Gambaran Umum
Gambaran Umum
Luas Wilayah Kelurahan batangmata sapo yaitu1.162 ha yang terdiri dari 6 lingkungan yaitu lingkungan Katowaang, Dusun Lingkungan garassi, lingkungan batangmata sapo utara, lingkungan batangmata sapo selatan, lingkungan sukadin dan lingkungan Realohe serta 7 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah Kepala Keluarga 297 KK dan jumlah penduduk sebanyak 914 jiwa yang terdiri dari 450 jiwa Laki-laki dan 464 jiwa Perempuan (hasil Pendataan 2016).
Dari 297 Kepala Keluarga di Kelurahan Batangmata sapo terdapat 5 KK Keluarga Pra Sejahtera, 50 KK Keluarga Sejahtera I, 75 KK Keluarga Sejahtera II dan 102 KK Keluarga Sejahtera III sedangkan Keluarga Sejahtera III Plus 65 KK. Hal ini berarti bahwa jumlah masyarakat yang dikategorikan miskin (Pra KS dan KS I) di Kelurahan Batangmata sapo yaitu 55 KK atau 55 % Sedangkan masyarakat yang dikategorikan miskin di lingkungan realohe berjumlah 30 Kepala Keluarga atau 30 %
Peserta KB Aktif di Kelurahan Batangmata sapo mencapai 55 akseptor atau 55 %. Peserta KB Aktif Lingkungan Batangmata sapo utara terdiri dari peserta MKJP 0 akseptor dan non MKJP 7 akseptor sedangkan Peserta KB aktif di lingkungan batangmata sapo selatan adalah 14 akseptor yang terdiri dari peserta MKJP 8 akseptor dan non MKJP 6 Akseptor , lingkungan sukadin terdiri dari 11 akseptor yang terdiri dari peserta MKJP 4 akseptor dan non MKJP 7 akseptor, Lingkungan garassi adalah 7 akseptor yang terdiri dari peserta MKJP 2 akseptor dan non MKJP 5 akseptor, Lingkungan katowaang adalah 11 akseptor yang terdiri dari peserta MKJP 4 akseptor dan non MKJP 7 akseptor dan Lingkungan Realohe adalah 10 akseptor yg terdiri dari peserta MKJP 2 akseptor dan non MKJP 3 akseptor .
Dari Hasil pendataan 2016 jumlah anak usia sekolah di desa Kelurahan Batangmata sapo sebanyak 153 orang yang terdiri dari pelajar TK sebanyak 18 orang, pelajar SD sebanyak 35 orang, pelajar SLTP sebanyak 19 orang pelajar SLTA sebanyak 34 orang dan yang kuliah sebanyak 47 orang sedangkan anak putus sekolah sebanyak 2 orang yang terdiri dari anak tidak tamat sekolah menengah pertama ( SMP) .
Pembinaan kelompok Tribina Di Kelurahan Batangmata Sapo hanya BKB yang memiliki anggota ini berarti bahwa hanya BKB yang jalan kegiatannya. Sedangkan Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia belum mempunyai anggota karena kegiatannya belum berjalan.
III. KRITERIA KAMPUNG KB
A. KRITERIA UTAMA
Lingkungan realohe Kelurahan Batangmata sapo memiliki jumlah Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS) dan Keluarga Sejahtera I (KS I) (miskin) diatas rata-rata Pra KS dan KS I tingkat Kelurahan Batangmata sapo yaitu jumlah Pra KS dan KS I se-Kelurahan Batangmata sapo sebanyak 55 KK atau Sedangkan masyarakat yang dikategorikan miskin di lingkungan realohe berjumlah 20 Kepala Keluarga
Wilayah lingkungan realohe masih terdapat rumah tidak layak huni disamping itu kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih kurang sehingga pemungkiman terlihat kumuh.
C. KRITERIA KHUSUS
1. Kriteria Data
Sebagaimana daerah lain, Kelurahan Batangmata sapo juga terdapat PPKBD dan Sub PPKBD di setiap Lingkungan dimana setiap tahunnya selalu mengadakan pendataan dari rumah ke rumah. Dari hasil pendataan setiap lingkungan dibuatkan peta keluarga, demikian juga Di lingkungan realohe.
2. Kriteria Program Pembangunan Keluarga
a. Partisipasi keluarga dalam program pembinaan katahanan keluarga
Program Pembinaan ketahanan keluarga di lingkungan realohe belum terbentuk dalam wilayah dusun tetapi masih dalam skala Kelurahan, dimana baru pada tahun 2015 dibentuk kelompok BKB (Bina Keluarga Balita) dengan nama BKB Beringin sedangkan Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan nama BKR Maju Bersama dan Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan nama BKL Permata Bunda dibentuk tahun 2023 ini dan masih dalam skala Kelurahan karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
b. Partisipasi keluarga dalam program pemberdayaan peningkatan ekonomi keluarga.
Dalam hal partisipasi keluarga dalam program pemberdayaan peningkatan ekonomi keluarga di Kelurahan Batangmata Sapo telah dibentuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang bergerak dalam bidang pembuatan Kue Tradisional dan jambu mente dengan nama UPPKS Mandiri .Namun masih dibentuk di tingkat Kelurahan karena keterbatasan SDM
3. Kriteria Pembangunan Sektor Terkait
a. Kesehatan
Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
b. Sosial Ekonomi
Banyaknya keluarga yang termasuk kategori miskin (Pra-S dan KS I)
c. Pendidikan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
d. Pemukiman dan Lingkungan
Masih adanya rumah yang kurang layak huni dan lingkungan yang kurang asri