Dari Parit ke Harapan: Kerja Bakti Warga Sangkala Menjaga Aliran Kehidupan
Deskripsi
Pagi 19 Desember 2025, Desa Sangkala tidak memulai hari dengan kesibukan masing-masing. Di dua dusun, suara cangkul, sapu lidi, dan sekop justru saling bersahutan, menyatu dengan tawa dan sapaan antarwarga. Saluran air yang selama ini menjadi urat nadi kampung kembali disentuh, dibersihkan, dan diperhatikan bersama.
Kerja bakti digelar sebagai upaya memastikan saluran air tidak tersumbat, sekaligus menjaga sanitasi lingkungan agar tetap lancar dan bersih. Lumpur yang mengendap di parit diangkat, sampah yang menyelip di sudut-sudut aliran dikeluarkan, sementara rumput liar dirapikan. Aktivitas sederhana itu menyimpan tujuan besar: mencegah genangan, penyakit, dan ketidaknyamanan di lingkungan permukiman.
Warga tampak antusias. Mereka datang bukan karena undangan tertulis, melainkan karena kesadaran bersama. Aparat desa turut membaur tanpa jarak, bekerja berdampingan dengan masyarakat. Elemen Kelompok Kerja Kampung KB pun terlibat aktif, menjadikan kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan keluarga yang sehat.
Kepala Desa Sangkala, Nuhung, S.Sos, yang hadir dan ikut menyaksikan langsung kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong warga.
“Kerja bakti ini adalah wujud kepedulian bersama. Saluran air yang bersih berarti lingkungan yang sehat. Saya sangat mengapresiasi antusiasme warga, aparat desa, dan elemen Pokja Kampung KB yang mau turun langsung demi kenyamanan dan kesehatan bersama,” ujar Nuhung.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilestarikan karena menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan rasa memiliki agar hasilnya bertahan lama.
Di dua dusun itu, kerja bakti bukan sekadar membersihkan parit. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat warga saling menguatkan peran, sekaligus mengingatkan bahwa lingkungan yang bersih lahir dari tangan-tangan yang mau bekerja bersama. Ketika saluran air kembali lancar, harapan pun ikut mengalir—tenang, jernih, dan berkelanjutan.