laporan hasil kegiatan ini dapat menjadi bahan acuan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan progran Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Singura selaku Ketua POKJA Kampung KB yang dimana telah menfasiitasi kami dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia di Kampung KB, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada teman-teman PLKB Kecamatan Toribulu khususnya yang mendampingi kader Pokja atas segala daya dan upayanya dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia di Kampung KB, terlebih kami ucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Penendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Cq. Bidang KB atas bantuannya dalam memberikan bimbingan kepada kami.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa Laporan Kegiatan Pelaksanaan Kampung KB ini masih jauh dari sempurnah, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan demi kesempurnaan laporan ini.

 

 

Toribulu.   09  September   2023

Koordinator Balai Penyuluhan KB

Kecamatan Toribulu

 

 

SUKMAN, S.H.

NIPPPK. 19801001 202221 1 001

 

 

BAB  I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG

Penempatan penduduk sebagai titik sentral pembangunan tidak saja merupakan program nasional namun juga komitmen hampir seluruh bangsa di dunia. Pembangunan harus melibatkan seluruh penduduk (penduduk sebagai subyek) dan pembangunan harus dinikmati oleh seluruh penduduk (penduduk sebagai obyek). Disatu sisi penduduk harus dibangun agar mampu menjadi pelaku atau sumber daya pembangunan. Dalam hal ini menjadi hak bagi penduduk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan dalam arti luas, sehingga yang bersangkutan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Untuk mencapai hal tersebut, maka srategi pembangunan harus benar-benar memperhatikan kondisi kependudukan sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh sebagian besar penduduk. Untuk itu, dimensi kependudukan perlu diintegrasikan. Isu kependudukaan haruslah menjadi perhatian kita bersama, karena kedepan peroalan kependudukan akan semakin kompleks. Persoalan kependudukan di Indonesia kedepan tidak saja menyangkut persoalan  jumlah dan pertumbuhan penduduk yang masih tetap memerlukan penanganan namun juga menyangkut persoalan perubahan dinamika struktur umur dan distribusi penduduk.

Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai dasar pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Menekankan kewenangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tidak hanya terbatas pada masalah pembangunan keluarga berencana dan keluarga sejahtera saja, namun juga menyangkut masalah pengendalian penduduk. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah semakin mempertegas kewenangan tersebut, dimana pada lampiran.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Kongkuren antara Pemerintah Pusat, Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota pada Huruf N (Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) menegaskan kewenangan dalam pelaksanaan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Empat sub urusan bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang harus dilaksanakan oleh masing-masing tingkatan pemerintah yaitu Sub Urusan Pengendalian Penduduk, Sub Urusan Keluarga Berencana, Sub Urusan Keluarga Sejahtera dan Sub Urusan Sertifikasi dan Standarisasi.

Kampung Keleuarga Berkualitas adalah satuan wilayah setingkat RW atau Dusun yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga dan pembanguna sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. Kampung KB direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga non pemerintah dan swasta berperan dalam pendampingan dan pembinaan. Kampung KB dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta pembanguna sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

B.   TUJUAN

     a. Tujuan Umum

  Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan Kampung Keleuarga Berkualitas adalah untuk mendukung tercapainya sasaran prioritas pembangunan Kependudukan. Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta Pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

    b. Tujuan Khusus

1.   Meningkatkan ketahanan keluarga melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina   Keluarga Lansia (BKL) dan Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja.

2.   Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

3.   Meningkatkan jumlah peserta KB aktif moderen.

 

C.   SASARAN

a.   Sasaran Langsung

1.   Keluarga

2.   Pasangan Usia Subur  (PUS)

3.   Masyarakat

4.   Balita, Remaja dan Lansia

 

 

b.   Sasaran Tidak Langsung

1.   Tokoh Masyarakat

2.   Organisasi Masyarakat (PPKBD/SUB PPKBD, Organisasi Pemuda, dll)

3.   Petugas Lapangan dan Provider.

 

 

BAB  II

KARAKTERISTIK DESA

A.  SEJARAH DESA DAN PEMERINTAHAN DESA

1.   Sejarah Desa Sibalago

Desa sibalago merupakan salah satu Desa  dari 7 (Tujuh) desa yang ada di Kecamatan Toribulu, dengan luas 47,9 Km² yang terdiri dari 3 Dusun. Desa Sibalago dulunya adalah bagian dari Desa Sienjo, sebelum dimekarkan hanya berstatus Dusun yang Namanya Dusun Gunung Sari (Dusun 3) yang berada di wilayah Desa Sienjo Kecamatan Toribulu, dusun ngunung sari tersebut hanya dipimpin oleh seorang kepala dusun. Suatu hal yang menjadi dorongan masyarakat gunung sari adalah untuk mendekatkan pelayanan administrasi pemerintahan, maka Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Perempuan sepakat untuk memekarkan dusun gunung sari akan menjadi salah satu desa yang berada dikecamatan Toribulu. Perlu diketahui bahwa sejarah pemekaran yang diusulkan dari tahun 2007 dan terealisasi pada tanggal 21 Januari 2008, masa jabatan Kepala Desa Sienjo Bapak Tarsan S. Larahi, selanjutnya nama Dusun Gunung Sari tersebut dijadikan nama jalan yaitu Jalan Gunung Sari Desa Sibalago Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong.

Nama Desa Sibalago diambila dari sejarah Orang Tua leluhur yang sebelum masuk masa penjajahan Belanda di Sibalago, setelah masuk Penjajahan maka sibalago diganti dengan nama lain yaitu Sienjo. Untuk menghilangkan sejarah pemberian penjajah ini, seluruh komponen masyarakat mengambil kembali sejarah orang tua leluhur yang sekarang dengan nama Desa Sibalago

 

 

 

2.   Pemerintahan Desa Sibalago

Setelah dimekarkan menjadi desa, desa Sibalago dipimpimpin oleh Kadir K. Lahami selaku Pejabat Sementara Kepala Desa selama Satu Tahun dengan membagi wilayah menjadi 3 (Tiga) Dusun yakni  Dusun 1 (Satu) Gunung Sari, Dusun 2 (Dua) Gunung Sari, Dusun 3 (Tiga) Tompo. Pusat Pemerintahan berada di Dusun 2 (Dua) Gunung Sari.

Semenjak dimekarkan sampai sekarang Desa Singura telah tiga kali mengadakan pemilihan Kepala Desa. Pada pemilihan Kepala Desa Singura yang pertama Bapak Kadir K. Lahami terpiih kembali menjadi Kepala Desa untuk periode Tahun 2008-2014. Pada Tahun 2014 kembali diadakan Pemilihan Kepala Desa yang kedua yang dimenangkan oleh Bapak Kadir K. Lahami untuk periode Tahun 2014-2022. Kemudian pada pemilihan Kepala Desa yang ketiga pada Tahun 2022 untuk masa jabatan 2022-2028 Bapak Kadir K. Lahami sudah tidak terpilih karena pada pemilihan kepala Desa diikuti oleh 2 (Dua) kandidat calon yakni Kadir K. Lahami dan Rosnani, dan pemilihan tersebut dimenangkan oleh Rosnani menjadi Kepala Desa Sibalago sampai sekarang.

Selama menjadi Kepala Desa  Ibu  Rosnani menambah wilayah adminustrasi pemerintahan dengan memekarkan Dusun 2 (Dua), sehingga total jumlah Dusun di Desa Sibalago menjadi 4 (Empat) yakni Dusun 1 (Satu) Gunung SariDusun 2 (Dua) Gunung SariDusun 3 (Tiga) TompoDusun 4 (Empat) Tompo. Pusat Ibu Kota dan Pemerintahan Desa Sibalago berada di Dusun 2 (Dua) Gunung Sari yang dimana juga menjadi pusat pelaksanaan program kegiatan Kampung KB.

Dalam menjalankan pemerintahan beliau dibantu oeh Sekretaris Desa, Kepala Seksi Pemerintahan Desa, Kepala Seksi Kesejahteraan, Kepala Urusan Perencanaan Pembangunan Desa, Kepala Urusan Pelayanan Umum dan Kepala-Kepala Dusun serta Perangkat Desan lainnya (Struktur Organisasi Perangkat Desa Terampir)

 

 

 

 

 

 

B.  KONDISI GEOGRAFIS DAN TOPOGRAFI

1. Kondisi Geografis Desa Sienjo

        Desa Sibalago merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Luas wilayah Desa tersebut sebesar ±4,790. Ha yang terdiri dari 4 dusun. Desa Sibalago terletak disebelah Utara Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong dengan jarak ±69 Km dari Ibu Kota Parigi.

        Batas-batas wilayah Desa Sienjo

            -  sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sienjo

-  Sebelah Selatan berbatasan dengan  Desa Toribulu

-  Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sipi Kec Sirenja Tobata

-  Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sienjo

       

  2. Topografi Desa Singura

Desa Sienjo terletak pada ketinggian antara 16 m diatas permukaan laut. Lahan di Desa Sienjo merupakan hamparan dataran dan perbukitan. Curah hujan rata-rata 1.565 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata 120 hari. Bulan basah 5-8 bulan sedangkan bulan kering berkisar antara 4-6 bulan. Musim hujan dimulai sejak bulan Oktober- November dan pada Bulan April-Mei terjadi musim kemarau pada setiap tahunnya. Puncak curah hujan dicapai pada bulan Desember-Februari. Suhu udara Rata-rata setiap hari berkisar 31,7 °C, suhu minimum 25,2 °C dan suhu maksimum 37,4°C.

C. KONDISI DEMOGRAFIS

Jumlah Penduduk Desa Sienjo  Hasil Pemutakhiran Basis Data Keuarga Indonesia (PBDKI) Tahun 2022 adalah 1944, Jiwa terdiri dari 466  Laki-laki dan 478 Perempuan.  Jumlah Kepala Keluarga sebanyak  297 KK, jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera Satu Alasan Ekonimi adalah 159 KK.  Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 220, Pasangan Usia Subur (PUS) ber KB sebanyak 90, Pasangan Usia Subur (PUS) tidak ber KB sebanyak 131, Data sebagaimana dimaksud secara lebih rinci terlampir. Sebagian besar masyarakat Desa Sibalago didiami oleh penduduk asli Etnis KAILI dengan Sub Etnis TAJIO yang bertalian erat dengan Kaili Rai Kecamatan Sindue (Enu), Kaili Ledo (Palu), Bare’e (Poso) dan manado. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak pendatang yang terdiri dari beberapa suku yakni Bugis, Makassar/Sinjai, Jawa, Bali dan Gorontalo yang tinggal mendiami Desa Sibalago.

 

D. Susunan Pengurus POKJA KAMPUNG KB

 

SUSUNAN PENGURUS POKJA KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS

DESA SIBALAGO KECAMATAN TORIBULU

 

NO.

NAMA/JABATAN DALAM DINAS

JABATAN

DALAM

KEGIATAN

KET

1

2

3

4

PENGARAH

1

ROSNANI

        Kepala Desa/Lurah

 

2

IHIYA ILFITRI,S.Pd

Anggota PKK Desa

 

3

MARLIS DADAHA

Anggota DWP Kecamatan

 

TIM PELAKSANA

1

JEFRIANUS D RUBA,SKM

Ketua

 

2

INDO TANG

Wakil Ketua

 

3

TENRI SAU

Sekretaris

 

4

NURUL FAHRA K,S.Pd

Bendahara

 

POKJA I/ SEKSI PENYEDIAAN DATA KELUARGA DAN DOKUMENTASI KEPENDUDUKAN

1

KETUT SUDARTA,S.KOM

RDK

 

2

FERLIN PULANGA,S.Pd

Perlindungan

 

3

MADE WIDIANI

 

 

POKJA II/ SEKSI PERUBAHAN PERILAKU KELUARGA

1

ANDIKA

Poktan

 

2

SERNI

DASHAT

 

3

MULIADI PASAU

Kelompok Motivasi

 

4

HALIM DG MALINDU

Agama

 

5

WIWIN HARIS U ATJA

Pendidikan

 

6

SUPARJO

Sosisal Budaya

 

7

ANDI RATU MAYANG SARI

Kasih Sayang

 

POKJA III/ SEKSI PENINGKATAN CAKUPAN LAYANAN DAN RUJUKAN PADA KELUARGA

1

TITIN MAMUSU

TPK

 

2

ISASTRIYUNI,Amd,Keb

Kespro

 

3

FADLIN

Ekonomi

 

POKJA IV/ SEKSI PENATAAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAT

1

SUDIRMAN

Pelestarian Lingkungan

 

2

RONAL

 

 

3

ANSIP

 

 

 

 

A.  PROGRAM KB DAN PEMBANGUNAN KELUARGA

1. Program Kegiatan Bidang KB

-         Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia (PBDKI) Tahun 2022 di Kampung KB

-         Penyuluhan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Bagi Pasangan Usia Subur (PUS) Calon Peserta KB

-        Kegiatan Pelayanan Tim Keluarga Berencana Pemasangan Alat Kontrasepsi dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Bagi Pasangan Usia Subur Peserta KB Baru dan Ganti Cara.

-         Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pendewasan Usia Perkawinan Bagi Remaja

2. Program Kegiatan Bidang Pembangunan Keluarga

-          Penyuluhan/Pembinaan Kader TRIBINA (BKB, BKR dan BKL)

-          Pembinaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPKA)

-          Penyuluhan/Pembinaan Pengurus Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK/R) SMP Satap 1 Toribulu

-          Upaya Penanggulangan Penurunan Stunting

 

 

 

 

 

 

 

 

  

BAB III

KEGIATAN YANG DILAKSNAKAN KAMPUNG KB TAHUN 2022

 

A.   KEGIATAN-KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

1. Kelompok Kegiatan (POKTAN)

-          Penyuluhan/Pembinaan KAMTIBMAS dari Poslsek Ampibabo

-          Penyuluhan/Pembinaan TP-PKK Keccamatan Toribulu

-          Penyuluhan/Pembinaan Pendidikan dari Koordinator Layanan Pendidikan Ke. Toribulu

-          Pembinaan Kelompok UPPKA

2. Pokja

-          Pembinaan Kader Pokja

-          Bakti Sosial Kemasyarakatan

3. Orientasi Lini Lapangan

-          Pembinaan Kader Tribina Kampung KB

-          Pembinaan Kader Posyandu

 

 B.   RENCANA KERJA MASYARAKAT (RKM)

 

 

 

BAB IV

PROGRAM INTERVENSI SEKTOR TERKAIT

 

A.  PROGRAM SEKTOR LAINNYA

Pedoman pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas terutama dalam integrasi kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung KB. Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh di lini lapangan. Kampung KB merupakan saah satu bentuk miniatur pelaksanaan total program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh bidang yang bersinergi dengan Kementerian/ Lembaga, mitra kerja, instansi terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan dilingkungan Pemerintah terendah. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan oleh bidang sektor lainnya adalah

1.   Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

-          Kegiatan POSYANDU (Penimbangan Balita, Pemeriksaan Kesehatan Balita)

-          Pelatihan Keterampilan Menjahit

-          Pengajian PKK setiap Minggu

2.   Dinas Kesehatan

-          Kunjungan Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi (RESTI)

-          Pemeriksaan IVA

-          Penyuluhan 4 Terlalu

-          Kegiatan MTBS

-          Kelas Ibu Hamil

-          Kunjungan PUS Tidak Ber-KB

-          Kunjungan Neonatus Resiko Tinggi

-          Kunjungan Nifas Resinko Tinggi

3.   Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

-          Pemberian bantuan pembangunan Jamban sebanyak 50 unit

-          Penimbunan jalan lingkar desa 600 m

-          Pembukaan jalan kantong produksi 750 m

4.   Pembangunan yang pembiayaannya bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa

-          Bantuan pengadaan Listrik Desa sebanyak 20 Unit

-          Pembukaan jalan kantong produksi 2000m

-          Kebun desa 1 kelompok

-          Pembangunan plat duiker 2 unit

-          Pengadaan bibit mangga 1000 pohon

 

 BAB V

P E N U T U P

 

A.    KESIMPULAN

1. Kampung KB merupakan salah satu program Revolusi Mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa.

2. Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan angsung oleh masyarakat terutama diwilayah kategori miskin, padat penduduk, dan terpencil.

3. Kampung KB sangat diperukan, sebab keberhasilan program KB akan sangan membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan kesejahteraan kelluarga pra-sejahtera untuk menuju pada kondisi yang lebih baik.

 

B.     SARAN

1. Untuk tahun 2023 ini, hendaknya kegiatan pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas dapat dimunculkan kembali, karena kegiatan ini adalah sering atau pendamping dan juga penunjang dalam pengelolaan data.

2. PKB dan PLKB di bawah Koordinator Lapangan agar selalu melakukan pembinaan terhadap Kader Kampung KB dan kelompok kegiatan.

3. Pembinaan terhadap Kampung KB ini juga diharapkan dari Pemerintah dan Lintas Sektor (Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dll) hal ini dilakukan guna dapat menyebarkan informasi tentang Kesehatan, Pendidikan, Pertanian serta peningkatan ekonomi bagi masyarakat. 

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
957
Jumlah Kepala Keluarga
278
Jumlah PUS
175
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
139
Keluarga yang Memiliki Remaja
130
Keluarga yang Memiliki Lansia
39
Jumlah Remaja
238
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
115
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
60

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
SUKMAN, S.H
198010012022211001
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 10 orang pokja terlatih
dari 24 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Bulanan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0