Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kespro
Deskripsi
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) adalah langkah strategis untuk mengatur kelahiran, menjaga jarak kehamilan, serta menjamin hak-hak reproduksi masyarakat demi mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Berikut adalah uraian intervensi kegiatan dalam kedua bidang tersebut:
1. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Intervensi KB berfokus pada penyediaan akses dan kualitas kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan (4 Terlalu: Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak).
Pemberian Kontrasepsi: Penyediaan berbagai metode seperti MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) seperti IUD, Implan, MOW, MOP, serta Non-MKJP (Suntik, Pil, Kondom).
KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi): Konseling menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) agar pasangan usia subur (PUS) dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.
Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP): Mendorong ibu yang baru melahirkan untuk langsung menggunakan kontrasepsi sebelum pulang dari fasilitas kesehatan guna mengatur jarak kelahiran.
Mobile Services (Pelayanan Bergerak): Menjangkau wilayah terpencil atau padat penduduk menggunakan bus pelayanan KB untuk memberikan akses langsung.
2. Pelayanan Kesehatan Reproduksi (Kespro)
Intervensi Kespro bertujuan memastikan setiap orang mampu memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan, serta kemampuan untuk bereproduksi.
Pemeriksaan Kesehatan Pranikah: Skrining bagi calon pengantin (catin) meliputi pemeriksaan Hb (cegah anemia), status gizi, dan edukasi kespro untuk persiapan kehamilan yang sehat.
Deteksi Dini Kanker Reproduksi: Melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) atau Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk mencegah kanker leher rahim dan payudara.
Penanganan Infeksi Menular Seksual (IMS): Pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS.
Kesehatan Reproduksi Remaja: Edukasi mengenai pubertas dan menjaga kebersihan organ reproduksi agar terhindar dari penyakit atau kehamilan remaja.
Kegiatan ini terlaksanan dengan antusias peserta cukup baik.