Gambaran Umum


Jojjolo adalah nama Desa yang merupakan reinkarnasi dari sebuah kerajaan kecil (Galla’) yang tumbuh pada abad XVII Masehi. Sebelum kedatangan bangsa barat, yaitu bangsa Belanda di daerah Bulukumba, daerah ini merupakan Kerajaan kecil yang diperintah oleh seorang Karaeng (Raja), yang mempunyai wilayah kekuasaan sendiri (hak otonomi penuh). Kerajaan kecil ini pernah diperebutkan antara dua kerajaan besar yakni kerajaan Gowa pada masa Raja Gowa ke IX yang bernama Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna dengan Raja Bone ke V yang bernama La Tenri Sukki yang menggantikan ibunya yang bernama We Banri Gau Daeng Marowa. Hal ini disebabkan karena secara geografis Kerajaan kecil ini berada pada batas wilayah antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone. 

Pada Tahun 1962 terbentuk Desa Lembang Pecahan dari Desa Bontominasa yang terdiri dari dua kepala kampung, yaitu kampong lembang yang dijabat oleh Puang Gia’ dan kampung Tibona yang dijabat oleh puang Huseng Tenri, pada saat itu kecamatan Bulukumpa terdiri 14 Desa dan adapun kepala desa Lembang pada saat itu dijabat oleh A. Patawari (Kr. Gella’), pada tahun 1965 terbentuk Desa gaya baru dan diadakan penggabungan Desa menjadi 9 Desa, pada saat itu Desa Lembang digabung dengan Desa Jojjolo dengan diberinama Desa Bontominasa  pada saat itu diklaksanakan pemilihan kepala Desa yang dikuti oleh Empat calon yaitu : Andi Abd Malik, Husni, Abd Rahman, dan Kr. Tiro dan Hasil pemilihan Andi Abd Malik yang bergelar Kr. Makki  yang terpilih, yang kemudian diresmikan oleh Bapak Bupati Bulukumba yang waktu itu dijabat oleh Andi Kube Dauda sebagai Desa Definitive.

Dalam perkembangan selanjutnya Desa Bontominasa dimekarkan kembali menjadi 4 (Empat) Desa, yakni Desa Bontominasa Sendiri, Desa Tibona, Desa Batulohe, dan Desa Jojjolo. Pada tahun 1989 Desa persiapan Desa Jojjolo dijabat oleh Abd Rahman. Pada tahun 1989 – 1995 didefinitikan oleh Bupati Bulukumba yang dijabat pada saat itu  H. A. Kube Dauda.

Pada tahun 1995 kembali diadakan pemilihan Kepala Desa Jojjolo untuk periode tahun 1995-2003 dan yang terpilih A. Tajuddin sebagai Kepala Desa Jojjolo. Pada tahun 2003 diadakan kembali pemilihan Kepala Desa Jojjolo untuk periode tahun 2003-2008 dan yang terpilih sebagai Kepala Desa adalah H. Muh Dahlan, SKM. Pada tahun 2008 yang terpilih kembali H. Muh Dahlan, SKM yang terpilih kembali ke Dua periode. Untuk periode 2008-2014. Pada Tahun 2014-2016 diangkat penjabat Kepala Desa Jojjolo dari sekretaris Desa    Muhammad Aspar yang menjabat selama 2 Tahun. Pada tahun 2016 diadakan pemilihan kepala Desa dan yang terpilih Hj. Marniati untuk periode 2016-2022. Pada tahun 2022 diangkat penjabat kepala Desa Jojjolo dari pemerintah kecamatan Bulukumpa Muhammad Aspar yang menjabat kedua kalinya selama 7 Bulan

Pada bulan Oktober tahun 2022 kembali dilaksanakan pemilihan Kepala Desa Jojjolo untuk periode 2022-2028 dan terpilih Hj. Marniati,SE sebagai Kepala Desa Jojjolo yang kedua periode.

Kondisi desa merupakan hal yang penting dalam mendukung secara fisik dalam pengembangan suatu desa. Faktor fisik memberikan penilaian tentang kemampuan lahan dan kesesuaian lahan yang dijadikan lokasi perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan, maupun penyelenggaraan pemerintahan di desa.

Secara geografis Desa Jojjolo terletak diantara 5º 35’0” LU-5º 30’LU dan 120º 25’20” BT-120º 30’0”BT. dengan batas-batas administrasi: 

- Sebelah Utara : berbatasan dengan Desa Bontominasa

- Sebelah Selatan : berbatasan dengan Desa Salassae

- Sebelah Barat : berbatasan dengan Kel. Ballasaraja

- Sebelah Timur : berbatasan dengan Desa Bonto Biraeng

  Kecamatan  Kajang

Secara administratif Desa Jojjolo berada dalam Kecamatan Bulukumpa, terbagi dalam 8  Dusun. Luas wilayah Desa 20.864 Ha

Struktur Badan Pengurus


Statistik Kampung


Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur
Jumlah Jiwa
2142
Jumlah Kepala Keluarga
1650
Jumlah PUS
695
Persentase Partisipasi Keluarga dalam Poktan (Kelompok Kegiatan)

Keluarga yang Memiliki Balita
380
Keluarga yang Memiliki Remaja
864
Keluarga yang Memiliki Lansia
411
Jumlah Remaja
865
PUS dan Kepesertaan Ber-KB
Total
638
PUS dan ketidaksertaan Ber-KB
Total
57

Sarana dan Prasarana


Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
UPPKA

Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)

Ada

Sekretariat Kampung KB
Sekretariat KKB

Sekretariat Kampung KB

Ada

Rumah Data Kependudukan Kampung KB
Rumah Dataku

Rumah Data Kependudukan Kampung KB

Ada

Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB

Bina Keluarga Balita (BKB)

Ada

Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL

Bina Keluarga Lansia (BKL)

Ada

Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR

Bina Keluarga Remaja (BKR)

Ada

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)
PIK R

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R)

Ada

DASHAT

Dapur Sehat Atasi Stunting

Belum Diisi

Dukungan Terhadap Kampung KB


Sumber Dana Ya,
APBN
Donasi/ Hibah Masyarakat
Swadaya Masyarakat
Kepengurusan/pokja KKB Ada
SK pokja KKB Ada
PLKB/PKB sebagai pendamping dan pengarah kegiatan Ada,
Nurul Hidayah Sukamdana, S.Tr.Keb
199310142023212038
Regulasi dari pemerintah daerah Ada,
Surat Keputusan/Instruksi/Surat Edaran dari Bupati/Walikota
SK Kepala Desa/Lurah tentang Kampung KB
Pelatihan sosialisasi bagi Pokja KKB Ada
Jumlah anggota pokja yang sudah terlatih/tersosialisasi pengelolaan KKB 9 orang pokja terlatih
dari 22 orang total pokja
Rencana Kegiatan Masyarakat Ya
Penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan Ya,
PK dan Pemutahiran Data
Data Rutin BKKBN

Mekanisme Operasional


Rapat perencanaan kegiatan Ada, Frekuensi:
Rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait pendukung kegiatan Tidak Ada
Sosialisasi Kegiatan Ada, Frekuensi:
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ada, Frekuensi: Tahunan
Penyusunan Laporan Ada, Frekuensi: Tahunan
Statistik Pengunjung Website:
Hari ini: 184
Minggu ini: 429
Bulan ini: 503
Total: 695