Gambaran Umum


Alunan Instrument Pengiring Website Kampung KB Lestari

Dukungan Komitmen Plt. Bupati Tulungagung
Komitmen Kepala Desa Jabalsari
Komitmen Ketua Kampung KB Lestari
Profil Gerdu Banggasari KKB Lestari
SEJARAH


“Desa Jabalsari lahir dari jejak waktu yang panjang, berakar sejak tahun 1880 dalam naungan kepemimpinan kharismatik Ki Wono Karso. Dari kearifan, kebijaksanaan, dan harmoni dengan alam, tumbuhlah sebuah desa yang hingga kini terus hidup, berkembang, dan menjaga warisan nilai leluhur. Di setiap sudutnya tersimpan cerita, di setiap langkahnya terpatri doa, menjadikan Jabalsari bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang kehidupan yang sarat makna, harapan, dan keberlanjutan.”


Desa Jabalsari merupakan salah satu 17 desa yang berada dalam wilayah administratif Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Desa ini memiliki jejak sejarah panjang yang tumbuh dari kearifan lokal kepemimpinan kharismatik, serta kehidupan masyarakat yang lekat dengan alam dan tradisi. Sejarah Desa Jabalsari bermula pada tahun 1880, ketika wilayah tersebut, muncul sosok kharismatik bernama Ki Wono Karso, yang juga dikenal dengan sebutan Ki Kesdik Kanioro. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki keserdikan, kepandaian serta kesaktian dalam ilmu kanuragan dan ilmu batin yang tinggi. Dengan kemampuan tersebut Ki Wino Karso menjadi figur yang disegani sekaligus diandalkan oleh masyarakat sekitar. Melihat kepemimpinan dan kebifjaksanaan yang dimiliki, masyarakat setempat kemudian secara musyawarah mengangkat Ki Wono Karso sebagai Kepala Desa pertama. Sejak saat itulah wilayah tersebut mulai berkembang menjadi sebuah permukiman yang tertata dan berkelanjutan, yang kemudian dikenal sebagai Desa Jabalsari.

Nama Jabalsari sendiri memiliki makna filosofis yang kuat, berasal dari dua kata, yaitu Jabal dan Sari. Kata Jabal merujuk pada bambu jabal atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Pring Jabal, sedangkan Sari bermakna banyak atau hutan. Konon, wilayah ini dahulu merupakan hutan bambu jabal yang luas, yang oleh masyarakat disebut sebagai Alas Pring Jabal. Nama Jabalsari, kemudian dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah alam dan warisan leluhur, agar tetap dikenang hingga generasi berikutnya.

 

Seiring perkembangan waktu, Desa Jabalsari terbagi menjadi lima dukuhan, yaitu Dukuh Genengan, Dukuh Gondangsari, Dukuh Jabalan, Dukuh Ngelo dan Dukuh Ngasinan. Masing-masing dukuhan memiliki sejarah dan karakteristik tersendiri yang mencerminkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

 

Perjalanan sejarah Desa Jabalsari terus berkembang seiring dinamika sosial masyarakat. Pada tahun 1982, terjadi penataan wilayah administrasi desa yang semula terdiri dari 5 dukuhan, kemudian disederhanakan menjadi 3 dusun, yaitu Dusun GondangsariDusun Jabalan, dan Dusun Ngelo. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat.

 

Hingga kini, Desa Jabalsari terus berkembang sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai sejarah, budaya, serta semangat gotong royong. Jejak perjalanan panjang yang dimulai dari hutan bambu jabal hingga menjadi desa yang berkembang saat ini menjadi bukti bahwa Desa Jabalsari tumbuh dari akar tradisi yang kuat, kepemimpinan yang bijaksana, serta semangat kolektif masyarakatnya dalam membangun masa depan yang lebih baik.

 

Pada akhirnya, Desa Jabalsari bukan sekadar ruang geografis, melainkan kisah hidup yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Di antara denyut aktivitas warganya, tersimpan harapan yang tak pernah padam, terajut dari kerja keras, kebersamaan, dan cinta terhadap tanah kelahiran. Dari akar tradisi yang menguat hingga langkah-langkah menuju masa depan, Jabalsari akan terus melangkah dengan keyakinan, menorehkan jejak kebaikan, dan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.


Masa Kepemimpinan Kepala Desa Jabalsari

 

No.

Nama Kepala Desa

Dari Tahun

Sampai Tahun

 

 

1

Ki Wono Karso

1912

1917

 

 

2

Ki Sodi Kromo

1918

1923

 

 

3

Kamat

1924

1929

 

 

4

Karyo Rejo

1930

1935

 

 

5

Mukalar

1940

1945

 

 

6

Warijan

1950

1955

 

 

7

Karto Sentono

1955

1964

 

 

8

Sahir

1965

1970

 

 

9

Ngadenan

1971

1980

 

 

10

Suntoro

1981

1990

 

 

11

Nurianto Saddam

1991

2007

 

 

12

Sunarti

2007

2019

 

 

13

Mahmudi

2019

Sekarang

 


PROFIL SINGKAT

LATAR BELAKANG

Kampung Keluarga Berkualitas Lestari Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergemol Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur dibentuk pada 14 September 2022, berlokasi di Dusun Jabalan RT. 004 RW. 002 Desa Jabalsari. Kehadirannya bukan sekedar program pembangunan, tetapi menjadi penanda perjalanan panjang masyarakat Desa Jabalsari dalam menghadapi ujian zaman yang penuh dinamika dan tantangan.

Nama Lestari dipilih dengan penuh makna dan harapan. Secara bahasa, lestari berarti terpelihara dengan baik, tetap utuh, dan berkelanjutan. Nama tersebut lahir dari keinginan kuat masyarakat Desa Jabalsari untuk membangun kembali kehidupan yang sempat terhenti, agar tetap tumbuh, bertahan, dan berlanjut menuju masa depan yang lebih baik. Harapan itu tumbuh dari pengalaman pahit yang pernah dilalui bersama.

 

Tahun 2020 menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah Desa Jabalsari. Pandemi Covid-19 melanda tanpa peringatan, membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Desa Jabalsari harus menjalani isolasi wilayah secara total sebagai upaya mencegah penyebaran virus. Jalan-jalan yang biasanya ramai mendadak sepi, aktivitas ekonomi terhenti, dan sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian. Banyak keluarga hanya mampu bertahan dengan bantuan dari pemerintah dan uluran tangan sesama.

 

Dalam suasana yang penuh keterbatasan, kabar duka silih berganti, beberapa warga harus berpulang. Anak-anak yang biasanya belajar bersama di sekolah, harus mengikuti pembelajaran secara daring dengan segala keterbatasan fasilitas. Sementara itu, balita dan ibu hamil menjadi kelompok yang rentan, dengan ancaman meningkatnya resiko stunting akibat keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan gizi.

 

Tidak hanya sampai di situ, setelah masa isolasi berakhir, masyarakat Desa Jabalsari masih menghadapi tantangan sosial yang tidak mudah. Stigma dan rasa khawatir dari wilayah sekitar menyebabkan masyarakat Desa Jabalsari sempat mengalami pengucilan. Aktivitas ekonomi sosial dan pendidikan menjadi terbatas, bahkan ruang gerak masyarakat terasa semakin sempit. Namun ditengah kondisi tersebut, semangat kebersamaan masyarakat tidak pernah padam.

 

 

 

Berangkat dari kondisi itulah, Pemerintah Desa Jabalsari bersama masyarakat bersepakat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan melalui pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas Lestari. Pembentukan Kampung KB ini menjadi titik awal kebangkitan masyarakat Desa Jabalsari, sebagai upaya pemulihan kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan secara terpadu.

Kampung KB Lestari akhirnya tidak hanya menjadi program pembangunan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan masyarakat Desa Jabalsari. Sebuah perjalanan dari masa sulit menuju harapan baru, dari keterpurukan menuju kehidupan yang lebih baik, serta dari kesedihan menuju masa depan yang lestari.


     STRUKTUR ORGANISASI    


FILOSOFI LESTARI

Logo Kampung KB Lestari Desa Jabalsari



KOMITMEN

Aliqul Safik, S.Tr.Kep., Ners., M.Tr.Kep

Ketua Pokja Kampung KB Lestari

Mahmudi

Kepala Desa Jabalsari

H. Ahmad Baharudin, S.M., MM

Plt. Bupati Tulungagung

Dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung terhadap penguatan Program Kampung KB Lestari kembali ditunjukkan secara nyata melalui kehadiran Plt. Bupati Tulungagung, Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, jajaran Kepala Perangkat Daerah, serta unsur Forkopimcam dalam kegiatan penilaian wawancara tiga besar Penguatan Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pemerintah Desa, Pokja Kampung KB, Poktan, serta berbagai lintas sektor yang turut memperkuat implementasi program secara terpadu. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran dan pendampingan, tetapi juga melalui penguatan kebijakan, dukungan anggaran, serta sinergi program lintas sektor dari pemerintah daerah, kecamatan, dan desa guna mendukung keberlanjutan Program Kampung KB Lestari secara terukur dan berkesinambungan. Berbagai program pendukung terus diintegrasikan melalui sektor kesehatan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan keluarga, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen kolektif dalam memperkuat Kampung KB Lestari sebagai model pembangunan keluarga berkualitas, sekaligus mendorong pencapaian tujuan pembangunan keluarga berkelanjutan di Desa Jabalsari dan Kabupaten Tulungagung.

Keberhasilan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Lestari di Desa Jabalsari bukanlah sekadar hasil dari rangkaian program, melainkan buah dari komitmen yang tumbuh, berakar, dan menguat di setiap lini kehidupan masyarakat. Di balik capaian itu, berdiri sosok Kepala Desa sebagai nahkoda yang menuntun arah, menyatukan langkah, dan menyalakan semangat kolektif menuju cita-cita bersama. Dari kebijakan yang lahir dengan visi, hingga dukungan nyata yang menjelma aksi, semuanya mengalir dalam harmoni yang terjaga.

 

Keberhasilan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas Lestari di Desa Jabalsari bukanlah sekadar hasil dari rangkaian program, melainkan buah dari komitmen yang tumbuh, berakar, dan menguat di setiap lini kehidupan masyarakat. Di balik capaian itu, berdiri sosok Kepala Desa sebagai nahkoda yang menuntun arah, menyatukan langkah, dan menyalakan semangat kolektif menuju cita-cita bersama. Dari kebijakan yang lahir dengan visi, hingga dukungan nyata yang menjelma aksi, semuanya mengalir dalam harmoni yang terjaga.

 

“Saya berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat Kampung Keluarga Berkualitas Lestari sebagai gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Melalui kebijakan yang berpihak, dukungan anggaran yang berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, kami berupaya mewujudkan kehidupan yang lebih baik, berkelanjutan, dan penuh harapan bagi seluruh warga Desa Jabalsari.”

Mahmudi - Kepala Desa Jabalsari

“Saya, Ketua TP-PKK Desa Jabalsari, Ernawati, berkomitmen menggerakkan peran keluarga melalui Kampung Keluarga Berkualitas Lestari, dengan mendorong partisipasi kader dan masyarakat agar terwujud keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.”

Ernawati - Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung

Kepala Desa Jabalsari memandang bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, tangguh, dan berdaya. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai penggerak kemajuan desa sekaligus pilar keberlanjutan pembangunan. Keluarga tidak hanya menjadi unit sosial terkecil, tetapi juga ruang pertama dalam membentuk nilai, sikap, dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Kampung Keluarga Berkualitas tidak hanya dipandang sebagai program, melainkan sebagai gerakan bersama yang menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemandirian melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan, sehingga menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh Pemerintah Desa Jabalsari melalui dukungan yang berkesinambungan dan terarah. Tidak hanya dalam bentuk regulasi yang memberikan landasan hukum dan arah kebijakan, tetapi juga melalui pengalokasian anggaran yang berpihak pada penguatan program-program prioritas, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang kelancaran dan efektivitas setiap kegiatan di lapangan. Dukungan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan setiap intervensi program berjalan sesuai kebutuhan riil warga

Lebih dari itu, pemerintah desa juga berperan aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelaksanaan program. Pendampingan dan pembinaan terus dilakukan agar kader mampu menjalankan perannya secara optimal di tengah masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan berjalan secara inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga. Dengan demikian, Kampung Keluarga Berkualitas Lestari benar-benar menjadi wujud nyata dari pembangunan yang berpusat pada manusia, tumbuh dari kebersamaan, dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya, seluruh komitmen dan upaya yang dilakukan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Desa Jabalsari yang lebih berkualitas, mandiri, dan sejahtera. Melalui kebersamaan, sinergi, dan partisipasi aktif seluruh elemen, diharapkan setiap program mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat secara menyeluruh.

 

 

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemerintah Desa Jabalsari terus memperkuat dukungan melalui regulasi yang memberikan arah dan kepastian kebijakan, pengalokasian anggaran yang berkelanjutan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dukungan ini diharapkan mampu memastikan setiap program berjalan optimal, berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata, sehingga Kampung Keluarga Berkualitas Lestari semakin kokoh sebagai gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jabalsari.


REGULASI

DUKUNGAN ANGGARAN

 

Dalam pelaksanaan kegiatan Kampung KB, tentunya membutuhkan dukungan materiil agar kegiatan di Kampung KB dapat terlaksana dengan baik. Adapun sumberdana yang digunakan guna mendukung keberhasilan kegiatan tersebut terdiri dari APBN, APBD, Dana Desa, CSR, Dana Swadaya Masyarakat dan Donasi.

Pengelolaan sumber dana tersebut dilakukan secara terencana, transparan, dan akuntabel dengan mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi. Setiap dukungan anggaran diarahkan untuk mendukung kegiatan prioritas, seperti edukasi keluarga, peningkatan kapasitas kader, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, sinergi antara berbagai sumber pendanaan juga terus diperkuat agar mampu saling melengkapi dan memastikan keberlanjutan program. Dengan pengelolaan yang baik, seluruh dukungan materiil ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat di Kampung KB.

 

DUKUNGAN SARANA PRASARANA

 

Sarana dan prasarana yang difasilitasi oleh pemerintah desa dalam pelaksanaan Kampung KB Lestari Desa Jabalsari terdiri dari Sekretariat Kampung KB, alat pengolahan dan penyajian data, jaringan internet, Pojok Kependudukan, Pojok Edukasi Masyarakat, serta sarana prasarana posyandu, poktan, DASHAT, dan berbagai kegiatan lainnya. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran operasional program sekaligus memperkuat fungsi pelayanan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Keberadaan sarana dan prasarana ini menjadi penunjang utama dalam memastikan setiap kegiatan berjalan secara optimal, efektif, dan terintegrasi. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kader dan masyarakat memiliki ruang yang representatif untuk beraktivitas, belajar, dan berinovasi, sehingga seluruh program Kampung KB Lestari dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga di Desa Jabalsari.


KONDISI GEOGRAFIS

Desa Jabalsari terletak di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Wilayah Desa Jabalsari merupaka wilayah dataran rendah dengan ketinggian di bawah 160 m dari permukaan laut. Luas wilayah desa Jabalsari secara keseluruhan 317.805 Ha. Kawasan seluas 223 Ha merupakan tanah pertanian atau sawah teknis, 400,79 Ha merupakan tanah permukiman atau pekarangan warga, dan kawasan seluas 40 Ha merupakan tanah tegal atau ladang.

Desa Jabalsari memiliki 3 dusun, yaitu Dusun Gondangsari, Dusun Ngelo dan Dusun Jabalan, terdiri dari 8 RW dan 40 RT. Pusat Pemerintahan Desa Jabalsari terletak di Dusun Jabalan RT.0004/ RW.002 dengan menepati areal lahan seluas 1205 M2. Dimana Batas-batas wilayah Desa Jabalsari sebagai berikut :    
·        Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sambirobyong dan Desa Bukur 
·        Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pulotondo dan Desa Pulosari
·        Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Bendiljati Wetan dan Desa Kromasan
·        Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sumberdadi

POTENSI DESA

POTENSI BUMDESA MAKMUR SEJAHTERA DESA JABALSARI

BUMDesa Makmur Sejahtera berdiri pada 15 Desember 2015 merupakan Badan Usaha Milik Desa yang dijalankan secara terbatas. BUMDesa Makmur Sejahtera memiliki 6 unit usaha, yaitu :

Perikanan

 

Unit usaha perikanan yang dijalankan oleh BUMDesa Makmur Sejahtera Desa Jabalsari berupa budidaya ikan patin yang telah berkembang dengan baik. Selain dengan modal dari pemerintah desa, BUMDesa juga bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan usahanya. Kini unit usaha perikanan BUMDesa telah memiliki 27 unit kolam ikan yang dikelola dengan baik.

Layanan Internet Desa

Unit usaha layanan Internet Desa merupakan bentuk jasa penyediaan jaringan wifi berlangganan untuk seluruh masyarakat Desa Jabalsari dan sekitarnya. Dalam penyediaan layanan tersebut BUMDesa bekerjasama dengan pihak ketiga PT. Prisma Media Nusantara. Hingga saat ini jumlah user dari internet desa miliki BUMDesa Makmur Sejahtera telah mencapai lebih dari 400 user.

Layanan Pos Finance (Posfin)

Posfin BUMdesa Makmur Sejahtera melayani berbagai macam pembayaran seperti tagihan listrik prabayar dan pasca bayar, tagihan Telkom, BPJS, Pajak Kendaraan Bermotor, Asuransi, Pajak Bumi dan Bangunan, pulsa selular dan paket data, serta pembayaran lainnya.

Kompos Desa

Unit usaha Kompos Desa BUMDesa Makmur Sejahtera merupakan usaha pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi masyarakat. Usaha ini hadir untuk mendukung pertanian ramah lingkungan, mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan pendapatan desa. Produk Kompos Desa telah banyak dimanfaatkan oleh para petani di wilayah Desa Jabalsari.

Pertanian Hortikultura

Unit Usaha Pertanian Hortikultura BUMDesa Makmur Sejahtera Desa Jabalsari dibentuk sebagai tindak lanjut dari prioritas penggunaan Dana Desa sebesar 20% untuk program ketahanan pangan. Fokus utama unit usaha pertanian hortikultura adalah budidaya green house melon organik. Sistem budidaya modern ini dipilih karena mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi. Melalui pengelolaan BUMDesa Makmur Sejahtera, unit usaha pertanian hortikultura ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Jabalsari.

Peternakan Kambing

Unit usaha peternakan kambing BUMDesa Makmur Sejatera dikembangkan dengan sistem breeding yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan masyarakat peternak kambing di Desa jabalsari dengan prosentase bagi hasil 70:30. Program ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan, tetapi juga pada pengembangbiakan kambing secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketersediaan protein hewani sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

 

POTENSI BIDANG PERTANIAN

Desa Jabalsari memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta didukung oleh semangat gotong royong masyarakat dalam mengelolanya. Kondisi lingkungan yang mendukung menjadi kekuatan utama dalam mendorong pengembangan sektor unggulan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagian besar masyarakat Desa Jabalsari menggantungkan hidup pada sektor pertanian, menjadikannya sebagai tulang punggung perekonomian desa yang terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Aktivitas pertanian tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga telah membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat yang lekat dengan nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan kearifan lokal. Kehidupan sehari-hari masyarakat pun tidak terlepas dari dinamika musim tanam dan panen yang menjadi ritme utama dalam keberlangsungan ekonomi desa.

Keunggulan sektor pertanian Desa Jabalsari didukung oleh kondisi geografis yang sangat menguntungkan. Lahan yang subur, ketersediaan air yang melimpah melalui sistem irigasi yang memadai, serta iklim yang mendukung menjadikan desa ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai komoditas pertanian berkualitas. Tidak hanya itu, masyarakat juga mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi pertanian, baik dalam pengolahan lahan, pemupukan, hingga sistem pengairan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Beragam komoditas unggulan berhasil dikembangkan oleh para petani, mulai dari padi sebagai komoditas utama, jagung, hingga berbagai tanaman hortikultura dan aneka sayuran. Keberagaman hasil pertanian ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas melalui distribusi hasil panen ke pasar-pasar sekitar. Dengan demikian, sektor pertanian di Desa Jabalsari tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, inovasi pertanian juga terus tumbuh melalui peran aktif kelompok masyarakat, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Larasati. Kelompok ini menjadi contoh nyata pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian yang mampu menghadirkan terobosan baru melalui penerapan sistem pertanian modern berbasis green house. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan tanaman yang lebih terkontrol, efisien, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih tinggi.

Melalui KWT Larasati, budidaya melon premium menjadi salah satu unggulan yang dikembangkan dengan serius dan berorientasi pasar. Produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomis tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan citra pertanian Desa Jabalsari sebagai desa yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara potensi alam, kearifan lokal, serta inovasi modern ini menjadi kekuatan utama dalam mendorong Desa Jabalsari menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

 

POTENSI BIDANG PERIKANAN

 

Desa Jabalsari memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar yang telah menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat. Dukungan kondisi lingkungan yang sesuai, ketersediaan sumber air yang cukup, serta pengalaman masyarakat dalam mengelola usaha perikanan menjadikan sektor ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Aktivitas budidaya ikan tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Sebagian besar warga mengembangkan usaha budidaya ikan konsumsi seperti patin, gurame, dan lele yang memiliki permintaan pasar yang stabil. Dengan teknik budidaya yang semakin baik, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga pengelolaan pakan dan kualitas air, hasil produksi ikan mampu memberikan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, hasil budidaya ini juga dipasarkan ke berbagai wilayah sekitar, sehingga turut memperkuat perekonomian desa.

Di samping ikan konsumsi, masyarakat Desa Jabalsari juga mulai mengembangkan budidaya ikan hias yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Jenis ikan hias yang beragam serta peluang pasar yang luas menjadikan usaha ini semakin diminati, terutama oleh generasi muda. Pengembangan sektor ikan hias tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi bentuk inovasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi perikanan secara lebih kreatif dan berkelanjutan.

 

KAMPUNG UMKM

 

Dusun Gondangsari, Desa Jabalsari dikenal sebagai Kampung UMKM karena di wilayah ini tumbuh dan berkembang beragam usaha mikro, kecil, dan menengah yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Berbagai produk olahan khas seperti geti, enting-enting, gipang, brondong jagung, sale pisang, mie sohun, hingga tahu dan tempe menjadi bukti kreativitas dan kemandirian ekonomi warga. Keberagaman usaha ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian di tingkat dusun.

Seiring perkembangan zaman, produk UMKM Desa Jabalsari tidak lagi hanya dikenal di lingkungan lokal, melainkan telah berkembang menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Hasil karya masyarakat kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar kota, bahkan mulai merambah pasar internasional. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar pasar yang lebih kompetitif sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Setiap produk yang dihasilkan tidak sekadar memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mengandung cita rasa tradisi dan kearifan lokal yang khas. Sentuhan budaya, ketekunan, serta semangat kerja keras masyarakat tercermin dalam setiap proses produksi hingga hasil akhir. Dari desa yang sederhana, UMKM Jabalsari terus melangkah maju dengan penuh keyakinan, mengukir prestasi di pasar yang lebih luas, sekaligus mengangkat nama desa sebagai sentra produk unggulan yang membanggakan.

Ke depan, pengembangan UMKM di Dusun Gondangsari terus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah desa maupun jejaring kemitraan, menjadi faktor penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus tumbuh, UMKM Jabalsari optimis mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

 

KAMPUNG INDUSTRI

 

Dusun Jabalan Desa Jabalsari merupakan salah satu kawasan yang berkembang pesat sebagai sentra industri rumah tangga. Hampir di setiap rumah warga terdapat aktivitas produksi peralatan kebersihan, mulai dari sapu, keset, kemoceng, hingga berbagai alat kebersihan lainnya yang diproduksi secara mandiri oleh masyarakat.

Kegiatan industri ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari identitas serta mata pencaharian utama sebagian besar warga. Keberhasilan Dusun Jabalan dalam mengembangkan industri rumah tangga ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi lokal yang dimiliki Desa Jabalsari. Selain mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, kampung industri ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong, inovasi, dan kemandirian desa dalam mengelola potensi yang ada.

Kini Dusun Jabalan tidak hanya dikenal sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai ikon industri kreatif desa yang mampu bersaing di luar daerah. Produk-produk yang dihasilkan telah menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat citra Desa Jabalsari sebagai desa produktif dan inovatif. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, sekaligus peluang besar untuk terus mengembangkan produk lokal agar semakin dikenal di pasar nasional bahkan internasional.

Sebagai penguat, keberadaan industri rumah tangga di Dusun Jabalan juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi desa, terutama di tengah tantangan perubahan ekonomi global. Dengan terus meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi dan kreativitas, masyarakat Dusun Jabalan optimis dapat mempertahankan eksistensinya sekaligus memperluas daya saing. Sinergi antara pengalaman, keterampilan, dan semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam mendorong Dusun Jabalan sebagai pusat industri yang berkelanjutan dan semakin berkembang di masa depan.


INOVASI

“GERDU BANGGA SARI bukan sekadar rangkaian kata, melainkan denyut harapan yang hidup di setiap langkah masyarakat Desa Jabalsari. Ia hadir sebagai gerakan terpadu yang menautkan semangat membangun desa yang maju, melahirkan generasi bebas stunting, serta menumbuhkan keluarga yang berkualitas dan berdaya. Dalam balutan 20 inovasi strategis Kampung Keluarga Berkualitas Lestari, gerakan ini menjadi cahaya yang menuntun arah perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.”

Gerakan ini berpijak pada empat pilar utama: penyediaan data keluarga yang akurat serta pelayanan dokumen kependudukan yang inklusif sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran; perubahan perilaku keluarga melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan; peningkatan cakupan layanan serta sistem rujukan yang responsif dan berkualitas; serta penataan lingkungan keluarga dan masyarakat yang bersih, sehat, dan harmonis. Dari sinilah tumbuh kekuatan bersama—menguatkan kepedulian, mempererat gotong royong, dan merajut masa depan yang lebih sehat, sejahtera, serta bermartabat bagi seluruh warga.

 

Seksi Penyediaan Data Keluarga & Pelayanan Dokumen Kependudukan

(Berbasis Data, Sistem Informasi, Administrasi Layanan)

1. Sari Ceting

SARI CETING (Sistem Informasi Jabalsari Cegah Stunting) merupakan inovasi terpadu yang dikembangkan oleh Pemerintah Desa Jabalsari bersama TPPS Desa, didukung OPD KB/Kominfo dan Kampung KB Lestari, dengan pendanaan dari anggaran desa. Sistem ini mengintegrasikan pengelolaan data keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta faktor risiko stunting secara menyeluruh, guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat sasaran, dan berbasis data dalam percepatan penurunan stunting dan wasting di tingkat desa.


2. JAPUDATA

JAPUDATA (Jabalsari Punya Data) merupakan sistem data desa terpadu yang dikembangkan sejak Desember 2023 melalui kolaborasi TPPS Desa, RDK Kampung KB, dan Pemerintah Desa Jabalsari dengan dukungan OPD KB/Kominfo serta pendanaan dari anggaran desa. Inovasi ini menyediakan data yang komprehensif, valid, dan terbarui untuk mendukung administrasi, pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat tata kelola data dalam meningkatkan capaian Indeks Desa Membangun (IDM) pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.


3. SAPA SARI

SAPA SARI (Sistem Akses Pelayanan Administrasi Jabalsari) merupakan inovasi pelayanan publik desa yang dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Desa, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, serta lintas sektor dengan dukungan OPD Kecamatan, Disdukcapil, dan Kominfo, yang didanai melalui anggaran desa. Inovasi ini menghadirkan layanan administrasi yang cepat, mudah diakses, transparan, dan terintegrasi bagi masyarakat, guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta mendukung peningkatan status Indeks Desa Membangun (IDM), khususnya pada aspek ketahanan sosial dan kemandirian desa.

 

Seksi Kegiatan Perubahan Perilaku Keluarga

(Edukasi, Pola Hidup Sehat, Pengasuhan, Literasi, Mindset Keluarga)

1.        Si Tomat Patin

SI TOMAT PATIN (Sinergi Tokoh Masyarakat Adat Mendampingi Catin) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2023 oleh TPPS Desa bersama TPK serta tokoh agama dan adat dengan dukungan OPD KB dan pembiayaan swadaya. Program ini berfokus pada penguatan pendampingan dan edukasi kesehatan serta kesiapan kehidupan berkeluarga bagi calon pengantin, guna meningkatkan kesiapan reproduksi dan penerapan pola hidup sehat sejak pra-nikah sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

2.        Keliting Sari

KELITING SARI (Kelas Balita Stunting Desa Jabalsari) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak November 2021 oleh bidan desa dan kader Posyandu dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan dan KB serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini memberikan pendampingan intensif, edukasi pengasuhan, dan pemantauan tumbuh kembang bagi balita stunting secara terarah, guna mendukung perawatan dan pemulihan gizi serta percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

3.        PKK 5 Pasti Bisa

PKK 5 PASTI BISA (5 Langkah Prioritas PKK dalam Mewujudkan Jabalsari Bebas Stunting) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak November 2023 oleh PKK Desa dengan dukungan OPD PKK serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini memperkuat peran PKK dalam pendampingan ibu hamil berisiko tinggi melalui edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan penerapan perilaku hidup sehat, guna menekan kejadian KEK pada ibu hamil serta mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

4.        Gedar Resti

GEDAR RESTI (Gerakan Darurat Risiko Tinggi) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak April 2024 oleh PKK Desa dengan dukungan OPD PKK dan Dinas Kesehatan serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kinerja kader PKK dalam mengidentifikasi, memantau, dan mendampingi keluarga serta ibu hamil berisiko tinggi melalui gerakan respons cepat berbasis kader, guna memperkuat pencegahan dan penanganan dini dalam percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

5.        Grebek Si Kriting

GREBEK SI KRITING (Gerakan Bersama Cegah Stunting dan Kurangi Gizi Buruk Terintegrasi) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Maret 2023 oleh TPPS Desa bersama PKK dan bidan desa dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan serta pembiayaan swadaya. Program ini berfokus pada peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat berisiko stunting melalui upaya pencegahan, deteksi dini, dan perubahan perilaku hidup sehat secara terintegrasi, guna mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

6.        Jempol Cerdas

JEMPOL CERDAS (Jejaring Masyarakat Peduli Olah Literasi menuju Anak Desa Berprestasi) merupakan inovasi yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Desa, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, TP-PKK, dan Karang Taruna dengan dukungan OPD Dinas Pendidikan serta pembiayaan sukarela dan CSR. Program ini menyediakan layanan bimbingan belajar gratis bagi anak usia SD dari keluarga kurang mampu guna meningkatkan literasi, numerasi, dan motivasi belajar, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan sosial (IKS) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).

7.        Sekar Bahagia

SEKAR BAHAGIA (Sekolah Keluarga Sadar Bahagia) merupakan inovasi yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Desa Jabalsari bersama Penyuluh KB, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, dan TP PKK Desa dengan dukungan OPD KB serta pembiayaan CSR. Program ini melibatkan kader BKB–BKR–BKL, kader TPK, dan lintas sektor dalam memberikan edukasi fungsi keluarga, penguatan komunikasi, serta peningkatan kapasitas ekonomi dan pengasuhan sehat bagi pasangan usia subur, keluarga dengan balita dan remaja, serta keluarga berisiko stunting, guna meningkatkan ketahanan, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga yang berkontribusi pada capaian Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga).

 

Seksi Kegiatan Peningkatan Cakupan Layanan & Rujukan pada Keluarga

(Pendampingan, Intervensi, Layanan Kesehatan, Bantuan Sosial, Ekonomi)

1.        Semangka Madusari

SEMANGKA MADUSARI (Gerakan Darurat Berisiko Tinggi) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Juni 2022 oleh TPPS Desa dan bidan desa bersama kader KPM dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan kader Posyandu dalam melakukan deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan keluarga dengan balita berisiko tinggi, guna memastikan intervensi kesehatan dan gizi berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

2.        Ratu Valentinasari

RATU VALENTINASARI (Kolaborasi Turunkan Prevalensi Stunting Desa Jabalsari) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2022 oleh TPPS Desa bersama PKK dan KPM dengan dukungan OPD Desa serta pembiayaan CSR. Program ini berfokus pada penguatan kolaborasi lintas unsur dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pelaksanaan intervensi bagi balita stunting secara berkelanjutan, guna mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

3.        Sidu Sari Centing

SIDU SARI CENTING (Sinergi Terpadu Jabalsari Cegah Stunting) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2023 oleh TPPS Desa bersama PKK, bidan desa, dan KPM dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan, KB, dan PKK serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini berfokus pada penguatan koordinasi dan pendampingan terpadu dalam pemberian perawatan prioritas serta pemantauan berjenjang bagi balita stunting, guna memastikan intervensi gizi dan kesehatan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

4.        Baskomsari

BASKOMSARI (Bantuan Sosial Komprehensif Jabalsari) merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh TPPS Desa bersama Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, RDK, dan TPK dengan dukungan OPD Dinas Sosial serta pembiayaan CSR. Program ini memberikan bantuan sosial terintegrasi bagi lima sasaran prioritas guna memperkuat kesejahteraan keluarga dan masyarakat, sekaligus berkontribusi pada peningkatan ketahanan sosial (IKS) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).

5.        Sakti Jabalsari

SAKTI JABALSARI merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung Keluarga Berkualitas dengan dukungan OPD KB dan Dinas Koperasi serta pembiayaan dari anggaran desa dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi keluarga melalui bimbingan teknis, pelatihan, pendampingan, serta dukungan pemasaran bagi pelaku UMKM dan UPPKA, sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga dan berkontribusi pada peningkatan ketahanan ekonomi (IKE) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).

Seksi Kegiatan Penataan Lingkungan Keluarga dan Masyarakat

(Lingkungan, Sanitasi, Ketahanan Desa, Keamanan, Pangan, Ekologi)

1.        Tandur Gemayur

TANDUR GEMAYUR (Tandur Gemar Makan Sayur) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2022 oleh TPPS Desa bersama kader Posyandu, PKK, dan KPM dengan dukungan OPD Dinas Lingkungan Hidup serta pembiayaan CSR. Program ini mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan peningkatan kebiasaan konsumsi sayur di tingkat keluarga guna memperkuat ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga berisiko stunting, sehingga berkontribusi pada percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

2.        Gerbang Resik

GERBANG RESIK (Gerakan Bersama Atasi Lingkungan Kotor & Risiko Stunting) merupakan inovasi yang dilaksanakan sejak Desember 2023 oleh TPPS Desa bersama kader, PKK, Karang Taruna, RT, dan RW dengan dukungan OPD Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup serta pembiayaan swadaya. Program ini mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan peningkatan sanitasi lingkungan, guna mengurangi faktor risiko kesehatan berbasis lingkungan serta mendukung percepatan penurunan angka stunting dan wasting di tingkat desa.

3.        KompoSari

KOMPOSARI (Kompos Organik Lestari) merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung Keluarga Berkualitas bersama kelompok tani dengan dukungan OPD Dinas Lingkungan Hidup serta pembiayaan swadaya dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan sampah organik melalui pelatihan pembuatan kompos dan penguatan praktik pertanian ramah lingkungan, guna mendorong kelestarian lingkungan desa serta berkontribusi pada peningkatan ketahanan lingkungan (IKL) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).

4.        Sigawaras

SIGAWARAS (Siaga Bencana lan Warase Masyarakat) merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa bersama Pokja Kampung Keluarga Berkualitas dengan dukungan OPD BPBD dan Dinas Kesehatan serta pembiayaan dari pemerintah desa dan CSR. Program ini berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi masyarakat terhadap bencana alam, sosial, dan kesehatan melalui kolaborasi lintas sektor, guna memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan desa serta berkontribusi pada peningkatan ketahanan sosial (IKS) dan ketahanan lingkungan (IKL) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM).

5.        Jogo Jabalsari

JOGO JABALSARI merupakan inovasi yang dilaksanakan oleh Pokja Kampung Keluarga Berkualitas bersama tokoh masyarakat dengan dukungan OPD DPMD, Linmas, dan Polsek serta pendanaan dari anggaran desa. Program ini bertujuan mewujudkan lingkungan desa yang aman, tertib, dan tenteram melalui penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial, sehingga berkontribusi pada peningkatan ketahanan sosial (IKS) dalam capaian Indeks Desa Membangun (IDM). 




PENCAPAIAN


Program Penyediaan Data

  • Program penyediaan data di Desa Jabalsari telah mencapai kinerja optimal dengan realisasi 100% pengelolaan 20 jenis data sektoral melalui inovasi JAPUDATA, yang didukung oleh keberadaan Rumah Data Kependudukan dengan klasifikasi Paripurna. Seluruh data yang dihimpun telah terintegrasi, mutakhir, dan berbasis by name by address, sehingga mampu menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan desa yang akurat dan tepat sasaran. Proses pengelolaan data tidak berhenti pada pengumpulan, tetapi dilanjutkan dengan validasi, pemutakhiran berkala, serta integrasi lintas sektor sehingga kualitas data tetap terjaga. Data kemudian diolah menjadi informasi strategis melalui analisis, visualisasi, dan pemetaan risiko keluarga, termasuk untuk intervensi stunting, kemiskinan, dan perlindungan sosial. Dengan sistem ini, desa mampu melakukan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi program pembangunan secara berkelanjutan.


Foto 1

Program Administrasi Kependudukan (Adminduk)

  • Pelaksanaan program administrasi kependudukan di Desa Jabalsari menunjukkan capaian yang sangat baik melalui pendekatan pelayanan aktif yang menjangkau masyarakat hingga tingkat dusun. Melalui strategi jemput bola dan integrasi layanan lintas sektor, kepemilikan dokumen dasar seperti KTP-el, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran terus meningkat hingga menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Selain itu, dilakukan pula edukasi pentingnya dokumen kependudukan sebagai dasar akses layanan publik. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas data kependudukan yang valid dan terbarukan, sekaligus menjadi dasar penting dalam penentuan sasaran program pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Keberhasilan ini juga mempercepat terwujudnya tertib administrasi kependudukan di tingkat desa.

Foto 1


Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

  • Implementasi GERMAS di Desa Jabalsari menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan dengan capaian 100% pemantauan pertumbuhan balita, 100% kepatuhan pengobatan TBC, serta 100% pengendalian hipertensi melalui pengobatan rutin. Dukungan terhadap sanitasi ditunjukkan melalui pembangunan lebih dari 100 unit jamban sehat, yang secara langsung meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan. Program ini dilaksanakan secara promotif, preventif, dan kuratif, melalui kegiatan seperti senam rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi gizi seimbang, serta kampanye hidup bersih dan sehat. Selain itu, keterlibatan kader dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Dampaknya adalah perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat, peningkatan kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan dan gaya hidup secara berkelanjutan.

Foto 1


Program Kelompok Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat

  • Program KPPM di Desa Jabalsari berjalan secara terstruktur melalui kelompok BKB, BKR, BKL, PIK-R, dan UPPKA, dengan capaian BKB 100% dan UPPKA 82,53%. Setiap kelompok memiliki peran strategis dalam pembinaan keluarga berdasarkan siklus kehidupan, mulai dari balita, remaja, hingga lansia. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan, hingga praktik langsung di masyarakat, seperti edukasi pengasuhan, kesehatan reproduksi, serta penguatan ekonomi keluarga. Kelompok ini menjadi wadah pembelajaran, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat yang berkelanjutan. Keberadaan KPPM terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Foto 1


Program KB dan Kesehatan Reproduksi

  • Capaian MCPR (Modern Contraceptive Prevalence Rate) sebesar 72,85% pada tahun 2026 (per Maret) menunjukkan bahwa pemanfaatan kontrasepsi modern di masyarakat telah berjalan dengan baik dan menjadi fondasi kuat untuk terus ditingkatkan. Kondisi ini membuka peluang strategis untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan serta memperkuat edukasi keluarga berencana secara berkelanjutan, sehingga partisipasi pasangan usia subur semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas.

    Capaian MKJP pada tahun 2024 menunjukkan adanya dinamika dari 16,95% di awal tahun menjadi sekitar 14,75% di akhir tahun, yang kemudian diikuti dengan tren peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025 dari 14,98% hingga mencapai 17,95% pada bulan Desember. Kondisi ini mencerminkan bahwa upaya penguatan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat mulai memberikan hasil yang positif dalam mendorong pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang. Ke depan, capaian ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas program keluarga berencana secara berkelanjutan guna mewujudkan keluarga yang lebih sehat, terencana, dan sejahtera.

    Capaian unmet need sebesar 2,02% menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga berencana di Desa Jabalsari telah terpenuhi dengan baik, tercermin dari mayoritas pasangan usia subur yang memanfaatkan layanan kontrasepsi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga. Kondisi ini menjadi indikator positif yang perlu terus diperkuat melalui edukasi, peningkatan akses layanan, dan pendampingan berkelanjutan, guna mencegah kehamilan tidak direncanakan serta mendukung kesehatan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Foto 1


Foto 1

Program Pendampingan

  • Program pendampingan di Desa Jabalsari mencapai 100% realisasi intervensi bulanan sepanjang tahun, yang dilakukan oleh kader, bidan desa, dan tim pendamping keluarga. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan rumah, konseling, edukasi, serta pemantauan kondisi keluarga secara langsung. Sasaran utama meliputi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan spesifiknya, baik dalam aspek kesehatan, gizi, maupun perilaku hidup. Program ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, mempercepat perubahan perilaku positif, serta menjaga keberlanjutan hasil pembangunan berbasis keluarga.

Foto 1


 Program Pelayanan Stunting

  • Capaian penanganan stunting di Desa Jabalsari sangat baik dengan prevalensi sekitar 1,08% dan 100% cakupan intervensi. Program dilaksanakan secara komprehensif melalui pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, serta pendampingan keluarga secara intensif. Selain itu, dilakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan intervensi berjalan efektif. Pemanfaatan data presisi menjadikan setiap intervensi lebih tepat sasaran. Dampaknya adalah penurunan risiko stunting secara signifikan, serta terwujudnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Foto 1


Program Pendidikan

  • Program pendidikan di Desa Jabalsari menunjukkan perkembangan yang signifikan dan berkelanjutan melalui peningkatan akses, kualitas, serta partisipasi masyarakat dalam pendidikan formal dan nonformal. Layanan pendidikan dimulai dari PAUD, pendidikan dasar hingga menengah, yang didukung dengan kegiatan literasi seperti taman baca masyarakat, kelas belajar, dan edukasi berbasis komunitas. Pemerintah desa juga menginisiasi bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, baik dalam bentuk dukungan biaya maupun perlengkapan sekolah, guna menekan angka putus sekolah. Selain itu, dilakukan penguatan kapasitas tenaga pendidik serta keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif. Dampak yang dihasilkan adalah meningkatnya angka partisipasi sekolah, kualitas literasi masyarakat, serta terbentuknya sumber daya manusia yang lebih kompeten, adaptif, dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika pembangunan.

Foto 1


Program Jaminan dan Perlindungan Sosial

  • Program jaminan dan perlindungan sosial telah terlaksana dengan cakupan luas dan berbasis data yang akurat, sehingga mampu menjangkau kelompok sasaran secara tepat. Berbagai skema seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non tunai, serta jaminan kesehatan nasional diintegrasikan dalam satu sistem berbasis data desa. Hal ini memastikan proses penyaluran bantuan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pemerintah desa juga melakukan pemutakhiran data secara berkala melalui sistem seperti JAPUDATA untuk meminimalisir kesalahan inklusi maupun eksklusi. Program ini berperan penting dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan, meningkatkan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta memperkuat ketahanan sosial keluarga. Dengan adanya integrasi lintas program, perlindungan sosial di desa menjadi lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai risiko sosial ekonomi.

Foto 1


Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

  • Program pemberdayaan ekonomi keluarga menunjukkan capaian optimal dengan lebih dari 82% kegiatan produktif masyarakat berjalan aktif, terutama melalui penguatan kelompok UPPKA dan UMKM lokal. Pemerintah desa memberikan dukungan melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta fasilitasi akses pemasaran, baik secara konvensional maupun digital. Selain itu, masyarakat juga diberikan akses terhadap jejaring kemitraan dan sumber permodalan, sehingga mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Program ini mendorong pemanfaatan potensi lokal seperti hasil pertanian, kerajinan, dan produk olahan, sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat desa. Dampak yang dihasilkan antara lain peningkatan pendapatan keluarga, terbukanya lapangan kerja, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat. Secara makro, program ini berkontribusi dalam membangun ekonomi desa yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Foto 1


Program Lingkungan dan Sanitasi

  • Program lingkungan dan sanitasi dilaksanakan secara sistematis dengan capaian nyata berupa pembangunan lebih dari 100 unit jamban sehat, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Selain itu, dilakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, kerja bakti rutin, serta edukasi lingkungan melalui berbagai forum seperti posyandu dan pertemuan warga. Pemerintah desa juga mendorong penggunaan sarana sanitasi yang layak serta akses air bersih yang memadai. Upaya ini menghasilkan peningkatan kualitas lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dampak lanjutan yang terlihat adalah penurunan penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung target desa sehat dan berkelanjutan.

Foto 1

Program Quick Wins KEMENDUKBANGGA

  • Program Quick Wins dilaksanakan secara terpadu melalui empat inisiatif utama, yaitu GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). GATI berfokus pada penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sehingga tercipta keseimbangan peran dalam keluarga. TAMASYA menghadirkan layanan pengasuhan anak berbasis komunitas yang aman, edukatif, dan berkualitas, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan waktu dan akses. SIDAYA mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan produktif, melalui kegiatan sosial, kesehatan, dan ekonomi. Sementara itu, GENTING menggerakkan solidaritas sosial melalui peran orang tua asuh dalam mendukung keluarga berisiko stunting. Keempat program ini berjalan secara sinergis dan terintegrasi, sehingga mampu memperkuat ketahanan keluarga dari aspek pengasuhan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial, serta memberikan dampak nyata dalam percepatan penurunan stunting di desa.

Foto 1


Program Prioritas Presiden

  • Program prioritas Presiden di Desa Jabalsari diimplementasikan secara adaptif melalui berbagai inisiatif strategis seperti Koperasi Desa Merah Putih, Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah), MBG (Makanan Bergizi Gratis), serta pengembangan kolam ikan tematik. Koperasi desa berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan akses usaha masyarakat, sedangkan Gerakan ASRI mendorong terciptanya lingkungan desa yang tertata, sehat, dan berkelanjutan. Program MBG berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, sementara kolam ikan tematik mendukung ketahanan pangan sekaligus potensi ekonomi lokal. Implementasi program dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sehingga menunjukkan adanya sinergi kuat antara kebijakan nasional dan kebutuhan lokal desa. Dampaknya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, serta kualitas lingkungan dan ekonomi desa secara menyeluruh.

Foto 1


Capaian Indeks Desa Membangun (IDM) 2023–2025 

  • Desa Jabalsari berhasil mempertahankan status Desa Mandiri dengan nilai IDM mencapai 0,9062, yang menunjukkan kinerja pembangunan desa berada pada kategori sangat baik dan berkelanjutan. Capaian ini mencerminkan kekuatan desa dalam tiga dimensi utama, yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan. Dalam aspek sosial, desa mampu menyediakan akses layanan dasar yang merata dan inklusif; dalam aspek ekonomi, desa menunjukkan peningkatan aktivitas produktif masyarakat; sedangkan dalam aspek lingkungan, desa mampu menjaga kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Keberhasilan ini didukung oleh perencanaan pembangunan berbasis data, partisipasi aktif masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Konsistensi capaian IDM ini juga menjadi indikator bahwa pembangunan desa telah berjalan secara terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil, serta mampu beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.

Foto 1


Capaian Stunting dan Wasting 2023–2025

  • Capaian penurunan stunting di Desa Jabalsari menunjukkan hasil yang sangat signifikan dengan prevalensi sekitar 1,08%, jauh di bawah rata-rata nasional, yang mencerminkan keberhasilan intervensi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, kondisi wasting juga terkendali dengan baik melalui pemantauan rutin dan intervensi gizi yang tepat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan pendekatan konvergensi lintas sektor, yang melibatkan berbagai unsur seperti kesehatan, gizi, sanitasi, dan perlindungan sosial. Seluruh sasaran mendapatkan cakupan intervensi 100%, meliputi pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan keluarga berisiko. Pemanfaatan data presisi berbasis by name by address memastikan bahwa setiap intervensi tepat sasaran. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi yang diterapkan mampu mencegah, mengendalikan, dan menurunkan risiko stunting secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam percepatan penurunan stunting di tingkat nasional.

Foto 1


Capaian Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) 2023–2025 

  • Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Tulunggaung menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dan positif, yang mencerminkan kualitas keluarga yang semakin baik dari aspek ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan. Peningkatan ini didukung oleh berbagai program pembinaan keluarga seperti BKB, BKR, BKL, serta penguatan ekonomi keluarga melalui UPPKA. Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang semakin baik turut berkontribusi terhadap peningkatan indeks ini. Program-program yang dilaksanakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat menuju keluarga yang berkualitas. Dengan demikian, iBangga menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan berbasis keluarga yang holistik dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan telah memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan keluarga di desa.

Foto 1


Capaian Kehadiran Balita di Posyandu 2023–2025

  • Partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan dasar di Desa Jabalsari sangat tinggi, dengan capaian kehadiran balita di Posyandu mencapai 100% secara konsisten. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Posyandu berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyediakan layanan penimbangan, imunisasi, pemantauan gizi, serta edukasi kesehatan bagi ibu dan keluarga. Keberhasilan ini didukung oleh peran aktif kader yang terlatih, dukungan tenaga kesehatan, serta sistem pendataan yang baik sehingga seluruh sasaran dapat terjangkau. Selain itu, inovasi layanan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat turut meningkatkan kehadiran balita secara optimal. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam pencegahan stunting, deteksi dini masalah kesehatan, serta peningkatan kualitas generasi masa depan.

Foto 1

Cakupan Rumah Tangga Memiliki Jamban Sehat 2023–2025

  • Cakupan rumah tangga yang memiliki jamban sehat di Desa Jabalsari terus meningkat secara signifikan, didukung oleh pembangunan lebih dari 100 unit jamban sehat melalui berbagai program lintas sektor. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, bantuan stimulan, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Hasilnya, semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan lingkungan. Selain itu, program ini juga didukung oleh kegiatan pengawasan dan pemeliharaan sarana sanitasi agar keberlanjutannya tetap terjaga. Kondisi ini menunjukkan komitmen kuat desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari praktik sanitasi tidak layak, serta berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara keseluruhan, capaian ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Foto 1

RUMAH DATA KEPENDUDUKAN

Video Profil Rumah Data Kependudukan KKB Lestari



DAPUR SEHAT ATASI STUNTING

Video Pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting Kanaka Paraditya KKB Lestari



PENGHARGAAN

 

TAHUN 2025

 

 

1

Juara 1 Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional

 

 

2

Juara 1 Desa Berkinerja Baik Dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur

 

 

3

Juara 1 Pengelolaan Kampung KB Terbaik Kabupaten Tulungagung

 

 

4

Juara 1 Pelaksana Pemberian Makan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Bagi Balita dan Ibu Hamil Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

 

 

5

Juara 1 Dalam Pembinaan Posyandu dan Kader PKK dalam Mendukung Kesehatan Keluarga

 

 

6

Penghargaan sebagai 10 Pokja Desa Sehat Terbaik Dalam Penyelenggaraan Kabupaten Sehat

 

 

7

Penghargaan kepada TP PKK Desa Jabalsari atas Keberhasilan dalam Pengembangan Inovasi GEDAR RESTI (Gerakan Darurat Resiko Tinggi)

 

 

8

Penghargaan sebagai Pleksana Terbaik 1 Dalam Pemberdayaan Keluarga Melalui Program PKK Untuk Mencegah Stunting

 

 

9

Penghargaan Terbaik 1 Kader TB Teraktif dalam Penemuan Kasus TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbergempol

 

 

10

Penghargaan  Desa Terbaik 2 Dalam Pemanfaatan Limbah RT oleh Kader

 

 

 

TAHUN 2024

 

 

1

Juara Harapan 1 Kader IMP Apresiasi Tenaga Lini Lapangan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur

 

 

2

Juara 1 Penilaian Kinerja Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Tulungagung

 

 

3

Penghargaan sebagai Desa Pelaksana BK Lokus Stunting Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

4

Penghargaan sebagai Pelaksana Posyandu Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

5

Penghargaan sebagai Desa Pelaksana CSR, Poktan dan Pokja Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

6

Penghargaan sebagai Pelaksana Profil Desa Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

7

Penghargaan sebagai Pengelola Rumah Data Kependudukan Terbaik Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulun1gagung

 

 

8

Penghargaan sebagai Pelaksana Terbaik TPK dalam Penilaian Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

9

Penghargaan sebagai Ketua TP PKK Terbaik sebagai Pelaksana PKK Desa Terbaik dalam Penilaian Kampung Keuarga Berkualitas Kabupaten Tulungagung

 

 

10

Pencanangan Desa Cinta Statistik (CANTIK) Kabupaten Tulungagung

 

 

TAHUN 2023

 

 

1

Juara Harapan 1 Kader TBC Terbaik Tingkat Kabupaten Tulungagung

 

 

2

Juara 1 Lomba Penyuluhan/KIE bagi IMP Tingkat Kabupaten Tulungagung

 

 

3

Best Practice Desa Penurunan Stunting Kecamatan Sumbergempol

 

 

4

Penghargaan Desa Pelaksana Nikah Massal dalam Pencegahan Stunting Kecamatan Sumbergempol

 

 

5

Penghargaan Desa Teladan Dalam Bidang Peternakan Kecamatan Sumbergempol

 

 

6

Penghargaan Desa Teladan Dalam Bidang Perikanan Tingkat Kecamatan Sumbergempol

 

 

TAHUN 2022

 

 

1

Penghargaan Lencana Desa Mandiri Kementrian Desa

 

 

2

Juara 1 Penyelenggara Program Posyandu dan Menu Olahan PMT Terbaik Dalam Rangka Kunjungan Kerja dan Evaluasi Program Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbergempol

 

 

3

Penghargaan sebagai Pelaksana Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Terbaik Kecamatan Sumbergempol

 

 

4

Juara Harapan 1 Lomba Cipta Menu Bagi Keluarga dan Balita dengan Bahan Dasar Ikan Tingkat Kecamatan Sumbergempol

 

SUARA LESTARI
Mitra CSR KKB Lestari
Penerima Manfaat KKB Lestari

“Kampung KB Lestari hadir laksana cahaya yang menembus sunyi, menyapa kehidupan dengan sentuhan makna. Dari langkah-langkah sederhana yang ditenun bersama, lahir perubahan yang perlahan namun pasti menguatkan, menghidupkan, dan menumbuhkan harapan di setiap ruang kehidupan. Kini, jejaknya tak hanya terasa, tetapi berpendar dalam senyum, bersemi dalam kemandirian, dan bernafas dalam harmoni warga yang terus bergerak menuju kehidupan yang lebih utuh dan lestari.”

“Matur nuwun sanget dhumateng Pemerintah Desa Jabalsari, BLT-DD menika sanget migunani, saged ngenthengake beban lan maringi rasa tentrem ing manah kulo.”

 

Mbah Sini RT I RW 2

Dusun Jabalan

“Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Jabalsari, bantuan stunting ini sangat bermanfaat, memberikan harapan baru serta mendukung tumbuh kembang anak kami menjadi lebih sehat.”

 

Winarti RTI RW I

Dusun Jabalan

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Tulungagung atas bantuan yang diberikan. Dukungan ini sangat membantu dan membawa manfaat besar bagi keluarga kami.”

 

B. Sumiati RT 2 RW 2

Dusun Ngelo

“Matur nuwun sanget, bantuan BLT-DD saking Desa Jabalsari punika dados panglipur lan panguripan, ndadosaken kulo rumangsa dipun gatekake lan dipun tresnani.”


Mbah Sikem RT 3 RW 1

Dusun Ngelo

 

“Alhamdulillah, matur nuwun sanget dhumateng BULOG lan Pemerintah, bantuan pangan niki sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Kulo lan keluarga rumangsa langkung lega lan kabantu sanget.”

 

Bu Suprih RT 2 RW 2

Dusun Gondangsari

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah Tulungagung atas kepedulian dan bantuannya. Kehadiran bantuan ini benar-benar meringankan beban dan memberikan harapan bagi kami.”



B. Tingah RT 2 RW 2

Dusun Gondangsari

 

Semoga setiap upaya dan kepedulian yang telah dihadirkan senantiasa menjadi berkah, menguatkan kebersamaan, serta menumbuhkan harapan yang tak pernah padam. Dari langkah-langkah kecil yang dijalankan bersama, kiranya terus tumbuh kebaikan yang berkelanjutan demi kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera dan lestari.

 

TAUTAN

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
6488
Jumlah Kepala Keluarga
2278
Jumlah PUS
1020
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
361
Keluarga yang Memiliki Remaja
543
Keluarga yang Memiliki Lansia
341
Jumlah Remaja
721
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
834
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
186

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Ada

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
APBD
Dana Desa
Donasi/ Hibah Masyarakat
Perusahaan (CSR)
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
TUTUT NUZULURROHMANA, A.Md.Kep
199201062023212028
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Gubernur
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kecamatan tentang Kampung KB
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 20 orang pokja terlatih
dari 20 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN
Potensi Desa
Data Sektoral
Lainnya

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Bulanan
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Triwulan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi:
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 50
Minggu ini: 85
Bulan ini: 124
Total: 154