Pemeriksaan ibu hamil meliputi pemeriksaan fisik dasar (berat badan, tekanan darah, tinggi fundus uteri, detak jantung janin), tes laboratorium (darah, urin untuk anemia, gula darah, infeksi), USG untuk memantau janin, skrining genetik (jika diperlukan), imunisasi tetanus, suplementasi tablet tambah darah, serta konseling gizi dan kesehatan, untuk memastikan kesehatan ibu dan janin dari awal kehamilan hingga persalinan, dengan standar minimal 6 kali pemeriksaan selama kehamilan
Pemeriksaan Rutin (Setiap Kunjungan)
- Timbang berat badan & ukur tinggi badan: Memantau status gizi.
- Ukur tekanan darah: Mendeteksi hipertensi atau preeklamsia.
- Ukur tinggi fundus uteri: Memantau pertumbuhan janin.
- Tentukan presentasi & denyut jantung janin: Memastikan posisi dan kesehatan janin.
- Skrining tetanus & imunisasi: Pemberian imunisasi TT jika diperlukan.
- Pemberian tablet tambah darah: Mencegah anemia.
- Temu wicara/Konseling: Edukasi tentang kehamilan, gizi, dan persalinan.
Pemeriksaan Laboratorium (Awal Kehamilan)
- Tes Darah: Golongan darah, hemoglobin (anemia), HIV, Hepatitis B, Sifilis.
- Tes Urin: Protein, gula (deteksi diabetes gestasional), infeksi saluran kemih.
- Trimester 1: Konfirmasi kehamilan, detak jantung janin, perkiraan usia kehamilan.
- Trimester 2 & 3: Perkembangan janin, posisi plasenta, jumlah air ketuban, struktur organ janin.
Pemeriksaan Tambahan (Sesuai Indikasi)
- Skrining Genetik: Nuchal Translucency (NT) di trimester 1, Quad Screen di trimester 2, atau NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) untuk risiko kelainan kromosom.
- Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO): Skrining diabetes gestasional (biasanya antara 24-28 minggu).
- Pemeriksaan Kesehatan Jiwa: Skrining kesehatan mental ibu hamil.
Jadwal Minimal Pemeriksaan (ANC)
- Trimester 1: 1 kali.
- Trimester 2: 1 kali.
- Trimester 3: 2 kali (hingga 36 minggu, lalu setelah 36 minggu).