KIE/penyuluhan metode kontrasepsi

Taliabo
Dipublikasi pada 09 April 2026

Deskripsi

TEMA: Peningkatan Capaian Peserta KB Baru dan Pembinaan Peserta Aktif melalui Edukasi Metode Kontrasepsi

I. PENDAHULUAN

Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bertujuan untuk mengatur kelahiran serta mewujudkan keluarga yang berkualitas. Salah satu langkah krusialnya adalah pemberian informasi yang akurat mengenai alat dan obat kontrasepsi agar PUS (Pasangan Usia Subur) dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan rencana keluarga mereka.

II. TUJUAN KEGIATAN

  1. Memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi.

  2. Menjelaskan efektivitas, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing alat kontrasepsi.

  3. Mengurangi angka unmet need (kebutuhan KB yang tidak terpenuhi) di wilayah sasaran.

  4. Mendorong transisi penggunaan kontrasepsi dari jangka pendek ke Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

III. PELAKSANAAN KEGIATAN

  • Hari/Tanggal: 10 april 2026

  • Waktu: 09.00 Wita

  • Tempat: posyandu bhakti desa taliabo

  • Sasaran: Pasangan Usia Subur (PUS), Ibu Menyusui, dan Tokoh Masyarakat.

IV. RINGKASAN MATERI PENYULUHAN

1. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

Metode yang memiliki efektivitas tinggi dan masa pakai yang lama:

  • IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim): Non-hormonal, efektif hingga 8–10 tahun.

  • Implan (Susuk KB): Hormonal, efektif untuk 3 tahun, diletakkan di bawah kulit lengan atas.

  • MOW & MOP (Steril): Metode kontrasepsi permanen bagi pasangan yang sudah merasa cukup memiliki anak.

2. Metode Kontrasepsi Non-MKJP

Metode jangka pendek yang memerlukan kedisiplinan penggunaan:

  • Suntik KB: Tersedia varian 1 bulan dan 3 bulan (cocok untuk ibu menyusui).

  • Pil KB: Harus dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama.

  • Kondom: Selain mencegah kehamilan, juga efektif mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS).

3. Efek Samping dan Penanganannya

Menjelaskan bahwa keluhan seperti perubahan siklus haid, flek, atau kenaikan berat badan adalah reaksi hormonal yang wajar dan dapat dikonsultasikan dengan bidan atau tenaga medis di Faskes.

V. HASIL KEGIATAN

  1. Terjalinnya diskusi interaktif dengan PUS mengenai kekhawatiran terkait mitos-mitos KB (seperti IUD yang dapat berpindah tempat).

  2. Adanya  PUS yang menyatakan minat untuk beralih ke metode Implan/IUD setelah mendapatkan penyuluhan.

  3. Peserta memahami pentingnya jarak kelahiran minimal 3 tahun untuk kesehatan ibu dan pencegahan stunting pada anak.

VI. PENUTUP

Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar. Diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan ke fasilitas kesehatan bagi PUS yang telah memutuskan untuk memasang kontrasepsi, terutama bagi calon akseptor MKJP.

Sesi Kegiatan Keagamaan

Instansi Pembina Kegiatan

Sasaran Kegiatan

Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0