Gambaran Umum


Desa Lapasa merupakan salah satu desa yang terdapat pada wilayah administrasi Pemerintah Kecamatan Mare, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tonra. Luas total Desa Lapasa yaitu 6,5 Km² yang terbagi menjadi 3 (tiga) Dusun yaitu Dusun Lapasa, Dusun Pellenge dan Dusun Tana Cellae. Masing-masing dusun terdiri dari 2 Rukun Tetangga (RT) sehingga berjumlah 6 RT.

Bertolak pada sejarah pembentukan, Desa Lapasa merupakan pecahan atau hasil pemekaran dari Desa Batu Gading dan Desa Mario. Nama ”Lapasa” berasal dari kata ”Pasa” yang berarti ”Pasar”, yanng menurut cerita turun-temurun, yang menyatakan bahwa wilayah Desa Lapasa merupakan salah satu tempat strategis dalam berniaga.


Desa Lapasa memiliki sejarah yang sangat panjang, yang mana, secara historis wilayah Desa Lapasa pada Tahun 1943, dimasa pemerintahan Raja Bone ke-33, Andi Mappanyukki, termasuk ke dalam wilayah Distrik Tonra, namun setelah masa kemerdekaan Indonesia Tahun 1945 dan penyebutan wilayah distrik berubah menjadi kecamatan, wilayah Desa Lapasa menjadi bagian dari Kecamatan Mare. Menjadikan wilayah Desa Lapasa sebagai bagian dari wilayah administrasi Kecamatan Mare dengan syarat Kecamatan Mare harus melepas 3 (tiga) desa yang menjadi bagian dari wilayah administrasinya yaitu Desa Pationgi, Desa Massila dan Desa Paccing.


Selama terbentuk sebagai desa defenitif, Desa Lapasa telah mengalami tiga kali pergantian kepemimpinan, Kepala Desa pertama yang menjabat dari Tahun 1993 sampai Tahun 2003 adalah Bapak Drs. Andi Bachri. Selama periode antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 atau kurang lebih 2 tahun, Desa Lapasa sempat terjadi kekosongan pemerintahan karena Kepala Desa yang menjabat saat itu meninggal dunia, sehingga pelaksana jabatan Kepala Desa dipegang oleh Sekretaris Desa yaitu A. Pangerang. Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, Desa Lapasa dipimpin oleh Bapak Andi Chaeril Anwar, dan setelah suksesi di tahun 2010 sampai sekarang, Kepala Desa Lapasa dijabat oleh H. Andi Arifuddin.


Batas-batas wilayah Desa Lapasa adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mario
  • Sebelah Barat berbatasn dengan Desa Batu Gading
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Samaenre dan Desa Rappa Kecamatan Tonra
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Bone

Dalam menunjang pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat, tentunya dibutuhkan sarana-prasaranan pendukung. Beberapa sarana-prasarana yang ada di Desa Lapasa seperti Kantor Desa yang terletak di Dusun Pellenge, gedung Sekolah Dasar dan Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak/PAUD di Dusun Lapasa. Sedangkan untuk mendukung layanan kesehatan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, di Desa Lapasa terdapat Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang terletak di Dusun Lapasa, Posyandu yang terintegrasi dengan kelompok TRIBINA (BKB, BKR dan BKL) di masing-masing dusun. Sarana prasaranan lainnya meliputi Lapangan sebagai pusat kegiatan olahraga di desa yang terletak di Dusun Lapasa dan Dusun Tana Cellae, mesjid sebagai prasarana ibadah di masing-masing dusun serta unit mobil pelayanan sosial.

Dengan wilayah desa yang luas, yang terdiri dari lahan dan perairan, selain digunakan untuk permukiman, sebagian besar lahan yang ada di wilayah Desa Lapasa digunakan untuk pertanian dan perkebunan yang sangat bergantung pada curah hujan. Sedangkan lahan perairan digunakan untuk usaha perikanan air payau yang bergantung pada pasang surut air laut. Usaha lainnya di Desa Lapasa, selain pertanian, perkebunan dan perikanan adalah usaha di bidang peternakan dengan 90% masyarakat beternak Sapi.


Untuk bidang pertanian, di Desa Lapasa sudah teroganisir dengan cukup baik di tandai dengan terbentuknya kelompok-kelompok tani yang setiap tahunnya mengadakan acara tudang sipulung untuk penentuan musim tanam. Luas areal persawahan desa lapasa, ±235 ha. Sedangkan untuk Sektor Perikanan, yang merupakan salah satu andalan mata pencaharian masyarakat Desa Lapasa. Luas areal perikanan yang ada kurang lebih 150 hektar dengan 4 kelompok pembudidaya, yang terdiri dari 10 – 20 orang anggota per kelompoknya. Disamping itu, beberapa kelompok masyarakat lainnya dalam meningkatkan kesejahteraannya, melakukan sebagai usaha di hidang perdagangan, termasuk diantaranya adalah Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga.


Dilihat dari sisi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, masyarakat di Desa Lapasa, telah menyadari dengan baik pentingnya ikut Program KB yang salah satunya melalui penggunaan alat dan obat kontrasepsi yang tersedia sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Akan tetapi, beberapa tantangan yang dihadapi adalah memastikan kualitas dan kuantitas penduduk agar dapat menjadi bagian dari generasi emas Indonesia.  Hal ini masih membutuhkan peran dan partisipasi aktif yang penuh dari masyarakat Desa Lapasa untuk mencapai hal tersebut. Ini dapat tercapai melalui keikutsertaan dalam program maupun kegiatan yang dilaksanakan di tingkat desa sesuai dengan instruksi serta arahan dari Pemerintah Desa Lapasa.

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
1364
Jumlah Kepala Keluarga
424
Jumlah PUS
225
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
114
Keluarga yang Memiliki Remaja
227
Keluarga yang Memiliki Lansia
117
Jumlah Remaja
283
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
200
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
25

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Belum Diisi

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Saldi Iswandi, S.E., M.Hum
198801032022211003
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 6 orang pokja terlatih
dari 6 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 0
Minggu ini: 0
Bulan ini: 0
Total: 0