Gambaran Umum
SEJARAH
|
|
|
|
“Desa Jabalsari
lahir dari jejak waktu yang panjang, berakar
sejak tahun 1880 dalam naungan kepemimpinan kharismatik Ki Wono Karso. Dari
kearifan, kebijaksanaan, dan harmoni dengan alam, tumbuhlah sebuah desa yang
hingga kini terus hidup, berkembang, dan menjaga warisan nilai leluhur. Di
setiap sudutnya tersimpan cerita, di setiap langkahnya terpatri doa,
menjadikan Jabalsari bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang kehidupan
yang sarat makna, harapan, dan keberlanjutan.”
|
|
|
|
|
|
|
Nama Jabalsari sendiri memiliki makna filosofis yang kuat, berasal dari dua kata, yaitu Jabal dan Sari. Kata Jabal merujuk pada bambu jabal atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Pring Jabal, sedangkan Sari bermakna banyak atau hutan. Konon, wilayah ini dahulu merupakan hutan bambu jabal yang luas, yang oleh masyarakat disebut sebagai Alas Pring Jabal. Nama Jabalsari, kemudian dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah alam dan warisan leluhur, agar tetap dikenang hingga generasi berikutnya.
|
|
|
|
|
Seiring perkembangan waktu, Desa Jabalsari terbagi menjadi lima dukuhan, yaitu Dukuh Genengan, Dukuh Gondangsari, Dukuh Jabalan, Dukuh Ngelo dan Dukuh Ngasinan. Masing-masing dukuhan memiliki sejarah dan karakteristik tersendiri yang mencerminkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
|
|
|
|
|
|
Perjalanan
sejarah Desa Jabalsari terus berkembang seiring dinamika sosial masyarakat.
Pada tahun 1982, terjadi penataan wilayah administrasi desa yang semula
terdiri dari 5 dukuhan, kemudian disederhanakan menjadi 3 dusun, yaitu Dusun
Gondangsari, Dusun Jabalan, dan Dusun Ngelo.
Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan desa dan
pelayanan kepada masyarakat.
|
|
|
|
|
|
Hingga
kini, Desa Jabalsari terus berkembang sebagai desa yang menjunjung tinggi
nilai sejarah, budaya, serta semangat gotong royong. Jejak perjalanan panjang
yang dimulai dari hutan bambu jabal hingga menjadi desa yang berkembang saat
ini menjadi bukti bahwa Desa Jabalsari tumbuh dari akar tradisi yang kuat,
kepemimpinan yang bijaksana, serta semangat kolektif masyarakatnya dalam
membangun masa depan yang lebih baik.
|
|
|
|
|
|
Pada akhirnya, Desa Jabalsari bukan sekadar ruang geografis, melainkan kisah hidup yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Di antara denyut aktivitas warganya, tersimpan harapan yang tak pernah padam, terajut dari kerja keras, kebersamaan, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Dari akar tradisi yang menguat hingga langkah-langkah menuju masa depan, Jabalsari akan terus melangkah dengan keyakinan, menorehkan jejak kebaikan, dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.
|
|
Masa Kepemimpinan Kepala Desa Jabalsari
|
|
No.
|
Nama Kepala
Desa
|
Dari
Tahun
|
Sampai
Tahun
|
|
|
|
1
|
Ki Wono
Karso |
1912 |
1917 |
|
|
|
2 |
Ki Sodi
Kromo |
1918 |
1923 |
|
|
|
3 |
Kamat
|
1924 |
1929 |
|
|
|
4 |
Karyo
Rejo
|
1930 |
1935 |
|
|
|
5 |
Mukalar
|
1940 |
1945 |
|
|
|
6 |
Warijan
|
1950 |
1955 |
|
|
|
7 |
Karto
Sentono |
1960 |
1964 |
|
|
|
8 |
Sahir
|
1965 |
1970 |
|
|
|
9 |
Ngadenan
|
1971 |
1980 |
|
|
|
10 |
Suntoro
|
1981 |
1990 |
|
|
|
11 |
Nurianto
Saddam |
1991 |
2007 |
|
|
|
12 |
Sunarti
|
2007 |
2019 |
|
|
|
13 |
Mahmudi
|
2019 |
Sekarang |
|
PROFIL SINGKAT
|
LATAR BELAKANG
|
|
|
Kampung
Keluarga Berkualitas Lestari Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergemol Kabupaten Tulungagung
Provinsi Jawa Timur dibentuk pada 14 September 2022, berlokasi di Dusun
Jabalan RT. 004 RW. 002 Desa Jabalsari. Kehadirannya bukan sekedar program
pembangunan, tetapi menjadi penanda perjalanan panjang masyarakat Desa
Jabalsari dalam menghadapi ujian zaman yang penuh dinamika dan tantangan. |
|
|
Nama Lestari dipilih
dengan penuh makna dan harapan. Secara bahasa, lestari berarti terpelihara
dengan baik, tetap utuh, dan berkelanjutan. Nama tersebut lahir dari
keinginan kuat masyarakat Desa Jabalsari untuk membangun kembali kehidupan
yang sempat terhenti, agar tetap tumbuh, bertahan, dan berlanjut menuju masa
depan yang lebih baik. Harapan itu tumbuh dari pengalaman pahit yang pernah
dilalui bersama.
|
|
|
|
|
|
|
Tahun
2020 menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Desa Jabalsari. Pandemi
Covid-19 melanda tanpa peringatan, membawa perubahan besar dalam kehidupan
masyarakat. Desa Jabalsari harus menjalani isolasi wilayah secara total
sebagai upaya mencegah penyebaran virus. Jalan-jalan yang biasanya ramai
mendadak sepi, aktivitas ekonomi terhenti, dan sebagian masyarakat kehilangan
mata pencaharian. Banyak keluarga hanya mampu bertahan dengan bantuan dari
pemerintah dan uluran tangan sesama.
Dalam
suasana yang penuh keterbatasan, kabar duka silih berganti, beberapa warga
harus berpulang. Anak-anak yang biasanya belajar bersama di sekolah, harus
mengikuti pembelajaran secara daring dengan segala keterbatasan fasilitas.
Sementara itu, balita dan ibu hamil menjadi kelompok yang rentan, dengan
ancaman meningkatnya resiko stunting akibat keterbatasan akses pelayanan
kesehatan dan gizi.
Tidak
hanya sampai di situ, setelah masa isolasi berakhir, masyarakat Desa
Jabalsari masih menghadapi tantangan sosial yang tidak mudah. Stigma dan rasa
khawatir dari wilayah sekitar menyebabkan masyarakat Desa Jabalsari sempat
mengalami pengucilan. Aktivitas ekonomi sosial dan pendidikan menjadi
terbatas, bahkan ruang gerak masyarakat terasa semakin sempit. Namun ditengah
kondisi tersebut, semangat kebersamaan masyarakat tidak pernah padam.
|
|
|
|
|
|
|
|
Berangkat
dari kondisi itulah, Pemerintah Desa Jabalsari bersama masyarakat bersepakat
untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan melalui pembentukan Kampung
Keluarga Berkualitas Lestari. Pembentukan Kampung KB ini menjadi titik awal
kebangkitan masyarakat Desa Jabalsari, sebagai upaya pemulihan kondisi
sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan secara terpadu. |
|
|
Kampung
KB Lestari akhirnya tidak hanya menjadi program pembangunan, tetapi juga
menjadi simbol kebangkitan masyarakat Desa Jabalsari. Sebuah perjalanan dari
masa sulit menuju harapan baru, dari keterpurukan menuju kehidupan yang lebih
baik, serta dari kesedihan menuju masa depan yang lestari.
|
|
STRUKTUR ORGANISASI
FILOSOFI LESTARI
Logo Kampung KB Lestari Desa Jabalsari
KOMITMEN
|
Keberhasilan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Lestari di Desa Jabalsari bukanlah sekadar hasil dari rangkaian program, melainkan buah dari komitmen yang tumbuh, berakar, dan menguat di setiap lini kehidupan masyarakat. Di balik capaian itu, berdiri sosok Kepala Desa sebagai nahkoda yang menuntun arah, menyatukan langkah, dan menyalakan semangat kolektif menuju cita-cita bersama. Dari kebijakan yang lahir dengan visi, hingga dukungan nyata yang menjelma aksi, semuanya mengalir dalam harmoni yang terjaga.
|
|
|
|
|
|
Keberhasilan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Lestari di Desa Jabalsari bukanlah sekadar hasil dari rangkaian program, melainkan buah dari komitmen yang tumbuh, berakar, dan menguat di setiap lini kehidupan masyarakat. Di balik capaian itu, berdiri sosok Kepala Desa sebagai nahkoda yang menuntun arah, menyatukan langkah, dan menyalakan semangat kolektif menuju cita-cita bersama. Dari kebijakan yang lahir dengan visi, hingga dukungan nyata yang menjelma aksi, semuanya mengalir dalam harmoni yang terjaga.
|
|
|
|
|
|
|
“Saya berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat Kampung Keluarga Berkualitas Lestari sebagai gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Melalui kebijakan yang berpihak, dukungan anggaran yang berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, kami berupaya mewujudkan kehidupan yang lebih baik, berkelanjutan, dan penuh harapan bagi seluruh warga Desa Jabalsari.” Mahmudi - Kepala Desa Jabalsari |
|
“Saya, Ketua TP-PKK Desa Jabalsari, Ernawati, berkomitmen menggerakkan peran keluarga melalui Kampung Keluarga Berkualitas Lestari, dengan mendorong partisipasi kader dan masyarakat agar terwujud keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.” Ernawati - Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung |
|
|
Kepala Desa Jabalsari memandang bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, tangguh, dan berdaya. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai penggerak kemajuan desa sekaligus pilar keberlanjutan pembangunan. Keluarga tidak hanya menjadi unit sosial terkecil, tetapi juga ruang pertama dalam membentuk nilai, sikap, dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya dipandang sebagai program, melainkan sebagai gerakan bersama yang menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemandirian melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan, sehingga menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. |
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh
Pemerintah Desa Jabalsari melalui dukungan yang berkesinambungan dan terarah.
Tidak hanya dalam bentuk regulasi yang memberikan landasan hukum dan arah
kebijakan, tetapi juga melalui pengalokasian anggaran yang berpihak pada
penguatan program-program prioritas, serta penyediaan sarana dan prasarana
yang memadai guna menunjang kelancaran dan efektivitas setiap kegiatan di
lapangan. Dukungan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan
desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan
setiap intervensi program berjalan sesuai kebutuhan riil warga Lebih dari itu, pemerintah desa juga berperan aktif
dalam membangun kolaborasi lintas sektor, menggerakkan partisipasi
masyarakat, serta memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelaksanaan
program. Pendampingan dan pembinaan terus dilakukan agar kader mampu
menjalankan perannya secara optimal di tengah masyarakat. Upaya ini dilakukan
untuk memastikan setiap kegiatan berjalan secara inklusif, tepat sasaran, dan
berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas
hidup keluarga. Dengan demikian, Kampung Keluarga Berkualitas Lestari
benar-benar menjadi wujud nyata dari pembangunan yang berpusat pada manusia,
tumbuh dari kebersamaan, dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik. Pada
akhirnya, seluruh komitmen dan upaya yang dilakukan menjadi langkah nyata dan
berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Desa Jabalsari yang lebih
berkualitas, mandiri, dan sejahtera. Melalui kebersamaan, sinergi, dan
partisipasi aktif seluruh elemen, diharapkan setiap program mampu memberikan
dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat secara
menyeluruh. |
|
|
|
|
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemerintah Desa Jabalsari terus memperkuat dukungan melalui regulasi yang memberikan arah dan kepastian kebijakan, pengalokasian anggaran yang berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dukungan ini diharapkan mampu memastikan setiap program berjalan optimal, berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata, sehingga Kampung Keluarga Berkualitas Lestari semakin kokoh sebagai gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jabalsari.
|
|
|
REGULASI
|
|
DUKUNGAN ANGGARAN
|
|
|
|
|
|
|
Dalam pelaksanaan kegiatan Kampung KB, tentunya membutuhkan dukungan materiil agar kegiatan di Kampung KB dapat terlaksana dengan baik. Adapun sumberdana yang digunakan guna mendukung keberhasilan kegiatan tersebut terdiri dari APBN, APBD, Dana Desa, CSR, Dana Swadaya Masyarakat dan Donasi. Pengelolaan sumber dana tersebut dilakukan secara terencana, transparan, dan akuntabel dengan mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi. Setiap dukungan anggaran diarahkan untuk mendukung kegiatan prioritas, seperti edukasi keluarga, peningkatan kapasitas kader, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, sinergi antara berbagai sumber pendanaan juga terus diperkuat agar mampu saling melengkapi dan memastikan keberlanjutan program. Dengan pengelolaan yang baik, seluruh dukungan materiil ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat di Kampung KB.
|
|
|
|
|
DUKUNGAN SARANA PRASARANA
|
|
|
|
|
|
|
Sarana dan prasarana yang difasilitasi oleh pemerintah desa dalam pelaksanaan Kampung KB Lestari Desa Jabalsari terdiri dari Sekretariat Kampung KB, alat pengolahan dan penyajian data, jaringan internet, Pojok Kependudukan, Pojok Edukasi Masyarakat, serta sarana prasarana posyandu, poktan, DASHAT, dan berbagai kegiatan lainnya. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran operasional program sekaligus memperkuat fungsi pelayanan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Keberadaan sarana dan prasarana ini menjadi penunjang utama dalam memastikan setiap kegiatan berjalan secara optimal, efektif, dan terintegrasi. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kader dan masyarakat memiliki ruang yang representatif untuk beraktivitas, belajar, dan berinovasi, sehingga seluruh program Kampung KB Lestari dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga di Desa Jabalsari.
|
KONDISI GEOGRAFIS
POTENSI DESA
|
POTENSI BUMDESA MAKMUR
SEJAHTERA DESA JABALSARI
|
|
|
BUMDesa Makmur Sejahtera berdiri pada 15 Desember 2015 merupakan Badan Usaha Milik Desa yang dijalankan secara terbatas. BUMDesa Makmur Sejahtera memiliki 6 unit usaha, yaitu : |
|
|
Perikanan
|
|
|
|
Unit
usaha perikanan yang dijalankan oleh BUMDesa
Makmur Sejahtera Desa Jabalsari berupa budidaya ikan patin yang telah
berkembang dengan baik. Selain dengan modal dari pemerintah desa, BUMDesa
juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan usahanya. Kini unit
usaha perikanan BUMDesa telah memiliki 27 unit kolam ikan yang
dikelola dengan baik.
|
|
Layanan Internet Desa
|
|
|
|
Unit
usaha layanan Internet Desa merupakan bentuk
jasa penyediaan jaringan wifi berlangganan untuk seluruh masyarakat
Desa Jabalsari dan sekitarnya. Dalam penyediaan layanan tersebut BUMDesa
bekerjasama dengan pihak ketiga PT. Prisma Media Nusantara. Hingga saat ini
jumlah user dari internet desa miliki BUMDesa Makmur Sejahtera telah mencapai
lebih dari 400 user.
|
|
Layanan Pos
Finance (Posfin)
|
|
|
|
Posfin BUMdesa Makmur Sejahtera melayani
berbagai macam pembayaran seperti tagihan listrik
prabayar dan pasca bayar, tagihan Telkom, BPJS, Pajak Kendaraan Bermotor,
Asuransi, Pajak Bumi dan Bangunan, pulsa selular dan paket data, serta
pembayaran lainnya.
|
|
Kompos
Desa
|
|
|
|
Unit
usaha Kompos Desa BUMDesa Makmur Sejahtera
merupakan usaha pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos yang
bermanfaat bagi masyarakat. Usaha ini hadir untuk mendukung pertanian ramah
lingkungan, mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan pendapatan desa.
Produk Kompos Desa telah banyak dimanfaatkan oleh para petani di wilayah Desa
Jabalsari.
|
|
Pertanian Hortikultura
|
|
|
|
Unit
Usaha Pertanian Hortikultura BUMDesa Makmur
Sejahtera Desa Jabalsari dibentuk sebagai tindak lanjut dari prioritas
penggunaan Dana Desa sebesar 20% untuk program ketahanan pangan. Fokus
utama unit usaha pertanian hortikultura adalah budidaya green house melon
organik. Sistem budidaya modern ini dipilih karena mampu menghasilkan produk
pertanian berkualitas tinggi. Melalui pengelolaan BUMDesa Makmur Sejahtera,
unit usaha pertanian hortikultura ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan
lapangan kerja serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Jabalsari.
|
|
Peternakan Kambing
|
|
|
|
Unit
usaha peternakan kambing BUMDesa Makmur
Sejatera dikembangkan dengan sistem breeding yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan masyarakat peternak kambing di Desa jabalsari dengan
prosentase bagi hasil 70:30. Program ini tidak hanya berfokus pada
pemeliharaan, tetapi juga pada pengembangbiakan kambing secara berkelanjutan,
sehingga dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani sekaligus menjadi
sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
|
|
|
|
|
POTENSI BIDANG
PERTANIAN |
|
|
Desa Jabalsari memiliki
potensi sumber daya alam yang melimpah serta didukung oleh semangat gotong
royong masyarakat dalam mengelolanya. Kondisi lingkungan yang mendukung
menjadi kekuatan utama dalam mendorong pengembangan sektor unggulan demi
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
|
|
|
|
Sebagian besar masyarakat Desa Jabalsari
menggantungkan hidup pada sektor pertanian, menjadikannya sebagai
tulang punggung perekonomian desa yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu
ke waktu. Aktivitas pertanian tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama,
tetapi juga telah membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat yang lekat
dengan nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan kearifan lokal. Kehidupan
sehari-hari masyarakat pun tidak terlepas dari dinamika musim tanam dan panen
yang menjadi ritme utama dalam keberlangsungan ekonomi desa.
Keunggulan sektor pertanian Desa Jabalsari didukung
oleh kondisi geografis yang sangat menguntungkan. Lahan yang subur,
ketersediaan air yang melimpah melalui sistem irigasi yang memadai, serta
iklim yang mendukung menjadikan desa ini memiliki potensi besar untuk
menghasilkan berbagai komoditas pertanian berkualitas. Tidak hanya itu,
masyarakat juga mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui
pemanfaatan teknologi pertanian, baik dalam pengolahan lahan, pemupukan,
hingga sistem pengairan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Beragam komoditas unggulan
berhasil dikembangkan oleh para petani, mulai dari padi sebagai komoditas
utama, jagung, hingga berbagai tanaman hortikultura dan aneka sayuran.
Keberagaman hasil pertanian ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di
tingkat desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas melalui
distribusi hasil panen ke pasar-pasar sekitar. Dengan demikian, sektor
pertanian di Desa Jabalsari tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan
dasar, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Di
sisi lain, inovasi pertanian juga terus tumbuh
melalui peran aktif kelompok masyarakat, salah satunya adalah Kelompok
Wanita Tani (KWT) Larasati. Kelompok ini menjadi contoh nyata
pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian yang mampu menghadirkan
terobosan baru melalui penerapan sistem pertanian modern berbasis green
house. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan tanaman yang lebih terkontrol,
efisien, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih tinggi.
Melalui KWT Larasati, budidaya melon premium
menjadi salah satu unggulan yang dikembangkan dengan serius dan berorientasi
pasar. Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomis tinggi,
tetapi juga mampu meningkatkan citra pertanian Desa Jabalsari sebagai desa
yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara potensi
alam, kearifan lokal, serta inovasi modern ini menjadi kekuatan utama
dalam mendorong Desa Jabalsari menuju kemandirian dan kesejahteraan yang
berkelanjutan.
|
|
|
|
|
POTENSI BIDANG
PERIKANAN
|
|
|
|
|
|
|
Desa
Jabalsari memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar yang telah
menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat. Dukungan
kondisi lingkungan yang sesuai, ketersediaan sumber air yang cukup, serta
pengalaman masyarakat dalam mengelola usaha perikanan menjadikan sektor ini
terus berkembang dari waktu ke waktu. Aktivitas budidaya ikan tidak hanya
menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi
masyarakat desa.
Sebagian
besar warga mengembangkan usaha budidaya ikan konsumsi seperti patin, gurame,
dan lele yang memiliki permintaan pasar yang stabil. Dengan teknik
budidaya yang semakin baik, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga
pengelolaan pakan dan kualitas air, hasil produksi ikan mampu memberikan
nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi
lokal, hasil budidaya ini juga dipasarkan ke berbagai wilayah sekitar,
sehingga turut memperkuat perekonomian desa.
Di
samping ikan konsumsi, masyarakat Desa Jabalsari juga mulai
mengembangkan budidaya ikan hias yang memiliki nilai jual lebih
tinggi. Jenis ikan hias yang beragam serta peluang pasar yang luas menjadikan
usaha ini semakin diminati, terutama oleh generasi muda. Pengembangan sektor
ikan hias tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi bentuk
inovasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi perikanan secara lebih kreatif
dan berkelanjutan.
|
|
|
|
|
KAMPUNG UMKM
|
|
|
|
|
|
|
Dusun
Gondangsari, Desa Jabalsari dikenal sebagai Kampung
UMKM karena di wilayah ini tumbuh dan berkembang beragam usaha mikro,
kecil, dan menengah yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Berbagai
produk olahan khas seperti geti, enting-enting, gipang, brondong jagung, sale
pisang, mie sohun, hingga tahu dan tempe menjadi bukti kreativitas dan
kemandirian ekonomi warga. Keberagaman usaha ini tidak hanya menciptakan
lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian di
tingkat dusun.
Seiring
perkembangan zaman, produk UMKM Desa Jabalsari tidak lagi hanya dikenal di
lingkungan lokal, melainkan telah berkembang menjadi produk unggulan yang
mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Hasil karya masyarakat kini telah
dipasarkan ke berbagai daerah di luar kota, bahkan mulai merambah pasar
internasional. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan
mampu memenuhi standar pasar yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang
ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Setiap
produk yang dihasilkan tidak sekadar memiliki nilai ekonomis, tetapi juga
mengandung cita rasa tradisi dan kearifan lokal yang khas. Sentuhan
budaya, ketekunan, serta semangat kerja keras masyarakat tercermin dalam
setiap proses produksi hingga hasil akhir. Dari desa yang sederhana, UMKM
Jabalsari terus melangkah maju dengan penuh keyakinan, mengukir prestasi di
pasar yang lebih luas, sekaligus mengangkat nama desa sebagai sentra produk
unggulan yang membanggakan.
Ke
depan, pengembangan UMKM di Dusun Gondangsari terus diarahkan pada
peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, serta pemanfaatan teknologi
digital dalam pemasaran. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah desa
maupun jejaring kemitraan, menjadi faktor penting dalam memperluas akses
pasar dan meningkatkan daya saing produk. Dengan semangat kolaborasi dan
inovasi yang terus tumbuh, UMKM Jabalsari optimis mampu bertahan dan
berkembang di tengah persaingan global, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan
kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
|
|
|
|
|
KAMPUNG INDUSTRI
|
|
|
|
|
|
|
Dusun
Jabalan Desa Jabalsari merupakan salah satu
kawasan yang berkembang pesat sebagai sentra industri rumah tangga. Hampir di
setiap rumah warga terdapat aktivitas produksi peralatan kebersihan, mulai
dari sapu, keset, kemoceng, hingga berbagai alat kebersihan lainnya yang
diproduksi secara mandiri oleh masyarakat.
Kegiatan
industri ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari identitas
serta mata pencaharian utama sebagian besar warga. Keberhasilan Dusun Jabalan
dalam mengembangkan industri rumah tangga ini menunjukkan besarnya potensi
ekonomi lokal yang dimiliki Desa Jabalsari. Selain mampu membuka lapangan
pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, kampung industri ini
juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong, inovasi, dan kemandirian
desa dalam mengelola potensi yang ada.
Kini
Dusun Jabalan tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman, tetapi juga
sebagai ikon industri kreatif desa yang mampu bersaing di luar daerah.
Produk-produk yang dihasilkan telah menjangkau pasar yang lebih luas,
sehingga memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat citra Desa Jabalsari
sebagai desa produktif dan inovatif. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri
bagi masyarakat, sekaligus peluang besar untuk terus mengembangkan produk
lokal agar semakin dikenal di pasar nasional bahkan internasional.
Sebagai
penguat, keberadaan industri rumah tangga di Dusun Jabalan juga
memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi desa, terutama di
tengah tantangan perubahan ekonomi global. Dengan terus meningkatkan kualitas
produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi dan
kreativitas, masyarakat Dusun Jabalan optimis dapat mempertahankan
eksistensinya sekaligus memperluas daya saing. Sinergi antara pengalaman,
keterampilan, dan semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam mendorong
Dusun Jabalan sebagai pusat industri yang berkelanjutan dan semakin
berkembang di masa depan.
|
INOVASI
|
“GERDU
BANGGA SARI
bukan sekadar rangkaian kata, melainkan denyut harapan yang hidup di setiap
langkah masyarakat Desa Jabalsari. Ia hadir sebagai gerakan terpadu yang
menautkan semangat membangun desa yang maju, melahirkan generasi bebas
stunting, serta menumbuhkan keluarga yang berkualitas dan berdaya. Dalam
balutan 20 inovasi strategis Kampung Keluarga Berkualitas Lestari, gerakan
ini menjadi cahaya yang menuntun arah perubahan menuju kehidupan yang lebih
baik.” |
||
|
Gerakan ini berpijak
pada empat pilar utama: penyediaan data keluarga yang akurat serta pelayanan
dokumen kependudukan yang inklusif sebagai dasar perencanaan yang tepat
sasaran; perubahan perilaku keluarga melalui edukasi dan pendampingan
berkelanjutan; peningkatan cakupan layanan serta sistem rujukan yang
responsif dan berkualitas; serta penataan lingkungan keluarga dan masyarakat
yang bersih, sehat, dan harmonis. Dari sinilah tumbuh kekuatan
bersama—menguatkan kepedulian, mempererat gotong royong, dan merajut masa
depan yang lebih sehat, sejahtera, serta bermartabat bagi seluruh warga.
|
||
|
|
||
|
|
Seksi Penyediaan
Data Keluarga & Pelayanan Dokumen Kependudukan
(Berbasis
Data, Sistem Informasi, Administrasi Layanan) 1. Sari Ceting SARI CETING (Sistem Informasi Jabalsari Cegah Stunting) merupakan inovasi terpadu yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Jabalsari bersama TPPS Desa, didukung OPD KB/Kominfo dan Kampung KB Lestari, dengan pendanaan dari anggaran desa. Sistem ini mengintegrasikan pengelolaan data keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta faktor risiko stunting secara menyeluruh, guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat sasaran, dan berbasis data dalam percepatan penurunan stunting dan wasting di tingkat desa.
2. JAPUDATA JAPUDATA (Jabalsari Punya Data) merupakan sistem data desa terpadu yang dikembangkan sejak Desember 2023 melalui kolaborasi TPPS Desa, RDK Kampung KB, dan Pemerintah Desa Jabalsari dengan dukungan OPD KB/Kominfo serta pendanaan dari anggaran desa. Inovasi ini menyediakan data yang komprehensif, valid, dan terbarui untuk mendukung administrasi, pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat tata kelola data dalam meningkatkan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. 3. SAPA SARI
SAPA SARI
(Sistem Akses Pelayanan Administrasi Jabalsari) merupakan inovasi
pelayanan publik desa yang dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Desa,
Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, serta lintas sektor dengan dukungan OPD
Kecamatan, Disdukcapil, dan Kominfo, yang didanai melalui anggaran desa.
Inovasi ini menghadirkan layanan administrasi yang cepat, mudah diakses,
transparan, dan terintegrasi bagi masyarakat, guna memperkuat tata kelola
pemerintahan desa serta mendukung peningkatan status Indeks Desa Membangun
(IDM), khususnya pada aspek ketahanan sosial dan kemandirian desa. |
|
|
|
||
|
|
Seksi
Kegiatan Perubahan Perilaku Keluarga
(Edukasi,
Pola Hidup Sehat, Pengasuhan, Literasi, Mindset Keluarga)
1. Si Tomat Patin
SI TOMAT PATIN (Sinergi Tokoh Masyarakat
Adat Mendampingi Catin) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember
2023 oleh TPPS Desa bersama TPK serta tokoh agama dan adat dengan dukungan OPD
KB dan pembiayaan swadaya. Program ini berfokus pada penguatan pendampingan dan
edukasi kesehatan serta kesiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pengantin,
guna meningkatkan kesiapan reproduksi dan penerapan pola hidup sehat sejak
pra-nikah sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting dan
wasting di tingkat desa.
2.
Keliting Sari
KELITING SARI
(Kelas Balita Stunting Desa Jabalsari) merupakan inovasi
yang dilaksanakan sejak November 2021 oleh bidan desa dan kader Posyandu
dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan dan KB serta pendanaan dari anggaran
desa. Program ini memberikan pendampingan intensif, edukasi pengasuhan, dan
pemantauan tumbuh kembang bagi balita stunting secara terarah, guna mendukung
perawatan dan pemulihan gizi serta percepatan penurunan angka stunting dan
wasting di tingkat desa.
3.
PKK 5 Pasti
Bisa
PKK 5 PASTI BISA
(5 Langkah Prioritas PKK dalam Mewujudkan
Jabalsari Bebas Stunting)
merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak November 2023 oleh
PKK Desa dengan dukungan OPD PKK serta pendanaan dari anggaran desa. Program
ini memperkuat peran PKK dalam pendampingan ibu hamil berisiko tinggi melalui
edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan penerapan perilaku hidup sehat, guna
menekan kejadian KEK pada ibu hamil serta mendukung percepatan penurunan
angka stunting dan wasting di tingkat desa.
4.
Gedar Resti
GEDAR RESTI
(Gerakan Darurat Risiko Tinggi) merupakan inovasi
yang dilaksanakan sejak April 2024 oleh PKK Desa dengan dukungan OPD PKK dan
Dinas Kesehatan serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini berfokus pada
peningkatan kapasitas dan kinerja kader PKK dalam mengidentifikasi, memantau,
dan mendampingi keluarga serta ibu hamil berisiko tinggi melalui gerakan
respons cepat berbasis kader, guna memperkuat pencegahan dan penanganan dini
dalam percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.
5.
Grebek Si Kriting
GREBEK SI KRITING
(Gerakan Bersama Cegah Stunting dan Kurangi
Gizi Buruk Terintegrasi)
merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Maret 2023 oleh
TPPS Desa bersama PKK dan bidan desa dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan
serta pembiayaan swadaya. Program ini berfokus pada peningkatan edukasi dan
kesadaran masyarakat berisiko stunting melalui upaya pencegahan, deteksi
dini, dan perubahan perilaku hidup sehat secara terintegrasi, guna mendukung
percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.
6.
Jempol Cerdas
JEMPOL CERDAS
(Jejaring Masyarakat Peduli Olah Literasi menuju
Anak Desa Berprestasi)
merupakan inovasi yang dilaksanakan melalui kolaborasi
Pemerintah Desa, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, TP-PKK, dan Karang
Taruna dengan dukungan OPD Dinas Pendidikan serta pembiayaan sukarela dan
CSR. Program ini menyediakan layanan bimbingan belajar gratis bagi anak usia
SD dari keluarga kurang mampu guna meningkatkan literasi, numerasi, dan
motivasi belajar, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan sosial
(IKS) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam capaian Indeks Desa
Membangun (IDM).
7.
Sekar Bahagia
SEKAR BAHAGIA
(Sekolah Keluarga Sadar Bahagia) merupakan inovasi
yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Desa Jabalsari bersama
Penyuluh KB, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, dan TP PKK Desa dengan
dukungan OPD KB serta pembiayaan CSR. Program ini melibatkan kader
BKB–BKR–BKL, kader TPK, dan lintas sektor dalam memberikan edukasi fungsi
keluarga, penguatan komunikasi, serta peningkatan kapasitas ekonomi dan
pengasuhan sehat bagi pasangan usia subur, keluarga dengan balita dan remaja,
serta keluarga berisiko stunting, guna meningkatkan ketahanan, kemandirian,
dan kebahagiaan keluarga yang berkontribusi pada capaian Indeks Pembangunan
Keluarga (iBangga). |
|
|
|
||
|
|
Seksi
Kegiatan Peningkatan Cakupan Layanan & Rujukan pada Keluarga
(Pendampingan,
Intervensi, Layanan Kesehatan, Bantuan Sosial, Ekonomi)
1.
Semangka Madusari
SEMANGKA MADUSARI (Gerakan Darurat Berisiko Tinggi) merupakan
inovasi yang dilaksanakan sejak Juni 2022 oleh TPPS Desa dan bidan desa
bersama kader KPM dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan serta pendanaan dari
anggaran desa. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas
pelayanan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini, pemantauan tumbuh
kembang, serta pendampingan keluarga dengan balita berisiko tinggi, guna
memastikan intervensi kesehatan dan gizi berjalan cepat, tepat, dan
berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting
di tingkat desa.
2.
Ratu Valentinasari
RATU VALENTINASARI (Kolaborasi Turunkan Prevalensi Stunting
Desa Jabalsari) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2022 oleh
TPPS Desa bersama PKK dan KPM dengan dukungan OPD Desa serta pembiayaan CSR.
Program ini berfokus pada penguatan kolaborasi lintas unsur dalam pemenuhan
kebutuhan gizi dan pelaksanaan intervensi bagi balita stunting secara
berkelanjutan, guna mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting
di tingkat desa.
3.
Sidu Sari Centing
SIDU SARI CENTING
(Sinergi Terpadu Jabalsari Cegah Stunting) merupakan inovasi
yang dilaksanakan sejak Desember 2023 oleh TPPS Desa bersama PKK, bidan desa,
dan KPM dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan, KB, dan PKK serta pendanaan dari
anggaran desa. Program ini berfokus pada penguatan koordinasi dan
pendampingan terpadu dalam pemberian perawatan prioritas serta pemantauan
berjenjang bagi balita stunting, guna memastikan intervensi gizi dan
kesehatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan
penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.
4.
Baskomsari
BASKOMSARI
(Bantuan Sosial Komprehensif Jabalsari) merupakan inovasi
yang dilaksanakan oleh TPPS Desa bersama Pokja Kampung Keluarga Berkualitas,
RDK, dan TPK dengan dukungan OPD Dinas Sosial serta pembiayaan CSR. Program
ini memberikan bantuan sosial terintegrasi bagi lima sasaran prioritas guna
memperkuat kesejahteraan keluarga dan masyarakat, sekaligus berkontribusi
pada peningkatan ketahanan sosial (IKS) dalam capaian Indeks Desa Membangun
(IDM).
5.
Sakti Jabalsari
SAKTI
JABALSARI merupakan
inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung
Keluarga Berkualitas dengan dukungan OPD KB dan Dinas Koperasi serta
pembiayaan dari anggaran desa dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan
kapasitas dan kemandirian ekonomi keluarga melalui bimbingan teknis,
pelatihan, pendampingan, serta dukungan pemasaran bagi pelaku UMKM dan UPPKA,
sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga dan berkontribusi pada peningkatan
ketahanan ekonomi (IKE) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM). |
|
|
|
Seksi Kegiatan
Penataan Lingkungan Keluarga dan Masyarakat
(Lingkungan,
Sanitasi, Ketahanan Desa, Keamanan, Pangan, Ekologi)
1.
Tandur Gemayur
TANDUR GEMAYUR
(Tandur Gemar Makan Sayur) merupakan inovasi
yang dilaksanakan sejak Desember 2022 oleh TPPS Desa bersama kader Posyandu,
PKK, dan KPM dengan dukungan OPD Dinas Lingkungan Hidup serta pembiayaan CSR.
Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan peningkatan kebiasaan
konsumsi sayur di tingkat keluarga guna memperkuat ketersediaan pangan
bergizi bagi keluarga berisiko stunting, sehingga berkontribusi pada
percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.
2.
Gerbang Resik
GERBANG RESIK
(Gerakan Bersama Atasi Lingkungan Kotor &
Risiko Stunting) merupakan
inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2023 oleh
TPPS Desa bersama kader, PKK, Karang Taruna, RT, dan RW dengan dukungan OPD
Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup serta pembiayaan swadaya. Program
ini mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup bersih
dan peningkatan sanitasi lingkungan, guna mengurangi faktor risiko kesehatan
berbasis lingkungan serta mendukung percepatan penurunan angka stunting dan
wasting di tingkat desa.
3.
KompoSari
KOMPOSARI (Kompos Organik
Lestari) merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung Keluarga
Berkualitas bersama kelompok tani dengan dukungan OPD Dinas Lingkungan Hidup
serta pembiayaan swadaya dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan
kapasitas masyarakat dalam pengolahan sampah organik melalui pelatihan
pembuatan kompos dan penguatan praktik pertanian ramah lingkungan, guna
mendorong kelestarian lingkungan desa serta berkontribusi pada peningkatan
ketahanan lingkungan (IKL) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).
4.
Sigawaras
SIGAWARAS (Siaga
Bencana lan Warase Masyarakat) merupakan inovasi
yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa bersama Pokja Kampung Keluarga
Berkualitas dengan dukungan OPD BPBD dan Dinas Kesehatan serta pembiayaan
dari pemerintah desa dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan
kesiapsiagaan dan mitigasi masyarakat terhadap bencana alam, sosial, dan
kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor, guna memperkuat ketahanan sosial
dan lingkungan desa serta berkontribusi pada peningkatan ketahanan sosial
(IKS) dan ketahanan lingkungan (IKL) dalam capaian Indeks Desa Membangun
(IDM).
5.
Jogo Jabalsari
JOGO JABALSARI merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung Keluarga Berkualitas bersama tokoh masyarakat dengan dukungan OPD DPMD, Linmas, dan Polsek serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini bertujuan mewujudkan lingkungan desa yang aman, tertib, dan tenteram melalui penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial, sehingga berkontribusi pada peningkatan ketahanan sosial (IKS) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM). |
|
|
|
||
PENCAPAIAN
|
Prevalensi Stunting dan Wasting
|
Indeks Desa Membangun (IDM)
|
Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR)
|
Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP)
|
Unmeet Need
|
Capaian Indikator Kesehatan
|
PENGHARGAAN
|
|
TAHUN 2025
|
|
|
|
|
1
|
Juara
1 Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan
Stunting Tingkat Nasional
|
|
|
|
2
|
Juara
1 Desa Berkinerja Baik Dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan
Stunting Provinsi Jawa Timur
|
|
|
|
3
|
Juara
1 Pengelolaan Kampung KB Terbaik Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
4
|
Juara
1 Pelaksana Pemberian Makan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Bagi Balita
dan Ibu Hamil Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting
|
|
|
|
5
|
Juara
1 Dalam Pembinaan Posyandu dan Kader PKK dalam Mendukung Kesehatan Keluarga
|
|
|
|
6
|
Penghargaan
sebagai 10 Pokja Desa Sehat Terbaik Dalam Penyelenggaraan Kabupaten Sehat
|
|
|
|
7
|
Penghargaan
kepada TP PKK Desa Jabalsari atas Keberhasilan dalam Pengembangan Inovasi
GEDAR RESTI (Gerakan Darurat Resiko Tinggi)
|
|
|
|
8
|
Penghargaan
sebagai Pleksana Terbaik 1 Dalam Pemberdayaan Keluarga Melalui Program PKK
Untuk Mencegah Stunting
|
|
|
|
9
|
Penghargaan
Terbaik 1 Kader TB Teraktif dalam Penemuan Kasus TB di Wilayah Kerja
Puskesmas Sumbergempol
|
|
|
|
10
|
Penghargaan
Desa Terbaik 2 Dalam Pemanfaatan
Limbah RT oleh Kader
|
|
|
|
TAHUN 2024
|
|
|
|
|
1
|
Juara
Harapan 1 Kader IMP Apresiasi Tenaga Lini Lapangan Terbaik Tingkat Provinsi
Jawa Timur
|
|
|
|
2
|
Juara
1 Penilaian Kinerja Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Percepatan Penurunan
Stunting Terintegrasi Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
3
|
Penghargaan
sebagai Desa Pelaksana BK Lokus Stunting Terbaik Penilaian Kampung Keluarga
Berkualitas Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
4
|
Penghargaan
sebagai Pelaksana Posyandu Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas
Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
5
|
Penghargaan
sebagai Desa Pelaksana CSR, Poktan dan Pokja Terbaik Penilaian Kampung
Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
6
|
Penghargaan
sebagai Pelaksana Profil Desa Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas
Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
7
|
Penghargaan
sebagai Pengelola Rumah Data Kependudukan Terbaik Penilaian Kampung Keluarga
Berkualitas Kabupaten Tulun1gagung
|
|
|
|
8
|
Penghargaan
sebagai Pelaksana Terbaik TPK dalam Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas
Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
9
|
Penghargaan
sebagai Ketua TP PKK Terbaik sebagai Pelaksana PKK Desa Terbaik dalam
Penilaian Kampung Keuarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
10
|
Pencanangan
Desa Cinta Statistik (CANTIK) Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
TAHUN 2023
|
|
|
|
|
1
|
Juara
Harapan 1 Kader TBC Terbaik Tingkat Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
2
|
Juara
1 Lomba Penyuluhan/KIE bagi IMP Tingkat Kabupaten Tulungagung
|
|
|
|
3
|
Best
Practice Desa Penurunan Stunting Kecamatan Sumbergempol
|
|
|
|
4
|
Penghargaan
Desa Pelaksana Nikah Massal dalam Pencegahan Stunting Kecamatan Sumbergempol
|
|
|
|
5
|
Penghargaan
Desa Teladan Dalam Bidang Peternakan Kecamatan Sumbergempol
|
|
|
|
6
|
Penghargaan
Desa Teladan Dalam Bidang Perikanan Tingkat Kecamatan Sumbergempol
|
|
|
|
TAHUN 2022
|
|
|
|
|
1
|
Penghargaan
Lencana Desa Mandiri Kementrian Desa |
|
|
|
2 |
Juara
1 Penyelenggara Program Posyandu dan Menu Olahan PMT Terbaik Dalam Rangka
Kunjungan Kerja dan Evaluasi Program Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas
Sumbergempol |
|
|
|
3 |
Penghargaan
sebagai Pelaksana Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Terbaik
Kecamatan Sumbergempol |
|
|
|
4 |
Juara
Harapan 1 Lomba Cipta Menu Bagi Keluarga dan Balita dengan Bahan Dasar Ikan
Tingkat Kecamatan Sumbergempol
|
|
SUARA LESTARI
|
“Kampung
KB Lestari hadir laksana cahaya yang menembus sunyi, menyapa kehidupan dengan
sentuhan makna. Dari langkah-langkah sederhana yang ditenun bersama, lahir
perubahan yang perlahan namun pasti menguatkan, menghidupkan, dan menumbuhkan
harapan di setiap ruang kehidupan. Kini, jejaknya tak hanya terasa, tetapi
berpendar dalam senyum, bersemi dalam kemandirian, dan bernafas dalam harmoni
warga yang terus bergerak menuju kehidupan yang lebih utuh dan lestari.”
|
|
|
|
“Matur nuwun sanget dhumateng Pemerintah Desa
Jabalsari, BLT-DD menika sanget migunani, saged ngenthengake beban lan
maringi rasa tentrem ing manah kulo.”
Mbah Sini RT I RW 2
Dusun Jabalan |
|
|
“Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Pemerintah Desa Jabalsari, bantuan stunting ini sangat bermanfaat,
memberikan harapan baru serta mendukung tumbuh kembang anak kami menjadi
lebih sehat.”
Winarti RTI RW I
Dusun Jabalan |
|
|
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima
kasih kepada Pemerintah Daerah Tulungagung atas bantuan yang diberikan.
Dukungan ini sangat membantu dan membawa manfaat besar bagi keluarga kami.”
B. Sumiati RT 2 RW 2
Dusun Ngelo |
|
|
“Matur nuwun sanget, bantuan BLT-DD saking Desa
Jabalsari punika dados panglipur lan panguripan, ndadosaken kulo rumangsa
dipun gatekake lan dipun tresnani.”
Dusun Ngelo
|
|
|
“Alhamdulillah, matur nuwun sanget dhumateng BULOG lan
Pemerintah, bantuan pangan niki sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Kulo
lan keluarga rumangsa langkung lega lan kabantu sanget.”
Bu Suprih RT 2 RW 2
Dusun Gondangsari |
|
|
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah
Tulungagung atas kepedulian dan bantuannya. Kehadiran bantuan ini benar-benar
meringankan beban dan memberikan harapan bagi kami.”
B. Tingah RT 2 RW 2
Dusun Gondangsari
|
|
|
|
|
Semoga
setiap upaya dan kepedulian yang telah dihadirkan senantiasa menjadi berkah,
menguatkan kebersamaan, serta menumbuhkan harapan yang tak pernah padam. Dari
langkah-langkah kecil yang dijalankan bersama, kiranya terus tumbuh kebaikan
yang berkelanjutan demi kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera dan
lestari.
|
|
|
|
|