Pelatihan Kader ILP di Pustu Sarangan
Deskripsi
Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh Kader Posyandu dan Posbindu di Kelurahan Sarangan pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2024.
Kegiatan ini menekankan peran kader posyandu dalam mencapai standar kesehatan masyarakat dan menghadirkan semua siklus kehidupan melalui posyandu. Seperti, keterampilan pengelolaan posyandu, bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui, usia sekolah dan remaja, serta usia dewasa dan lansia.
Kader diharapkan memiliki keterampilan umum dalam pengelolaan Posyandu, seperti menjelaskan paket layanan posyandu untuk seluruh siklus hidup, melakukan pencatatan dan pelaporan, melakukan kunjungan rumah, serta melakukan komunikasi efektif. Selain itu, keterampilan spesifik meliputi:
- Pengelolaan Bayi dan Balita:
- Menggunakan Buku KIA bagian balita.
- Memberikan penyuluhan ASI eksklusif, MP ASI kaya protein hewani sesuai umur.
- Melakukan penimbangan, pengukuran panjang/tinggi badan, dan lingkar kepala/lengan atas.
- Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal, kurang, dan tindak lanjutnya.
- Menjelaskan stimulasi perkembangan, vitamin A, dan obat cacing sesuai umur.
- Menjelaskan layanan imunisasi rutin lengkap dan PD3I (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela, Diare).
- Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita.
- Pengelolaan Ibu Hamil dan Menyusui:
- Menggunakan Buku KIA bagian ibu hamil/nifas.
- Memberikan penyuluhan "Isi Piringku" untuk ibu hamil dan menyusui.
- Menjelaskan pemeriksaan ibu hamil dan ibu nifas.
- Menjelaskan pentingnya memantau berat badan, lingkar lengan, dan tekanan darah menggunakan kurva Buku KIA.
- Anjurkan minum TTD setiap hari selama hamil.
- Pemantauan tanda bahaya ibu hamil dan ibu nifas.
- Pengelolaan Usia Sekolah dan Remaja:
- Memberikan penyuluhan "Isi Piringku" dan aktivitas fisik.
- Pencegahan anemia dengan TTD dan skrining HB remaja putri.
- Penyuluhan bahaya merokok dan NAPZA, serta kehamilan remaja.
- Pengelolaan Usia Dewasa dan Lansia:
- Penyuluhan "GerMas" (aktivitas fisik, isi piringku, cek kesehatan).
- Deteksi dini dengan pengukuran lingkar perut, tekanan darah (obesitis, hipertensi).
- Deteksi dini dengan kuesioner (PPOK, TBC, kesehatan jiwa, diabetes).
Setelah kegiatan ini, kader diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberikan layanan kesehatan dasar dan mendukung implementasi integrasi layanan primer demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.