POSYANDU
Deskripsi
Posyandu yang merupakan
kependekan dari Pos Pelayanan Terpadu, merupakan Lembaga Kemasyarakatan
Desa/Kelurahan (LKD/LKK) sebagai wadah partisipasi masyarakat yang bertugas
membantu Kepala Desa/Lurah dalam peningkatan pelayanan social dasar termasuk
bidang kesehatan. Posyandu melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dibina
oleh kelompok kerja (Pokja) Posyandu yang disahkan Kepala Daerah beranggotakan
lintas sektor. Pelaksana Posyandu bidang kesehatan adalah kader yang ditetapkan
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah, dengan didampingi tenaga
kesehatan dari Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu).
Peran Posyandu di tengah
masyarakat sangatlah besar. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan
Posyandu dan manfaatnya ternyata tidak hanya sebatas itu. Kedepannya Posyandu
diperuntukkan untuk seluruh sasaran siklus hidup, yaitu: ibu hamil dan
menyusui; bayi dan balita; usia sekolah dan remaja, serta usia produktif dan
lanjut usia. Melalui Posyandu, layanan sosial dasar bidang kesehatan untuk
seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke masyarakat.
Dalam melayani
masyarakat, Posyandu siap dengan hari buka setiap bulan dan layanan di luar
hari buka dengan kunjungan rumah serta melakukan kegiatan pemberdayaan
masyarakat. Untuk memudahkan dalam pemberian pelayanan, lokasi Posyandu umumnya
mudah dijangkau masyarakat, mulai dari lingkungan desa/kelurahan hingga RT dan
RW.
Saat hari buka Posyandu,
terdapat 5 langkah pelayanan, yaitu:
- Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan
oleh kader, dengan kegiatan pendataan dan wawancara terkait penapisan risiko.
Sebelum wawancara, kader juga perlu mengukur suhu tubuh sasaranyang melakukan
pendaftaran.
- Penimbangan
dan pengukuran
Penimbangan dan
pengukuran dilakukan oleh kader bersama dengan tenaga kesehatan. Kegiatan yang
dilakukan berdasarkan siklus hidupnya adalah
- Pada balita: penimbangan berat
badan, pengukuran panjang/tinggi badan, lingkar kepala (LK), dan lingkar
lengan atas (LiLA).
- Pada sasaran remaja, usia
produktif, dan usia lanjut: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi
badan, pengukuran lingkar perut, tekanan darah, dan lingkar lengan atas
(khusus pada wanita usia subur.
- Pencatatan
Pencatatan dilakukan
oleh kader, kegiatan yang dilakukan adalah plotting hasil
pengukuran yang telah dilakukan pada langkah 2. Pada sasaran bayi dan balita,
hasil pengukuran selain dituliskan di kartu pemeriksaan sasaran, juga ditulis
pada kurva pertumbuhan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
- Penyuluhan
Kesehatan
Penyuluhan kesehatan
dilakukan oleh kader, dengan kegiatan penyuluhan kesehatan sesuai dengan
sasaran siklus hidup yang dilayani, diantaranya:
- Pada
balita: pemberian makanan penyuluhan kaya protein hewani, edukasi
pemantauan tanda bahaya.
- Pada
remaja, usia produktif, dan usia lanjut: pemberian edukasi aktifitas
fisik, pentingnya deteksi dini (cek kesehatan), pencegahan anemia, bahaya
rokok dan NAPZA, edukasi risiko penyakit Obesitas, Hipertensi,
Diabetes, dan TBC.
- Pelayanan
Kesehatan
Pelayanan kesehatan
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dibantu kader. Kegiatan yang dilakukan
adalah pelayanan kesehatan sesuai sasaran siklus hidup yang dilayani, seperti:
imunisasi, Vitamin A, obat cacing pada balita, pemberian makanan tambahan lokal
pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita gizi kurang,
serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah pada usia produktif
dan lansia.
Setelah pelayanan
selesai dilaksanakan, kader dan tenaga kesehatan melakukan validasi data hasil
pelayanan diantaranya untuk memastikan masyarakat yang memerlukan rujukan ke
fasilitas kesehatan.
Melihat layanan Posyandu yang semakin lengkap diatas, masyarakat ditunggu kehadirannya di Posyandu. Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, dan usia lanjut, di Posyandu terdekat, demi tingkat kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik.